maaf email atau password anda salah


LSPR

IDD NET, Jejaring untuk Penyandang Disabilitas Perkembangan

Diperkirakan sekitar 1 dari 6 orang di Kawasan Asia dan Pasifik adalah penyandang disabilitas. Gangguan perkembangan.#InfoTempo

arsip tempo : 171898941556.

Diperkirakan sekitar 1 dari 6 orang di Kawasan Asia dan Pasifik adalah penyandang disabilitas. Gangguan perkembangan.. tempo : 171898941556.

Jakarta menjadi saksi peluncuran Indonesian Developmental Disorder Network (IDD NET) serta workshop internasional yang memaparkan Gangguan Perkembangan di Negara ASEAN pada 31 Agustus 2023.  Ini adalah langkah penting dalam mengatasi masalah gangguan perkembangan atau disabilitas perkembangan di Indonesia dan negara-negara ASEAN. 

Diperkirakan sekitar 1 dari 6 orang di Kawasan Asia dan Pasifik adalah penyandang disabilitas. Gangguan perkembangan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, seperti interaksi sosial, kemampuan berbicara, belajar, dan aktivitas sehari-hari.

Keluarga dengan anak yang memiliki gangguan perkembangan seringkali menghadapi tantangan berat, termasuk akses terbatas ke layanan kesehatan dan pendidikan, stigma, diskriminasi, dan masalah keuangan. Mereka juga mengalami tingkat stres yang tinggi karena perawatan dan pendampingan yang diperlukan oleh anak-anak mereka.

Dalam usaha untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan terhadap gangguan perkembangan, LSPR Institute of Communication & Business, bekerja sama dengan Japanese Developmental Disorder Network (JDD NET), memimpin inisiatif pembentukan IDD NET. Ini diharapkan dapat menjadi jejaring yang melibatkan berbagai pihak, seperti organisasi nasional dan lokal untuk penyandang disabilitas perkembangan, asosiasi orangtua, komunitas akademik, peneliti, dan organisasi profesional terkait gangguan perkembangan.

IDD NET juga memiliki tujuan untuk memajukan penelitian dan kebijakan yang berkaitan dengan disabilitas perkembangan di Indonesia. Ini merupakan langkah awal untuk memperjuangkan perubahan kebijakan yang mendukung penyandang gangguan perkembangan dan mempromosikan kemandirian serta perkembangan sosial mereka.

Acara peluncuran IDD NET dimulai dengan workshop internasional yang menghadirkan pembicara dari parlemen Indonesia dan Jepang, serta tokoh-tokoh penting dalam bidang disabilitas perkembangan. Workshop ini merupakan bagian dari perayaan 50 Tahun Persahabatan dan Kerjasama ASEAN-Jepang, dan bertujuan untuk mendiskusikan isu-isu terkait gangguan perkembangan di negara-negara ASEAN.

Dalam sambutannya, Prita Kemal Gani, Founder & CEO LSPR, menekankan pentingnya riset yang dilakukan dalam kerjasama ini. Hasil riset ini diharapkan dapat membantu individu penyandang disabilitas dan keluarganya untuk mendapatkan hak yang sama.

H.E. Ambassador Masahiko Kiya, Ambassador of the Mission of Japan to ASEAN, berharap bahwa kerjasama ini dapat mendukung negara ASEAN dalam mengatasi masalah gangguan perkembangan. Ia juga berharap bahwa workshop ini akan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh dunia.

Acara ini adalah hasil kolaborasi riset antara the National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities, Nozominosono, Jepang, dan LSPR Institute of Communication and Business of Indonesia, dengan dukungan dari the Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk penyandang disabilitas perkembangan, organisasi dan komunitas orangtua, akademisi, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam bidang ini.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 21 Juni 2024

  • 20 Juni 2024

  • 19 Juni 2024

  • 18 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan