Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
AIRLANGGA Hartarto mengumpulkan sejumlah pengurus Partai Golkar di rumah dinasnya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Ahad pagi, 11 Agustus 2024. Beberapa orang yang hadir adalah Ahmad Doli Kurnia, Idrus Marham, Erwin Aksa, Rizal Mallarangeng, Maman Abdurrahman, dan Dito Ganundito.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Di hadapan mereka, Airlangga Hartarto membuat rekaman video pengunduran diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024. "Setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat, maka dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar,” kata Airlangga lewat video, Ahad, 11 Agustus 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Airlangga menyebutkan pengunduran dirinya tersebut terhitung sejak Sabtu malam, 10 Agustus 2024. Ia pun mengatakan proses penggantian Ketua Umum Golkar akan mengikuti ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partainya.
Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan partainya menghargai keputusan Airlangga. "Keputusan beliau dibuat secara pribadi tanpa paksaan," kata Meutya dalam konferensi pers di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, kemarin.
Kepada Tempo, lebih dari tujuh pengurus Partai Golkar dalam kesempatan berbeda menceritakan kronologi di balik pengunduran diri Airlangga. Penjelasan mereka memiliki kesesuaian.
Mereka menceritakan, sebelum Airlangga memutuskan mengundurkan diri, Menteri Perindustrian 2016-2019 itu menerima surat pemanggilan dari Kejaksaan Agung untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi izin ekspor minyak sawit mentah atau CPO dan turunannya periode 2021-2022 di Kementerian Perdagangan. Pemeriksaan Airlangga dijadwalkan pada Selasa, 13 Agustus 2024. “Airlangga diminta hadir pada Selasa besok,” kata seorang pengurus Golkar kepada Tempo, kemarin.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 20 Oktober 2023. TEMPO/M. Taufan Rengganis
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar belum menjawab permintaan konfirmasi Tempo soal ini. Airlangga diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut pada Juli 2023.
Kasus rasuah ini sudah menyeret lima orang sebagai terpidana dengan hukuman 5-8 tahun penjara. Mereka adalah mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indra Sari Wisnu Wardhana; anggota tim asisten Menteri Koordinator Perekonomian, Lin Chen Wei; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari Stanley M.A.; dan General Manager Bagian General Affair PT Musim Mas Pierre Togas Sitanggang.
Sebelum pemanggilan Airlangga sebagai saksi itu, seorang politikus senior Partai Golkar sudah mendapat informasi ihwal masalah hukum yang mendera Airlangga pada awal Agustus 2024. Informasi itu ia peroleh dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Nusron Wahid.
Pengurus Golkar ini mengatakan Nusron mendatangi sejumlah politikus senior partai beringin guna meminta restu agar musyawarah nasional Golkar dapat dipercepat pada akhir Agustus 2024. Sebelumnya, Golkar mengagendakan munas pada Desember mendatang.
Nusron juga menyampaikan kemungkinan Airlangga mundur dari jabatan ketua umum sebelum jadwal munas karena didera berbagai masalah hukum. Tapi Nusron tak menyebutkan perkara hukum tersebut.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi sekaligus pengurus Golkar, Luhut Binsar Pandjaitan, yang dimintai konfirmasi, mengaku sudah mendengar soal upaya mempercepat munas partainya tersebut. Meski begitu, Luhut yakin munas akan berlangsung sesuai dengan jadwal.
“Kita perlu mendidik orang secara baik. Siapa saja yang (mau) maju, silakan, tapi lakukan dengan benar,” kata Luhut kepada Tempo di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Agustus 2024. Adapun Nusron belum merespons pertanyaan Tempo soal ini.
Sejumlah pengurus Golkar mengatakan gerilya Nusron tersebut hanyalah sebagian kecil dari manuver beberapa kader partai untuk menggulingkan Airlangga dari jabatan ketua umum. Dua nama yang disebut-sebut sebagai motor penggerak manuver tersebut adalah Menteri Investasi sekaligus kader Golkar, Bahlil Lahadalia, serta Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.
(dari kiri) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 15 Februari 2024. BPMI Setpres/Rusman
Mereka mengumpulkan sejumlah pengurus inti DPP Partai Golkar untuk menggagas upaya percepatan munas. “Mereka memiliki markas di Menteng, Jakarta Pusat,” kata seorang pengurus Golkar.
Mereka tidak hanya mendekati politikus senior Golkar, tapi juga mulai gencar melobi pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar, baik tingkat I maupun tingkat II. Lobi itu berhasil menggalang dukungan lebih dari 20 DPD I Golkar, yang rata-rata berada di luar Jawa. “Kami sudah berusaha mengamankan di daerah, tapi ternyata serangan langsung ke jantung Golkar,” kata pengurus Golkar yang ditugaskan untuk melawan gerilya kelompok Bahlil dan Agus Gumiwang di daerah ini.
Dalam skenario mereka, Golkar akan segera menggelar rapat pleno setelah Airlangga mundur. Rapat pleno itu akan menunjuk Agus Gumiwang sebagai pelaksana tugas Ketua Umum Partai Golkar. Ia akan bertugas mempersiapkan musyawarah nasional luar biasa. Lalu, dalam munaslub, Bahlil akan dipilih sebagai Ketua Umum Golkar periode 2024-2029.
“Saya juga mendengar informasi itu,” kata Andi Sinulingga, seorang kader Golkar.
Bahlil dan Agus Gumiwang belum menjawab permintaan konfirmasi Tempo soal ini. Ditemui di kantor DPP Partai Golkar Jakarta, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Adies Kadir membantah tudingan bahwa ia terlibat dalam skenario menggulingkan Airlangga. “Aneh pertanyaannya. Saya kaget dengarnya,” ujar Adies, Ahad, 11 Agustus 2024.
Sufmi Dasco Ahmad juga disebut-sebut terlibat dalam urusan ini. Saat dimintai konfirmasi, Dasco membantah kabar tersebut. “Itu urusan internal (Golkar). Saya tak ada urusan,” ucapnya.
Beberapa pengurus Golkar menduga manuver Bahlil dan Agus Gumiwang itu mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo. Bahlil juga sudah berulang kali diduga berusaha menggulingkan Airlangga lewat munaslub, tapi gagal.
Majalah Tempo edisi 17 Maret 2024 mengungkap manuver Bahlil untuk merebut kursi Ketua Umum Partai Golkar dari Airlangga. Langkah Bahlil itu disebut-sebut atas restu Presiden Jokowi. Skenario Bahlil mengambil alih Golkar akan memungkinkan Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina partai beringin.
Bahlil disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Jokowi setelah ia terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi pada 2015. Bahlil kemudian membentuk Relawan Pengusaha Muda Nasional atau Repnas pada November 2018. Organisasi ini ikut menyokong Jokowi-Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden 2019.
Bahlil juga ikut membantu pemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, dalam pilpres 2024. Pada Juli 2023, Bahlil mengungkapkan keinginannya maju sebagai calon Ketua Umum Golkar.
Bukan hanya Bahlil, Agus Gumiwang dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo juga ditengarai berniat menggantikan Airlangga. Tiga politikus Golkar menuturkan ketiga orang tersebut sudah bertemu dan ada kemungkinan akan bekerja sama melengserkan Airlangga. Informasi itu juga diketahui oleh politikus senior Partai Golkar, Yorrys Raweyai. “Mereka bertemu secara terpisah,” kata Yorrys, seperti dikutip dari majalah Tempo edisi 17 Maret 2024.
Pengurus Golkar yang dekat dengan Airlangga mengatakan dia sudah curiga jabatannya akan digoyang oleh Bahlil dan kawan-kawan. Karena itu, Airlangga berusaha menghalaunya dengan mendekati para politikus senior Golkar yang berpengaruh, di antaranya Akbar Tandjung. Tapi lobi Airlangga itu tak berhasil merintangi manuver Bahlil. Akbar Tandjung belum menjawab pertanyaan Tempo soal ini.
Presiden Joko Widodo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat open house Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H di Istana Negara, Jakarta, 10 April 2024. ANTARA/Muhammad Adimaja
Pengurus Golkar lainnya mengatakan Airlangga juga bertemu dengan Jokowi dan Prabowo di Istana, Sabtu malam, 10 Agustus 2024. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut atas surat pemanggilan Kejaksaan Agung yang diterima Airlangga. Tapi upaya Airlangga untuk menggagalkan pemeriksaannya di Kejaksaan Agung gagal. “Akhirnya pilihannya adalah mundur,” kata pengurus Golkar ini.
Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar bahwa Prabowo bertemu dengan Airlangga dan Jokowi di Istana. “Prabowo ada di Hambalang (kediaman Prabowo di Bogor, Jawa Barat). Saat itu lagi istirahat sebelum berangkat ke IKN,” kata Sufmi, kemarin.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana; serta dua Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Joanes Joko dan Ali Mochtar Ngabalin, belum menjawab pertanyaan Tempo mengenai keterlibatan Jokowi tersebut. Adapun Deputi V KSP Rumadi Ahmad mengaku tidak mendapat informasi mengenai hal itu.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menepis isu adanya desakan dari pihak luar terhadap keputusan Airlangga mundur dari jabatan Ketua Umum Golkar. Doli mengatakan Airlangga mundur atas sejumlah pertimbangan, di antaranya untuk menjaga soliditas partai dalam proses transisi pemerintahan.
Doli menyebutkan Airlangga akan berfokus pada jabatannya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian di kabinet pemerintahan Jokowi. "Supaya Ketua Umum lebih berfokus pada tugas dan tanggung jawab sebagai Menko. Supaya jalannya organisasi tidak terganggu," kata Doli di depan rumah dinas Airlangga, Ahad, 11 Agustus 2024.
Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono juga mengatakan Airlangga mengundurkan diri bukan karena ada tekanan dari lingkup internal partai. “Murni keputusan dia pribadi," ucapnya.
Ia juga menyebutkan beberapa kader Golkar yang berpeluang menggantikan Airlangga adalah Agus Gumiwang, Bambang Soesatyo, dan Firman Soebagyo. Namun ia menyerahkannya kepada peserta munas dan munaslub. “Tapi yang saya dengar, kebanyakan kandidatnya adalah Pak Agus Gumiwang, yang diharapkan bisa membawa partai sampai di munas yang akan datang," ujar Agung.
Pengamat politik dari Institute for Democracy and Strategic Affairs, Ahmad Khoirul Umam, menilai langkah mundur Airlangga tidak lepas dari kuatnya benturan antar-kekuatan di lingkup internal Golkar. Faksi-faksi besar di lingkup internal Golkar itu berbenturan menjelang pilpres 2024.
Ia pun menduga keputusan Airlangga mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Golkar karena pengaruh dan tekanan dari sosok The Invisible Hand. "Tampaknya kembali bergerak karena langkah dan keputusan Airlangga di sejumlah pilkada dianggap kurang tegas dan memunculkan ketidakpastian," tutur Ahmad.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Francisca Christy Rosana, Andi Adam Faturahman, Rusman Paraqbueq, Aisyah Amira Wakang, dan Savero Aristia Wienanto berkontribusi dalam penulisan artikel ini