maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Kementerian Pertahanan

Pengembangan Sains dan Diplomasi Jadi Fokus Kemhan Perkuat Pertahanan

Sabtu, 29 Mei 2021

Ancaman saat ini bentuknya telah bermacam-macam, jadi menguatkan dan pengembangan pertahanan Negara adalah hal penting.
Ilustrasi prajurit TNI dan kapal perang.. tempo : 167567959984

JAKARTA - Pertahanan menjadi hal yang sangat fundamental bagi sebuah negara dalam percaturan global. Melalui sistem pertahanan yang kuat, maka negara bisa menunjukkan eksistensinya guna menangkal setiap ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, pembangunan kekuatan pertahanan nasional melalui pengembangan sains dan diplomasi akan selalu jadi fokus Kementerian Pertahanan (Kemhan) di bawah komando Menteri Prabowo Subianto.

“Persiapan terus dilakukan secara total, terpadu, dan berlanjut untuk menegak kedaulatan Negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan dari berbagai bentuk ancaman,” kata Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Marsma TNI Penny Radjendra dalam program Podcast Defence’s Advocate yang ditayangkan di kanal Youtube Kemhan RI, akhir pekan lalu.

Penny Radjendra mengungkapkan bahwa ancaman pertahanan sebuah Negara itu bersifat militer maupun non militer. Potensi terjadinya ancaman pun jadi lebih besar tatkala pertahanan dihadapkan dengan kondisi berkembangnya teknologi 4.0. Sebab, pola pertempuran saat ini pun tidak hanya terjadi di dimensi darat, laut, maupun udara, melainkan di ruang siber dan pengetahuan.

Jadi untuk Indonesia, kata Penny, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan akan selalu ada. Oleh karena itu, pihaknya selalu didorong untuk membangun kekuatan pertahanan yang esensial dan memiliki efek deteren. “Sebagaimana Bapak Menhan Prabowo sendiri yang menyampaikan bahwa tugas Kementerian Pertahanan adalah membangun kekuatan,” tuturnya.

Untuk membangun kekuatan pertahanan, Kemhan menjalankan strategi dengan memperkuat komponen utama, yakni personil TNI. Selain itu, kementerian ini juga fokus memperkuat komponen cadangan dengan melakukan program pembentukan Batalyon komponen cadangan yang merupakan realisasi dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. 

Secara khusus, kata Penny, Menteri Pertahanan Prabowo juga aktif melakukan diplomasi dan membangun komunikasi dengan komunitas global, terutama dalam mendorong perdamaian dunia dan mencegah terjadinya konflik. Kemudian, dalam menghadapi ancaman non-militer seperti bencana alam dan pandemi Covid-19, pihaknya selalu menerjunkan personil dan alutsista milik TNI ke berbagai daerah untuk mendukung percepatan penanggulangan.

Pada kesempatan yang sama, pengamat politik dan ekonomi internasional, Dina Prapto Raharja mendukung strategi Kemhan dalam membangun kekuatan pertahanan dalam mengantisipasi ancaman. Ia melihat kondisi geopolitik di regional dan global sangat dinamis terutama terkait kontestasi pengaruh ekonomi dan politik.

Dalam konteks ekonomi dan politik di kawasan, Dina menyebut semua negara ingin mengambil peran besar dalam membuat aturan main untuk menunjukkan kedaulatan negaranya. Inti dari dinamika tersebut menyiratkan bahwa faktor ekonomi, sosial, dan politik jadi sangat penting bagi pertahanan negara. “Kita dengarlah istilah di tingkat internasional ada bilang ‘kita ingin membuat negara kami great again’, ada lagi yang bilang ‘kita ingin menjadi Great Power lagi’ gitu kan,” katanya.

Mengantisipasi potensi ancaman jadi kunci dalam sistem pertahanan. Ancaman bisa lahir dari ketidakmampuan negara untuk meredam dan hanya berpikir negaranya sendiri. Sebab itu, Dina mendorong penanganan ancaman dilakukan dengan mengubah konflik menjadi suatu yang lebih konstruktif. “Kita mengupayakan itu lewat dialog, lewat kerja sama, itu suatu hal yang bisa diupayakan karena ada kecenderungan sekarang sejumlah negara berpikir hanya dirinya sendiri,” ujar Dina.

 

 

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 6 Februari 2023

  • 5 Februari 2023

  • 4 Februari 2023

  • 3 Februari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan