maaf email atau password anda salah


Institut Pertanian Bogor

Pemerintah Subang Gandeng IPB dan Universitas Subang Kerja Sama Data

Kualitas data akan membantu perencanaan pembangunan ditingkat desa bisa lebih terarah.

arsip tempo : 172168806798.

Penandatanganan MoU untuk mewujudkan implementasi Data Desa Presisi (DPP) antara Pemkab Subang, Universitas Subang, dan Institut Pertanian Bogor di Agribussines and Technology Park (ATP) IPB Bogor, Selasa, 23 Februari 2021.. tempo : 172168806798.

BOGOR – Pemerintah Subang, Jawa Barat, menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Subang untuk mewujudkan implementasi Data Desa Presisi (DPP). Kerja sama ini dituangkan dalam nota kesepahaman bersama (MoU) yang diteken Bupati Subang H. Ruhimat Jalin, Rektor IPB Arif Satria, dan Rektor Universitas Subang Moeslihat Komara di Agribussines and Technology Park (ATP) IPB Bogor, Selasa, 23 Februari 2021.

Pada penandatanganan nota kesepahaman tersebut, hadir juga penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni; Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Hari Rubianto; dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Subang Nana Mulyana.

Dalam sambutannya seusai meneken nota kesepahaman bersama, Bupati Subang, Ruhimat Jalin, menekankan pentingnya kerja sama ini karena Data Desa Presisi bisa memberi manfaat besar bagi pembangunan desa di wilayahnya. “Dengan kualitas data, perencanaan pembangunan ditingkat desa bisa lebih terarah. Baik ditingkat perencanaan dan maupun implementasi,” ujar Ruhimat.

Dalam urusan kebencanaan, misalnya, menurut Bupati, program Data Desa Presisi bisa membuat penanganan bencana lebih akurat dan efektif karena berbasis pada data. Dengan tersedianya Data Desa Presisi, pemetaan masalah dalam penanganan bencana akan lebih komprehensif. “Untuk itu, kehadiran Data Desa Presisi ini kedepan mudah-mudahan dapat membantu Desa-desa di Subang menjadi lebih maju baik dalam pembangunan atau hal lainnya,” ucap Ruhimat.

Menurut Bupati Ruhimat, sejauh ini sudah banyak program pemerintah yang digulirkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tapi, dia menjelaskan, sebagian program itu belum berbasis data yang akurat dan terintegrasi sehingga kurang tepat sasaran.

Untuk menghasilkan data yang akurat dan terintegrasi, Bupati Ruhimat meminta proses verifikasinya berangkat dari bawah atau bottom up. Dia meyakini jika ketersediaan data kuat, pembangunan di desa akan lebih baik. Dia berharap Data Presisi Desa bisa memperbaiki kekurangan yang selama ini terjadi, seperti, masih bermasalahnya data kependudukan hingga batas wilayah.

“Data Desa Presisi yang terdiri dari data spasial dan data numerik akan mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan tersebut,” ujar Bupati Ruhimat. ”Kolaborasi dan kerja sama antara masyarakat desa, pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi hal yang sangat penting untuk dapat menyukseskan kegiatan membangun Data Desa Presisi.”

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang, Hari Rubiyanto, menjelaskan kerja sama ini meliputi sejumlah program. Di antaranya, bantuan pendataan potensi desa, bantuan pembinaan dan kajian sumber daya alam di Subang, peningkatan produksi pangan, penggunaan bibit unggul produksi IPB, pendayagunaan sumber daya manusia (SDM) IPB dalam pembangunan di Kabupaten Subang. “Upaya kerja sama ini semoga menjadi percepatan yang baik untuk pembangunan di Kabupaten Subang,” ujarnya. (*)

Inforial

Konten Eksklusif Lainnya

  • 22 Juli 2024

  • 21 Juli 2024

  • 20 Juli 2024

  • 19 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan