maaf email atau password anda salah


Ini Kompetisi, Bukan Perang!

Agus Baharudin
WARTAWAN TEMPO

Saya tak akan pernah melupakan perhelatan final kompetisi perserikatan tahun 1989-1990 itu. Dalam laga akhir yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya tersebut, Stadion Utama Senayan (nama sebelum diubah menjadi Gelora Bung Karno) benar-benar menggelegar oleh gairah penonton.

Ketika satu per satu nama pemain disebut melalui pengeras suara, tepuk tangan dan siulan bersahutan. Stadion pun bergemuruh. "Adeng Hudaya..., Dede Iskandar…", dan seterusnya. Puncaknya adalah ketika nama Adjat Sudradjat disebut, sambutan penonton lebih menggila. Mereka "meledak" memeriahkan nama idola Persib tersebut. Petasan dinyalakan dari sudut-sudut stadion.

arsip tempo : 172108549423.

. tempo : 172108549423.

Agus Baharudin
WARTAWAN TEMPO

Saya tak akan pernah melupakan perhelatan final kompetisi perserikatan tahun 1989-1990 itu. Dalam laga akhir yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya tersebut, Stadion Utama Senayan (nama sebelum diubah menjadi Gelora Bung Karno) benar-benar menggelegar oleh gairah penonton.

Ketika satu per satu nama pemain disebut melalui pengeras suara, tepuk tangan dan siulan bersahutan. Stadion pun bergemuruh. "Adeng H

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 16 Juli 2024

  • 15 Juli 2024

  • 14 Juli 2024

  • 13 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan