maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Kemendagri

Alfascadieno Akbar Fatoni, Santri dan Hafidz Qur'an yang Masuk IPDN

Rabu, 17 Agustus 2022

Sekitar satu tahun Adien mengikuti bimbel, latihan fisik dan psikologi, serta diet ketat. Melalui doa, ibadah, dan dukungan keluarga, ia berhasil menjadi Praja Pratama. #Infotempo

Wakil Menteri Dalam Negeri menyematkan tanda pangkat kepada perwakilan Alfascadieno Akbar Fatoni dan Gita Parahiya Putri Bahari pada saat Pengukuhan Praja Pratama Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2022.. tempo : 167586016549

Menteri Dalam Negeri diwakili oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Jhon Wempi Wetipo telah mengukuhkan 1.227 pemuda menjadi Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2022. Pengukuhan berlangsung di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Senin, 15 Agustus 2022.

Salah satu putra terbaik bangsa yang dikukuhkan sebagai Praja Pratama Angkatan XXXIII adalah Alfascadieno Akbar Fatoni atau biasa dipanggil Adien. Dirinya bersama Gita Parahiya Putri Bahari terpilih sebagai pengucapan Kode Kehormatan Praja dan perwakilan pemasangan tanda pangkat oleh Wakil Menteri Dalam Negeri selaku Inspektur Upacara.

Siapa sangka, Adien merupakan alumni pesantren dan Hafidz Qur'an 30 Juz, lulusan Pondok Pesantren Tahfidz Internasional dan SMA Daarul Qur'an, Tangerang, Banten. Sekolah ini salah satu pondok pesantren tahfidz terbesar di Indonesia. Selama 6 tahun, Adien dibina dengan pendidikan agama dan disiplin yang ketat. Bangun tidur mulai pukul 03.00 untuk salat tahajut dan dilanjutkan kegiatan sampai malam hari.

Alfascadieno Akbar Fatoni, Praja Pratama Angkatan XXXIII IPDN.

Setelah lulus dari ponpes tersebut, Adien yang menjadi salah satu santri terbaik di sekolahnya, diterima tanpa tes diperguruan tinggi negeri favorit jurusan Arsitektur Landscape. "Saya harus ambil Arsitektur Landscape, karena kalau saya tidak ambil, sekolah saya bisa di-blacklist tidak bisa ikut program lagi," ujar pemuda kelahiran Jakarta, 22 Januari 2003 ini. Kebetulan, aktivitas perkuliahan berlangsung daring karena masih pandemi. “Kuliahnya kan online selama 1 tahun, jadi saya bisa gunakan untuk persiapan masuk IPDN.”

Selama satu tahun itulah Adien melakukan persiapan intensif agar lolos seleksi IPDN. "Saya ikut bimbel (bimbingan belajar) secara intensif. Baik bimbel SKD (Seleksi Kemampuan Dasar), latihan fisik dan tes psikologi. Saya ikut berbagai macam bimbel dalam waktu bersamaan. Jadi saya ikut bimbel SKD misalnya, saya ikut dibeberapa tempat, tidak hanua satu Juga bimbel psiko test, saya juga ikut banyak tempat,” katanya.

Ia juga rutin melakukan cek kesehatan dan konsultasi dengan dokter. “Saya diet ketat untuk menurunkan berat badan menjadi ideal. Berat badan saya dari 107 kg bisa turun menjadi 63 kg dalam waktu satu tahun.”

Menurut Adien, kerja keras, fokus dan berupaya sungguh-sungguh akhirnya berbuah manis lolos seleksi di IPDN. “Jangan buang-buang waktu. Semua tergantung dari kita kok. Kalau kita serius, insyaAllah bisa berhasil."

Ia sangat bersyukur kedua orang tuanya memberi dukungan penuh, memberikan arahan, dan memonitor terus perkembangan. “Adik-adik saya dan keluarga yang lain juga ikut mendukung,” ucapnya.

Adapun, alasan Adien memilih IPDN karena lulusannya bekerja di pemerintahan. “Kalau pemerintah kan akan membuat aturan, membuat kebijakan, dan punya kewenangan. Jadi kita punya kesempatan yang besar untuk membuat perubahan, membuat perbaikan-perbaikan, banyak bisa menolong dan membantu orang, bisa mendorong orang lain berbuat kebaikan, bahkan bisa memaksa orang untuk berbuat baik, berbuat tertib dan disiplin,” tutur Adien.

Adien juga memberi saran kepada remaja lain agar meraih kesuksesan. Hal pertama yang penting adalah berdoa dan beribadah sesuai agama yang dianut. “Bagi yang muslim, banyak sholawat dan baca Al-Qur'an. Kalau bisa dihafal dan dipahami. Insya Allah kita akan dapat berkah dan karomahnya. Allah akan banyak membantu dan menolong kita. Sebaik-sebaik penolong ya Allah, Tuhan kita masing-masing. Kita harus minta sama Allah, sama Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar dia.

Banyak prestasi yang sudah diraih Adien sejak TK hingga SMA. Ia selalu mendapat nilai terbaik setiap semester, sekaligus aktif mengikuti turnamen basket. "Saya hobi basket. Sering ikut pertandingan, baik ditingkat daerah atau tingkat nasional. Lumayan buat pengalaman dan pertemanan. Dengan olah raga, badan juga sehat dan segar," katanya. (*)

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 8 Februari 2023

  • 7 Februari 2023

  • 6 Februari 2023

  • 5 Februari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan