maaf email atau password anda salah


Milisi Abu Sayyaf Bunuh 6 Tentara Filipina

SUMISIP -- Kelompok separatis Abu Sayyaf kemarin menembak mati enam tentara Filipina yang tengah menjaga proyek pembangunan jalan di Provinsi Kepulauan Basilan, di wilayah selatan Filipina. Petinggi militer Filipina menyebutkan, proyek jalan itu sempat lama tertunda karena pernah diserang milisi Abu Sayyaf. Karena itu, saat ini proyek tersebut dilanjutkan dan dijaga tentara.

Para tentara itu tengah berpatroli di pinggiran desa pertanian di Kota Sumisip. Ketika itu, sekitar 20 milisi Abu Sayyaf dengan persenjataan berat secara tiba-tiba melancarkan serangan. Terjadi pertempuran selama 45 menit dengan brigade yang dipimpin Kolonel Angkatan Darat Rolando Bautista.

arsip tempo : 171847499228.

. tempo : 171847499228.

SUMISIP -- Kelompok separatis Abu Sayyaf kemarin menembak mati enam tentara Filipina yang tengah menjaga proyek pembangunan jalan di Provinsi Kepulauan Basilan, di wilayah selatan Filipina. Petinggi militer Filipina menyebutkan, proyek jalan itu sempat lama tertunda karena pernah diserang milisi Abu Sayyaf. Karena itu, saat ini proyek tersebut dilanjutkan dan dijaga tentara.

Para tentara itu tengah berpatroli di pinggiran desa pertanian di Kota

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 15 Juni 2024

  • 14 Juni 2024

  • 13 Juni 2024

  • 12 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan