maaf email atau password anda salah


Mayapada Hospital

Waspadai Benjolan Tanda Kanker Kelenjar Getah Bening

Mayapada Hospital berikan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit limfoma.#InfoTempo

arsip tempo : 171921142242.

Mayapada Hospital berikan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit limfoma. Foto dok www.mclaren.org . tempo : 171921142242.

15 September diperingati sebagai Hari Peduli Limfoma sedunia. Menyambut hari itu, Mayapada Hospital mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap penyakit limfoma atau yang lebih dikenal dengan kanker kelenjar getah bening. 

Limfoma merupakan jenis kanker darah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat, tidak seperti leukemia yang sudah lebih umum diketahui. Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah kanker darah yang dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati).

Limfoma biasanya ditemukan pada orang dewasa usia 60 tahun ke atas, dimana kasus pada pria lebih banyak daripada wanita. Limfoma berawal ketika sel kanker menyerang salah satu sel darah putih (limfosit) yang berfungsi melawan infeksi. 

Limfoma dibagi menjadi dua jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin (NHL). Terdapat lebih dari 70 tipe limfoma, dimana jenis NHL lebih sering terjadi dibandingkan limfoma Hodgkin. Perbedaan utamanya adalah pada jenis sel limfosit yang diserang kanker.

Gejala atau tanda dari limfoma bermacam-macam, tergantung pada jenis dan lokasi limfoma yang ada di dalam tubuh. Namun, tanda atau gejala yang kerap terjadi adalah timbulnya benjolan di beberapa bagian tubuh, seperti leher, ketiak, atau selangkangan. Benjolan tersebut muncul akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Beberapa gejala lainnya dapat berupa demam dan keringat berlebih di malam hari, berat badan turun 10 persen selama 6 bulan tanpa sebab yang jelas, perut membesar dan merasa kenyang walau hanya makan sedikit, nyeri dada disertai sesak napas atau batuk, sering infeksi, dan mudah memar atau berdarah. Namun terkadang kanker ini tidak menimbulkan gejala sampai sel kanker tumbuh cukup besar.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Dr. dr. Hilman Tadjoedin, Sp.PD KHOM menjelaskan, limfoma merupakan penyakit yang serius dan dapat menyebar ke bagian lain pada sistem getah bening jika tidak diobati. Padahal, getah bening memiliki fungsi yang vital terhadap sistem imun seseorang.

Menurutnya, adanya benjolan kecil di leher atau ketiak yang tidak kunjung hilang bisa menjadi tanda sehingga jika seseorang mengalami salah satu gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter. "Semakin dini limfoma terdeteksi, dapat memberikan harapan bagi seseorang untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang lebih cepat, tepat, dan efektif," kata Hilman, Kamis, 14 September 2023.

Hilman mengatakan, limfoma dapat didiagnosis dengan cara biopsi, yaitu mengambil sebagian, atau umumnya seluruh kelenjar getah bening untuk diperiksa apakah ada sel kanker pada kelenjar. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah onkologi. 

Selain itu, pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan radiologi seperti CT-Scan, MRI, X-Ray, pemeriksaan darah, pemeriksaan sumsum tulang, dan tes lainnya.Terapi atau pengobatan untuk limfoma sangat beragam, tergantung dari jenis limfoma yang diderita, sehingga penentuan jenis limfoma sedini mungkin enjadi salah satu kunci keberhasilan terapi.

Umumnya, pengobatan limfoma terdiri dari kombinasi antara beberapa golongan pengobatan yang dapat berupa kemoterapi, imunoterapi, terapi target, radioterapi, sampai transplantasi atau cangkok sumsum tulang. Contohnya, untuk limfoma NHL, terapi dapat terdiri dari 3 jenis kemoterapi yang dikombinasikan dengan terapi target dan steroid. 

Meski tidak bisa disamaratakan, secara umum 89 persen pasien Limfoma Hodgkin dan 74 persen penderita Limfoma Non-Hodgkin masih hidup lima tahun setelah diagnosis. “Seiring semakin majunya pengobatan untuk kanker, kini sudah terdapat terapi penanganan yang dapat langsung menargetkan protein penyebab berkembangnya limfoma sehingga terapi ini mampu meminimalisir kerusakan sel sehat. Imunoterapi, sebagai salah satu jenis terapi kanker dapat membantu sel imun tubuh melawan kanker sehingga imunoterapi menjadi harapan baru untuk penanganan limfoma," ujarnya.

Kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit limfoma penting untuk ditingkatkan bersama agar siapa pun dapat mengenali penyakit ini sedini mungkin. Karena itu, Mayapada Hospital melalui layanan terpadu untuk penanganan kanker bernama Oncology Center, menghadirkan para dokter multidisiplin bersama tim medis terkait serta fasilitas dan peralatan medis terkini untuk menangani limfoma dan berbagai jenis kanker secara komprehensif dan terpadu.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 24 Juni 2024

  • 23 Juni 2024

  • 22 Juni 2024

  • 21 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan