maaf email atau password anda salah


Telkom

Prospek Telkom Tumbuh hingga Akhir Tahun

Pandemi ataupun tidak saham Telkom akan terus bertumbuh.

arsip tempo : 171820486410.

Ilustrasi petugas Telkom Indonesia memeriksa menara BTS.. tempo : 171820486410.

Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diprediksi masih akan cerah hingga akhir 2022. Equity Research Analyst Indo Premier Securities, Hans Tantio, mengatakan dari segala matriks Telkom masih akan bertumbuh hingga akhir tahun.

"Kinerja perusahaan tahun ini masih bagus, seperti yang diketahui, secara konsodilasi di industri juga baik, terefleksi dengan semuanya masih bertumbuh," kata Hans.

Selama pandemi, saham-saham telekomunikasi diketahui cukup bertumbuh. Tapi, menurut Hans, dengan adanya pandemi Covid-19 maupun tidak, Telkom akan terus bertumbuh. "Penggunaan data usage dan growth itu selalu tumbuh, biasanya setelah mencapai titik tertentu di kuartal ini menjadi basis yang masih akan tumbuh lagi, bisa dikatakan penggunaannya dan akan stabil," ujarnya.

Selain itu, Hans juga mengatakan, langkah Telkomsel sebagai anak usaha Telkom melakukan inovasi sinergi dengan Goto adalah langkah yang tepat. Menurut Hans, investasi yang dilakukan sejak 2020 ini menciptakan banyak sinergi dan paket-paket untuk mitra driver dan juga UMKM sendiri.

"Dengan adanya sinergi ini, penetrasi ke pengguna Telkomsel jadi meningkat, bisa dibilang misal mitra Gojek ada 2,5 juta orang dan ini tentu saja positif untuk Telkom," kata Hans.

Di sisi lain, Hans mengungkapkan, Telkom harus mewaspadai kondisi makro saat ini meski ekspetasi Telkom mulai tercapai. Menurutnya, saat ini banyak guncangan pada makro ekonomi karena The Fed tengah terus menaikan suku bunga untuk menekan inflasi.

Menurutnya saham itu sebab akibat, meski fundamental baik, harus mewaspadai guncangan-guncangan ekonomi. Telkom melaporkan laba bersih sebesar Rp 6,12 triliun pada periode tiga bulan pertama 2022, naik tipis 1,7 persen dari Rp 6,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip pada Selasa, 10 Mei 2022, pendapatan tercatat mencapai Rp 35,2 triliun, naik 3,7 persen dari Rp 33,9 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu. Laba bersih per saham juga tercatat naik tipis menjadi Rp 61,76, dari sebelumnya Rp 60,71 pada kuartal I/2021. 

"Selama triwulan pertama tahun 2022, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,7 persen YoY dalam Pendapatan, dengan EBITDA dan Laba Bersih tumbuh sebesar 3,1 persen dan 1,7 persen YoY, masing-masing," kata manajemen Telkom dalam info memo.

EBITDA tercatat Rp 19,39 triliun pada kuartal I-2022, dibandingkan dengan Rp 18,81 triliun pada kuartal I-2021. "IndiHome terus menjadi mesin pertumbuhan kami dengan membukukan Pendapatan sebesar Rp 6,9 triliun atau tumbuh sebesar 7,9 persen YoY, didukung oleh total pelanggan 8,7 juta dan ARPU yang relatif stabil selama periode tersebut," ujar manajemen. 

Selain itu, Bisnis Digital Telkomsel terus tumbuh sehat dengan pertumbuhan trafik data 19,2 persen YoY dan kontribusinya mencapai 80 persen dari total pendapatan Telkomsel.

Penurunan harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang signifikan membuat PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) harus membukukan unrealized loss atau kerugian yang belum terealisasi hingga Rp 811 miliar. Namun, menurut Hans kerugian yang belum teralisasi itu tidak ada efek kepada kinerja perseroan pada jangka menengah,

"Ini non-cash item, ini biasanya di Telco lihatnya EBITDA, ini item di bawah EBITDA. Ini non cash item tidak akan mengganggu kinerja sama sekali, ini hanya masalah akuntansi semata," kata Hans.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 12 Juni 2024

  • 11 Juni 2024

  • 10 Juni 2024

  • 9 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan