maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Terobosan Visioner Pendidikan Tinggi di Tengah Pandemi

Rabu, 26 Mei 2021

Kebijakan Kampus Merdeka dan peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud akan mendongkrak kualitas pendidikan nasional.
Webinar Kebangkitan Pendidikan Vokasi Ciptakan SDM Unggul yang merupakan bagian dari Diskusi Online Kebangkitan Pendidikan Nasional di Tengah Pandemi, Senin, 24 Mei 2021.. tempo : 167567889016

Saat ini dunia pendidikan di Indonesia dihadapkan pada cobaan yang sangat besar, terutama di masa pandemi Covid-19. Langkah solutif dan terobosan visioner untuk kemajuan pendidikan Indonesia mendesak segera dilakukan. Pada momen 50 tahun Tempo Media Grup, Tempo menyelenggarakan Ngobrol@tempo: Kebangkitan Pendidikan Nasional di Tengah Pandemi yang diselenggarakan pada 24-25 Mei 2021 dengan beragam tema dan narasumber yang ahli di bidangnya.

Kegiatan Ngobrol@tempo ini perharinya dibagi tiga sesi bahasan, mulai pukul 10.00-17.00 WIB dan bisa disaksikan di kanal Youtube Tempo.co dan Facebook Live Koran Tempo.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan terobosan dalam dunia pendidikan dengan menggabungkan Kemenristek dengan Kemendikbud. Penggabungan ini dianggap pemerintah untuk mengembalikan jati diri pendidikan tinggi sebagai lembaga penelitian.

Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro menilai peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud adalah model yang banyak diterapkan di negara maju. Namun, menurut Ari, apapun model yang terlebih penting adalah implementasinya.

“Ke depan memang harus didorong riset-riset yang basic juga, tidak hanya terapan. Jadi, penelitian itu juga harus ada bibitnya. Misalnya, pengajar itu tidak hanya ngajar tapi semisal cuti enam semester lalu pergi ke MIT,” ujar Ari dalam Ngobrol@tempo bertajuk Peleburan Kemenristek Perkuat Pendidikan Tinggi, Senin, 24 Mei 2021. “Disana, pengajar kolaborasi untuk membuat proposal sehingga nanti memperoleh dana bersama untuk riset.”

Diskusi online Merdeka Belajar di Tengah pandemi, Senin, 24 Mei 2021.

Sebelumnya, di bawah nahkoda Nadiem Makarim, Kemendikbudristek menggulirkan "Merdeka Belajar-Kampus Merdeka" sebagai bagian dari program kerjanya. Program ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

Direktur Kemahasiswaan Kemendikbud-Ristek, Aris Junaidi, menjelaskan dalam program Kampus Merdeka, perguruan tinggi memberikan kebebasan kepada  mahasiswa  untuk mengambil mata kuliah yang berbeda selama satu semester.

“Mahasiswa juga dibolehkan mengambil pengalaman di luar kampus meliputi 9 aktifitas, diantaranya magang, intensif, praktek kerja, ikut mengajar, penelitian, proyek kemanusiaan, projek independen dan membangun desa,” kata Aris dalam diskusi sesi 2 bertajuk Merdeka Belajar di Tengah Pandemi, Senin, 24 Mei 2021. “Semuanya difasilitasi sampai dua semester atau setara 49 satuan kredit semester (SKS).”

Di sisi lain, harus diakui dunia pendidikan Indonesia belum mampu menjawab kebutuhan dan tantangan kerja. Maka dari itu, Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto menjelaskan Kemendikbud-Ristek akan segera merilis program Kampus Merdeka Vokasi. Program ini diarahkan kepada keahlian terapan tertentu dan beradaptasi dalam bidang pekerjaan, sehingga memiliki naluri pada penciptaan peluang dan lapangan kerja.

“Pendidikan vokasi meliputi mulai dari perguruan tinggi vokasi, SMK dan lembaga kursus pelatihan, ini non formal. Di perguruan tinggi ada D III, D IV atau D II yang harus link and match dengan industri. Kalo belum link and match tidak bisa disebut vokasi,” ujar Wikan dalam Ngobrol@tempo sesi 3 bertema Kebangkitan Pendidikan Vokasi, Ciptakan SDM Unggul.

Tim Info Tempo

 

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 6 Februari 2023

  • 5 Februari 2023

  • 4 Februari 2023

  • 3 Februari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan