maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Asesmen untuk Perbaikan Kualitas Pembelajaran

Sabtu, 4 September 2021

Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter).

Ilsutrasi siswa kembali ke sekolah dengan protokol kesehatan.. tempo : 167578090379

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Anindito Aditomo, mengatakan asesmen nasional adalah evaluasi sistem pendidikan dan bukan penilaian terhadap murid, guru, atau kepala sekolah sebagai individu. “Asesmen nasional dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan kualitas pembelajaran,” ujarnya, Kamis, 2 September 2021.

Asesmen nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter). Kemudian, kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. “Evaluasi terhadap mutu sekolah akan dikumpulkan dari tiga instrumen utama, yaitu asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar,” kata Anindito.

Menurut dia, asesmen nasional yang dilakukan pada September-Oktober 2021 bukan untuk pemeringkatan sekolah, tetapi kepada kompetensi. Asesmen memberi umpan balik tentang hasil belajar yang paling mendasar dan perlu diprioritaskan, serta informasi cara meningkatkan kualitas pembelajaran.

Anindito menjelaskan asesmen nasional sebagai evaluasi sistem tidak memiliki konsekuensi pada murid peserta asesmen. Sebagai pemetaan dan umpan balik bagi satuan dan dinas pendidikan, maka tidak ada skor individu, murid, guru, juga kepala sekolah. “Tujuannya adalah perbaikan proses pembelajaran,” ujarnya.

Dia menjelaskan ciri-ciri sekolah yang efektif seperti yang digambarkan dalam asesmen nasional, adalah mencakup ciri pengajaran yang baik, refleksi guru dan kepemimpinan kepala sekolah. Kemudian program sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif.

Asesmen nasional semester 1-2021/2022, kata Anindito, dilakukan di daerah yang sudah boleh melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hasil asesmen digunakan sebagai pemetaan awal untuk menangani hilangnya kesempatan belajar (learning loss) akibat pandemi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Harris, mengatakan pengenalan penggunaan laptop, khususnya siswa tingkat sekolah dasar menjadi prioritas. “Ada di antara murid SD yang belum pernah menggunakan laptop atau mengenal IT dengan baik,” kata dia.

Asesmen Nasional sebagai salah satu pemetaan dan potret mutu sekolah, seperti kata Harris, sejalan dengan visi Kabupaten Bantaeng yakni peningkatan SDM. “Dan karena tak ada lagi zona merah, pembelajaran tatap muka terbatas juga sudah berlangsung di sini selama dua minggu,” ujarnya.

Pelaksaan Asesmen Nasional 2021 sifatnya adaptif dan fleksibel sesuai dengan situasi pandemi di berbagai daerah. Pelaksanaan asesmen diselenggarakan mengikuti kebijakan makro pemerintah sesuai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Maksimal awal tahun depan bagi yang belum siap,” kata Anindito.

Konsultan pendidikan, Evi Ghozaly, berharap asesmen nasional tidak menyebabkan siswa tertekan. “Anak dapat belajar dengan riang dan orang tua tenang, tak ada bullying, anak percaya diri, dan kualitas pendidikan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 7 Februari 2023

  • 6 Februari 2023

  • 5 Februari 2023

  • 4 Februari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan