maaf email atau password anda salah


Anwar Hafid

Raih Gelar Doktor, Anwar Hafid Tawarkan Morowali Berjama’ah

Disertasi Anwar menawarkan pembangunan masyarakat Morowali yang berjama’ah dan berkolaborasi.#infotempo

arsip tempo : 171825184841.

Disertasi Anwar menawarkan pembangunan masyarakat Morowali yang berjama’ah dan berkolaborasi. tempo : 171825184841.

Anggota DPR RI Periode 2019 - 2024 Anwar Hafid berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji dari Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta, Kamis 13 April 2023. 

Disertasi dengan judul ‘Penerapan Nilai-Nilai Religius dan Kearifan Lokal dalam Kepemimpinan Pemerintahan di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah’ itu berhasil memboyong Anwar mendapatkan gelar Doktor dengan nilai Sangat Memuaskan.

Sidang penguji dipimpin oleh Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, M.M.; Direktur Sekolah Pascasarjana IPDN Prof. Dr. Wirman Syafri, M.Si; dan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN Dr. Mansyur Achmad, M.A.

Sementara tim penguji antara lain Dr Ahmad Averus Toana, Dr. Drs. Muhadam Labolo, M.Si., Prof. Hyronimus Rowa, Dr. H Andi Jamaro Dulung M.Si., serta Prof Muhammad Ilham M.Si.

Anwar menceritakan dalam penyusunan disertasi itu mengalami hari-hari yang cukup berat. “Imam Ghazali mengingatkan kepada saya hanya orang-orang yang tidak bersyukur yang kalah, dan hanya mereka yang kurang mengerti yang akan putus asa. Sebab itulah saya di sini merasa bersyukur atas kemenangan dan optimisme terhadap semua pencapaian akademik yang baru.”

Anwar bercerita penyusunan disertasinya dimulai dengan semangat sekaligus kegelisahan. “Semangat untuk mengubah kepemimpinan di masa depan, dan kehendak merealisasikan pengalaman yang diperoleh bila dipercaya menjadi pemimpin berikutnya. Sedangkan kegelisahan menjadi pendorong untuk berusaha mengabdi mengubah realitas masyarakat dari yang belum baik menjadi lebih baik,” kata Anwar yang siap maju sebagai calon gubernur Sulawesi Tengah pada Pilkada 2024.

Disertasi Anwar menawarkan pembangunan masyarakat Morowali yang berjama’ah dan berkolaborasi.

Anwar memaparkan, Kabupaten Morowali merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Poso yang disahkan melalui Undang-undang No.51 Tahun 1999. Sejak tahun 2007 – 2013, Kabupaten Morowali melewati masa transisi melalui kepemimpinan daerah dengan tantangan cukup berat. 

Berbagai kebijakan Pemerintah Morowali diarahkan untuk perbaikan di bidang ekonomi yang bertujuan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga daya beli penduduk meningkat. Demikian pula dengan nilai-nilai kearifan lokal yang saling menguatkan dan mempersatukan sebagai modal awal membangun kabupaten Morowali.

Nilai kearifan lokal kemudian tidak hanya dipakai di dalam masyarakat tetapi juga diadopsi di dalam dunia pemerintahan di Kabupaten Morowali. “Tepe Asa Moroso (bersatu dengan erat atau bersatu untuk kuat) merupakan salah satu semboyan atau nilai kearifan lokal yang sering digunakan oleh masyarakat Kabupaten Morowali,” tutur Anwar.

Strategi dan kebijakan Kabupaten Morowali kemudian mengacu pada Tahapan Rencana Strategi (Renstra) Kabupaten Morowali Tahap ke-tiga. Renstra kata Anwar, ditujukan untuk mencapai Morowali sejahtera yang bertumpu pada nilai religious dan nilai kearifan lokal. “Sehingga agama tidak hanya hadir sebagai ritualitas pada individu, akan tetapi memiliki dampak yang jauh lebih luas yakni meningkatkan performa penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui perangkat-perangkat yang ada.”

Gagasan Morowali Berjama’ah, kata Anwar, menjadi strategi guna memobilisasi sumber daya aparatur menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Kata berjama’ah tak hanya digunakan masyarakat muslim namun juga oleh agama-agama lainnya di Indonesia. “Di Nasrani ada sebutan Jemaat, Hindu ada perkumpulan, dan lainnya. Di Sulawesi Selatan masyarakatnya sangat religius, bukan karena satu agama namun karena masyarakatnya sangat toleran,” ujar dia.

Anwar menuturkan, model kepemimpinan yang ditawarkan yaitu kepemimpinan berjama’ah, berkolaborasi. Sama-sama bekerja. “Intinya bukan ritualnya, namun aktivitasnya. Konsepnya kolaborasi.”

Disertasi Anwar menawarkan pembangunan masyarakat Morowali yang berjama’ah dan berkolaborasi.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan bangga karena terdapat kader Partai Demokrat yang kembali meraih jenjang Doktor. “Hal ini menambah spirit dan amunisi,” kata dia.

Pria yang kerap disapa Ibas itu berharap pendidikan tertinggi yang diraih Anwar dapat bermanfaat bagi masyarakat baik masyarakat Sulawesi dan masyarakat Indonesia. “Inna Ma’al Usri Yusro, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Di saat orang berduka diminta untuk bersabar. Ini bentuk kesabaran untuk menjadi seorang pemimpin yang diimpikan. InshaAllah disertasi ini bisa diterapkan,” kata dia.

Sementara itu, cucu raja terakhir dari Kerajaan Bungku, MI Ridwan mengatakan presentasi Anwar sudah berjalan di Morowali. Dia pun menyambut baik peran Anwar yang mampu membuka Kerajaan Bungku hingga saat ini. “Saya anggap ini sebuah start,” ujar dia. Ridwan pun berharap, ke depan Sulawesi Tengah akan terdapat perubahan. “Tentunya tergantung pemimpinnya.”

Konten Eksklusif Lainnya

  • 13 Juni 2024

  • 12 Juni 2024

  • 11 Juni 2024

  • 10 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan