maaf email atau password anda salah


Kementan

Menteri Pertanian Dorong Pertanian Terpadu di Wajo

Pengembangan pertanian terintegrasi dapat meningkapkan pendapatan petani dan pertumbuhan ekonomi.

arsip tempo : 171885369879.

Kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo ke kawasan pertanian terpadu Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.. tempo : 171885369879.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan penanaman sekaligus panen jagung perdana di kawasan pertanian terpadu (integrated farming) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Syahrul mendorong Wajo mengembangkan kawasan pertanian yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurut dia, pertanian adalah sektor yang menyediakan pangan dan juga menyediakan lapangan kerja terbuka dimana sepanjang bekerja bekerja pasti menghasilkan uang. “Pak Bupati tunjukkan Maret besok lahan ini panen dengan provitas minimal lima kilogram per hektare, buat ini luar biasa, konsepsikan segera,” kata Syahrul di kawasan pengembangan sistem pertanian terpadu berbasis jagung Kelurahan Macanang, Kecamatan Majauleng, Wajo, Senin, 7 Februari 2022.

Mentan meminta integrated farming berbasis jagung menjadi kawasan pengembangan sistem usaha tani yang mengintegrasikan beberapa usaha tanaman. “Seperto tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang dikelola secara terpadu,” ujarnya.

Syahrul menyarankan juga ditanam komoditas hortikultura lain. “Tanam jeruk, kelapa dan pisang. Jangan cuma tunggu jagung. Sambil kita tunggu panen jagung, pisangbisa panen, begitu dengan yang lain sehingga tidak ada bulan tanpa panen," tuturnya.

Menurut dia program integrated farming harus didukung dengan kebijakan kredit usaha rakyat sektor pertanian. Fasilitas kredit khusus diberikan untuk kelompok komoditas pertanian dan produktif lainnya dengan perusahaan mitra sebagai off-taker.

Pengembangan integrated farming, kata Syahrul, harus memenuhi beberapa syarat. Antara lain letak strategis, lahan clear and clean di lokasi eksisting atau lahan baru, dikelola oleh kelompok tani dan sumber daya manusia aktif. Selain itu diutamakan satu hamparan dan dikembangkan sebagai demfarm show window teknologi dan dapat dijadikan wisata agro.

"Setelah ini, segera lakukan pelatihan, lahan harus clear, pekerja juga harus clear dan pengembangan tidak ada hambatan lagi. Sekali lagi Pak, Maret saya mau lihat bagaimana perkembangannya," kata Syahrul.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan pengembangan kawasan pertanian terpadu berbasis jagung di wilayahnya seluas 400 hektare yang meliputi 20 titik embung. Lahan tersebut terdiri dari 41 hektare jagung siap panen, 73 hektare jagung tanam dan 30 hektare untuk pengembangan cabai. Kemudian untuk tanaman kacang hijau seluas 21 hektare, 48 hektare pisang dan 15 hektare manga. Sedangkan untuk peternakan terdiri dari 250 ekor sapi dan 70 ribu ekor ayam pedaging.

Amran mengatakan pengembangan kawasan pertanian terpadu menjadi sinergi pemerintah, masyarakat dan seluruh stake holder untuk meningkatkan pendapatan petani. “Kami melibatkan semua pemangku kepentingan, semua kelompok tani kami berdayakan, lahan kurang produktif kami produktifkan, semua sumber air kami manfaatkan agar upaya ini maksimal,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Mentan menyerahkan sejumlah bantuan berupa bantuan alsintan prapanen dan pasca panen. Juga bantuan bibit cabai dan bibit jahe kepada petani dan kelompok tani.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 20 Juni 2024

  • 19 Juni 2024

  • 18 Juni 2024

  • 16 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan