maaf email atau password anda salah


KB Bukopin

KB Bukopin Tutup Cabang, Optimalisasi Jaringan di Era Digital

Perkembangan era digital memangkas sejumlah kantor cabang. #Infotempo

arsip tempo : 172089871388.

Ilustrasi penggunaan aplikasi Wokee+.. tempo : 172089871388.

Mulai beralihnya layanan perbankan konvensional ke digital, akan berdampak pada penutupan kantor cabang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat hanya 25.641 unit kantor cabang bank umum per Juni 2022. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir menyusut sebanyak 4.058 kantor cabang dari posisi Juni 2021 yang mencapai 29.699 kantor cabang.

Beberapa Bank turut merespon perkembangan era digital tersebut dengan memangkas sejumlah kantor cabang. Namun, Bank tetap memperkuat layanan cabang yang ada dengan mentransformasi menjadi digital maupun smart branches.

Digitalisasi kantor cabang sudah dilakukan beberapa tahun lalu, berdasarkan data OJK pada 2015 merupakan puncak tertinggi jumlah kantor cabang sebanyak 32.953, dibandingkan per Juni 2022 sebanyak 25.641 unit. Artinya berkurang 7.312 unit atau 22,19 persen dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.

PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) pun turut beradaptasi atas perkembangan era digital saat ini. Keberadaan kantor cabang perbankan secara fisik masih dibutuhkan oleh Bank untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang ingin mendapat layanan keuangan yang khusus. 

Digitalisasi dapat dibagi kedalam beberapa sisi, yaitu eksternal dari sisi nasabah dan internal dari sisi Bank. Bagi Perbankan, hubungan antara Bank dan nasabah harus dijaga melalui pertemuan secara fisik maupun non fisik. Dengan kata lain, digitalisasi perlu diadaptasi dan diimplementasikan.

Secara alami, akibat adanya digitalisasi serta perubahan perilaku masyarakat menyebabkan keberadaan dan fungsi kantor cabang bank konvensional akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

Pandemi Covid-19 menjadi salahsatu faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku transaksional nasabah dari siste, konvensional menjadi digital ataupun dari system offline menjadi online. Untuk merespon hal tersebut, Bank harus mampu beradaptasi dengan merubah pola bisnis yang ada, termasuk salah satunya yaitu kantor cabang sebagai instrument pengembangan bisnis perbankan menjadi lebih terdigitalilasi. 

Sehingga alokasi biaya pengembangan jaringan cabang dapat teroptimalisasi kedalam bentuk lain melalui pengembangan teknologi produk dan layanan yang dapat menjawab seluruh kebutuhan nasabah atas perubahan perilaku transaksional tersebut.

Untuk mendukung seluruh proses adaptasi system perbankan yang komprehensif, pihak-pihak yang memiliki informasi dan keilmuan seputar perkembangan digital perbankan juga harus bisa berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat untuk membangun dan memperkuat industri perbankan di tanah air di era digital saat ini.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 13 Juli 2024

  • 12 Juli 2024

  • 11 Juli 2024

  • 10 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan