maaf email atau password anda salah


Ditjen EBTKE

Patriot Energi Garda Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Para pemuda melakukan identifikasi potensi-potensi yang ada di daerah terdepan, terluar, tertinggal dan transmigrasi atau 4T.

arsip tempo : 172149284083.

Ilustrasi petugas PLN sedang melakukan pemeriksaan jaringan listrik.. tempo : 172149284083.

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, mengatakan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses energi, khususnya listrik di daerah-daerah 4T (terdepan, terluar, tertinggal dan transmigrasi). Pemerintah berkewajiban memberikan akses energi kepada masyarakat di seluruh negeri.

"Masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum mendapatkan akses energi, terutama di area 4T. Pemerintah harus mengupayakan akses energi listrik semaksimal mungkin agar energi listrik dapat dijangkau masyarakat," kata Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, pada saat menjadi pembina upacara dalam Apel Pembekalan Patriot Energi, Senin, 20 September 2021.

Pemerintah mengirimkan Patriot Energi ke daerah-daerah 4T untuk mengidentifikasi sumber-sumber energi untuk dimanfaatkan secara mandiri. Kementerian Energi mengirimkan generasi muda berjiwa sosial, aktif, cerdas, bersemangat, memiliki motivasi dan dilatih mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Mereka akan diterjunkan di daerah 4T untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

"Kami berharap saudara-saudara yang diterjunkan ke lapangan dengan hasil pelatihan yang didapat di sini (Pusat Pengembangan Sumber Daya Mineral/PPSDM KEBTKE) dapat melakukan identifikasi potensi-potensi yang ada di daerah-daerah,” kata Arifin.

Dia menambahkan Patriot Energi dapat mengembangkan energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat setempat dengan biaya kompetitif. “Manajemen yang sederhana sehingga masyarakat di daerah yang terpencil dapat mengupayakan energinya sendiri," ujarnya.

Menurut Arifin, kemajuan teknologi dunia menunjukan competitiveness energi baru terbarukan semakin meningkat. Pada tahun mendatang akan semakin lebih kompetitif lagi dibandingkan dengan energi fosil. “Kita terus mencermati perkembangan ini dan masih pada dalam tahap transisi dan dalam tahap transisi,” kata dia.

Transisi ini, lanjut Arifin, diharapkan dapat berjalan mulus. “Tidak ada distorsi yang menghambat dan dampak sosial.”

Menurut Arifin, menjadi Patriot Energi merupakan kontribusi yang dapat diberikan kepada bangsa dan negara dalam memberdayakan masyarakat untuk menggunakan energi bersih. "Inilah wujud dedikasi dari anda sekalian untuk bangsa ini dan generasi mendatang,” tuturnya.

Dia menjelaskan meski memulai dengan skala kecil tapi diharapkan ini bisa menjadi budaya. “Mari budayakan masyarakat di daerah yang sadar dengan energi yang bersih, dapat mengelola, dapat memiliki kemampuan untuk bisa mengelola dan tangan-tangan andalah yang akan menyentuhnya di lapangan," ujar Arifin.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana, mengatakan Kemenetrian mendidik dan melatih 100 orang calon Patriot Energi. Mereka terdiri dari 77 orang dari wilayah barat dan 23 orang dari wilayah timur Indonesia. Mereka terdiri dari 42 orang laki-laki dan 58 perempuan.

"Sebagai upaya penyiapan Patriot Energi dalam melaksanakan tugasnya, perlu diberikan pembekalan untuk para Patriot Energi. Pembekalan dimaksud meliputi kompetensi keteknisan, kejuangan, kerakyatan dan keikhlasan," kata Dadan.

Dadan mengatakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Mineral EBTKE Kementerian ESDM bekerja sama dengan IBEKA telah menyusun rangkaian kegiatan pelatihan. Meliputi metode pelatihan, kurikulum, dan narasumber. Mereka diharapkan dapat memberi bekal Patriot Energi mengatasi segala hambatan dan tantangan saat terjun di lapangan.

Dadan menjelaskan rangkaian kegiatan pelatihan ini dimulai dengan kedatangan para Patriot Energi di Jakarta pada tanggal 18 September 2021. Dilanjutkan dengan kegiatan pengenalan program, tata tertib, panitia, dan pendidik dengan para Patriot Energi pada 19 September 2021. “Pelatihan kompetensi keteknisan akan dilaksanakan selama 10 hari pada tanggal 20 sampai dengan 29 September 2021 secara tatap muka di PPSDM KEBTKE. Pelatihan teknis meliputi kemampuan pemetaan potensi, pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas energi terbarukan," kata Dadan.

Setelah selesai mendapatkan kompetensi teknis, Patriot Emergi akan diberikan pembekalan kompetensi kejuangan, keikhlasan, pembangunan berbasis masyarakat. “Sedangkan simulasi live-in lapangan selama 32 hari pada tanggal 30 September sampai dengan 30 Oktober 2021 di IBEKA,” ujar Dadan.

Sebagai informasi, Patriot Energi adalah generasi muda yang berjiwa sosial, aktif, cerdas, bersemangat dan memiliki motivasi. Mereka dilatih untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) terutama di daerah 4T untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program Patriot Energi pernah dilaksanakan Ditjen EBTKE pada 2015- 2016 dengan melibatkan 200 generasi muda. Mereka menjalani pendidikan dan pelatihan di Kementerian Energi bekerjasama dengan IBEKA dengan pembiayaan APBN. Para Patriot Energi ditugaskan di lapangan khususnya di lokasi pembangunan infrastruktur EBT dalam rangka peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat di bidang pemanfaatan energi terbarukan setempat.

Pada 2021, program Patriot Energi mendapat dukungan dari PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Sumber Segara Primadaya, PT Bukit Asam, Bank BRI, PT Bayan Resources Tbk PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Indika Energy Tbk, PT Medco Power, PT Star Energy, PT Kaltim Prima Coal, PT Adaro Energy Tbk, PT Berau Coal, PT PetroChina, PT Antam dan UPC Sidrap selaku Donasi.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 20 Juli 2024

  • 19 Juli 2024

  • 18 Juli 2024

  • 17 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan