maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Pluang

Pluang: IHSG dan Pasar Kripto Kembali Positif

Selasa, 31 Mei 2022

Aksi borong saham Amerika Serikat dongkrak IHSG. Nilai domestik Dolar AS yang melandai juga membantu investor berani memilih pasar kripto.

Ilustrasi pergerakan harga saham.. tempo : 167029703041

Indeks Harg Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.037,56 poin pada Senin, 30 Mei 2022, naik naik 0,16 persen dibanding pada saat penutupan Jumat, 27 Mei 2022. Kendati mulai membaik, IHSG sempat berada pada zona merah selama 30 menit setelah pembukaan hingga menjelang penutupan pasar.

Hasil ini menunjukkan bahwa pelaku pasar sedang giat menjalankan aksi ambil untung (profit taking). Pasalnya, indeks domestik kembali menembus level 7.000 di akhir pekan lalu. Namun, sentimen eksternal berhasil menopang IHSG sehingga kembali ke jalur positif.

Salah satu sentimen eksternal yang mendongkrak kinerja IHSG adalah situasi ekonomi AS yang membuat pelaku pasar makin nafsu memborong saham-saham AS. Sebagai buktinya, trio indeks Wall Street kompak reli kencang akhir pekan lalu setelah melihat data inflasi AS yang melandai.

Pekan kemarin, Biro Analisis Ekonomi AS merilis bahwa tingkat inflasi tahunan AS jika dilihat dari pengeluaran konsumsi masyarakat (personal consumption expenditure/ PCE) mencapai 4,9 persen pada April. Hal ini mengindikasikan bahwa inflasi AS perlahan melambat dan mungkin membuat The Fed untuk lebih kalem dalam melancarkan aksi moneternya.

Sentimen ini pun menjadi berkah untuk bursa kawasan Asia. Indeks Nikkei225 Jepang dan Hang Seng kompak ditutup masing-masing di atas 2 persen pada Senin. Sementara nilai indeks STI Singapura sukses melonjak 0,29 persen.

Kendati IHSG kembali ke teritori positif, investor asing terlihat menjaga jarak dengan pasar domestik. Sikap ini tercermin dari nilai jual bersih asing (net foreign sell) sebesar 9,4 miliar di pasar reguler. Saham yang paling banyak dijual adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 285,2 miliar, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebanyak Rp 86,1 mliar, serta saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 43,2 miliar.

Sebaliknya, pelaku pasar memilih saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), masing-masing sebanyak Rp127,5 miliar dan Rp113,7 miliar. Selain itu, mereka juga tampak doyan memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp113,7 miliar.

Suasana berbeda terlihat pada pasar kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 15.29 WIB, Senin, 30 Mei, sebanyak 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses berakhir di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Dari sisi teknikal, fokus pelaku pasar hari ini secara umum memang mencoba membawa harga-harga aset kripto menembus titik resistance-nya. Pasalnya, mereka menganggap pergerakan harga aset kripto terbilang maju-mundur untuk periode yang cukup lama. Terlebih, situasi makroekonomi saat ini terbilang cukup mendukung reli harga-harga aset kripto.

Perkembangan ini terpengaruh oleh nilai indeks Dolar AS yang terus melandai, sehingga pelaku pasar memilih melepas Dolar AS dan menempatkan dananya di pasar aset berisiko. Sekadar informasi, pergerakan nilai Dolar AS memiliki korelasi negatif dengan aset kripto. Pelaku pasar juga terlihat semakin optimistis dengan pasar kripto setelah kecemasan mereka atas ketidakpastian ekonomi, khususnya kebijakan moneter agresif The Fed yang perlahan mereda.

Tapi, sampai kapan reli kripto hari ini akan berlanjut? Nah, beberapa analis masih pecah pendapat ketika menjawab pertanyaan tersebut. Di satu sisi, analis kripto The DeFi Edge seperti dikutip Cointelegraph mengatakan bahwa trader yang bersifat "aji mumpung" akan keluar dari kondisi bear market. Sehingga, pasar kripto akan berisikan investor dan trader yang dianggap berkualitas dan mampu mendorong performa apik pasar kripto dalam jangka waktu yang lumayan panjang.

Namun, di sisi lain, kepala strategi teknikal Fundstrat, Mark Newton, mengatakan bahwa pasar kripto masih berpotensi terseret lantaran faktor kebijakan The Fed. Kendati diprediksi The Fed tidak akan bertindak agresif seperti sebelumnya, otoritas moneter AS sampai saat ini belum memberikan keputusan resmi.

Mencermati pasar saham dan kripto sangat penting bagi kamu yang berinvestasi di sektor ini. Karena itu penting untuk menggunakan aplikasi Pluang yang dapat diunduh di sini, dan dapatkan investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 hanya tiga kali klik. Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. (*)

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 6 Desember 2022

  • 5 Desember 2022

  • 4 Desember 2022

  • 3 Desember 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan