maaf email atau password anda salah


Kemenperin

Menuju Kemandirian Industri Semikonduktor Nasional

Pemerintah menyiapkan pusat desain semikonduktor di Bandung, Jawa Barat. Industri semikonduktor nasional tertinggal jauh dari negara lain di Asia. #Infotempo

arsip tempo : 172151225258.

Dialog Nasional Peran Esensial Industri Semikonduktor pada Percepatan Transpormasi Digital, Kamis, 24 November 2022.. tempo : 172151225258.

Presiden Direktur PT Astra Visteon Indonesia, Prihantanto Agung, mengibaratkan industri semikonduktor seperti kecil-kecil cabai rawit. Barangnya kecil tapi menentukan dalam proses produksi otomotif. “Barangnya kecil harganya cuma 0,1 dolar, tapi bisa membuat kami jualan mobil yang harganya ratusan juta,” ujarnya dalam Dialog Nasional Peran Esensial Industri Semikonduktor pada Percepatan Transformasi Digital, Kamis, 24 November 2022.

Selama pandemi, rantai pasok semikonduktor global terputus dan berdampak negatif bagi sektor otomotif. “Ini memukul industri kami,” tuturnya.

Harga semikonduktor yang semula sekitar US$0,1 melonjak berlipat-lipat menyentuh US$9-25. Bagi industri otomotif produk otomotif tidak akan jalan tanpa semikonduktor. “Terpaksa kami beli. Kalau tidak, industri mobil bisa mati,” ungkap Prihantanto.

Lonjakan harga semikonduktor yang tinggi memukul kegiatan produksi mobil. Salah cara untuk menekan harga adalah dengan melibatkan pemasok kecil asal Cina. Para pemasok dari Negeri Tirai Bambu itu diajak membuat semikonduktor yang sesuai dengan standar kebutuhan Astra.

“Artinya, ini peluang besar bagi kita. Di Indonesia kalau mengajak pemasok besar agak susah, tapi kalau mengajak yang kecil untuk bikin di dalam negeri kemungkinan besar bisa,” kata Prihartanto.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transpor dan Elektronika, Taufik Bawazier, mengatakan Indonesia perlu mengambil bagian agar memiliki ekosistem semikonduktor nasional. Upaya tersebut perlu dilakukan agar target Making Indonesia 4.0 dapat tercapai. “Kami kerahkan kemampuan bangsa dari ahli elektronik hingga mikroelektronik,” kata dia.

Dialog Nasional Peran Esensial Industri Semikonduktor pada Percepatan Transpormasi Digital, Kamis, 24 November 2022.

Dia mengungkapkan Indonesia pernah memiliki pabrik semikonduktor pada 1986. Ekspor dalam bentuk chip semikonduktor pernah mencapai 135 juta pada masa itu.

Taufik mengatakan peluang membangun kembali industri semikonduktor di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence sangat besar. “Butuh peta jalan 10-20 tahun ke depan tentang industri semikonduktor yang bisa mengisi kebutuhan dalam negeri,” kata dia.

Saat ini pemerintah sedang menyiapkan pusat desain semikonduktor di Bandung, Jawa Barat. “Seluruh universitas dan akademisi akan masuk dalam skema ekosistem tersebut,” ujarnya.

Dibandingkan negara Asia lainnya, Indonesia tertinggal membangun industri semikonduktor. Taufik menyebut Jepang sudah memulai pada 1970-1980. Dalam periode tersebut, Negeri Matahari Terbit itu menjadi negara penghasil semikonduktor terbesar dunia.

Pengembangan industri di Jepang didukung industri dalam negeri, Fujitsu dan Toshiba, yang melakukan joint laboratory. “Mereka menguasai sekitar 51 persen pasar dunia dan membuat joint riset,” kata Taufik.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito, mengatakan industri semikonduktor menghasilkan komponen vital dari teknologi di tengah megatrend seperti remote working, artificial intelligence (AI) dan electric vehicle (EV).

“Semikonduktor diproduksi sebagai komponen peralatan listrik/elektronik seperti dioda, integrated circuit (IC) dan transistor,” kata Warsito.

Adapun silikon menjadi material building block bagi industri semikonduktor. Silikon dapat dihasilkan dari pengolahan bahan baku silika (SiO2), antara lain pasir silika, kuarsit, dan batu kuarsa dengan beragam proses. “Tapi, saat ini belum ada industri pengolahan silika hingga wafer silikon (1-5) di Indonesia,” ungkapnya.

Saat ini Kementerian Perindustrian terus berupaya menguasai industri strategis mulai dari industri hulu, intermediate, hingga hilir. Rencana ini harus diikuti dengan kebijakan strategi yang menunjang iklim industri semikonduktor.

Dialog Nasional Peran Esensial Industri Semikonduktor pada Percepatan Transpormasi Digital, Kamis, 24 November 2022.

Warsito mengakui investasi industri hulu intermediate seperti MG-Si dengan kapasitas 32 ribu metrik ton per tahun butuh US$300 juta. Untuk industri polysilicon dengan kapasitas 6.500 metrik ton per tahun membutuhkan dana US$373 juta. Sedangkan industri ingot monocry monocrystalline dan wafer silicon butuh investasi US$85 juta.

“Banyak industri yang belum kami petakan secara komprehensif. Kami ingin menginventarisasi seluruh industri terkait silika, karena sumber dayanya ada disini,” kata Warsito.

Country Manager Indonesia STMicroelectronics, Slamet Wahyudi, mengatakan bahan baku utama semikonduktor, foundry, sekitar 56 persen dikuasai TSMC. Kemudian Samsung 16 persen, UMC 7 persen, Global Foundry 6 persen, SMIC 4 persen, dan lainnya 12 persen.

“Proses manufaktur setelah foundry ada beberapa proses yang dikerjakan oleh robot dan diawasi oleh manusia. Ada beberapa orang Indonesia yang bekerja di bagian research and development (R&D),” kata Slamet.

Menurut dia, ekosistem semikonduktor perlu penguatan pada proses R&D agar dapat berkembang dan dikomersialisasikan. Langkah baik tersebut sudah dipraktikkan oleh Singapura dan Malaysia.

Director of Enterprise Intel Indonesia Corporation, Fransiskus Leonardus mengungkapkan menurut perhitungan Intel pembuatan pabrik manufaktur pada periode 2020 membutuhkan nilai investasi sebesar US$10-15 miliar.

“Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan pada 2010 dengan nilai investasi sebesar US$6 miliar,” katanya.

Di sisi lain, Intel mensupport penuh pengembangan semikonduktor dalam negeri yang akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Perindustrian melalui nota kesepahaman antara lain untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu melakukan desain chip.

Sebab, dalam proses desain semikonduktor hal yang perlu diperkuat adalah dari sisi R&D, termasuk penyiapan SDM. Berdasarkan pengamatannya, selama ini belum ada desain made in Indonesia. Negara tetangga seperti Malaysia sudah memiliki desain tersendiri. Bahkan, satu negara tertentu bisa memiliki lebih dari 20 desain.

Adapun dari sisi industri, Intel juga sudah menyiapkan roadmap yang di dalamnya juga menyediakan dari sisi tenaga ahli, database, desain yang berbasis low design. Hal ini menjadi bagian dari CSR yang diberikan Intel untuk Indonesia.

“Ini tawaran bagaimana chips bisa dibuat di Indonesia,” ujarnya

Dalam dialog hadir Direktur Utama PT Adyawinsa Electrical and Power, Agustinus K Palalangan; Senior Director Government Affairs South East Asia Qualcomm International, Nies Purwati.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 20 Juli 2024

  • 19 Juli 2024

  • 18 Juli 2024

  • 17 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan