maaf email atau password anda salah


Jalan Merdeka Nyoman Ngendon

Pekikan "merdeka atau mati" di masa perang kemerdekaan tidak hanya digelegakkan oleh para penggerak politik, tentara, serta gerilyawan perang, tapi juga oleh para seniman. Memang tidak sedikit seniman Indonesia yang ikut berdarah-darah dalam keriuhan itu, sehingga akhirnya Indonesia melangkah ke alam merdeka. Ingat Dullah, Sudjojono, Hendra Gunawan, Abas Alibasyah, Srihadi Soedarsono, dan Sudjana Kerton, yang sempat disemati bintang jasa di dadanya. Sementara itu, kita juga tahu, di balik nama-nama populer tersebut terselip ratusan nama seniman lain yang jasadnya berkalang tanah tanpa tanda dan ingatan. Salah satu seniman pejuang yang (nyaris) terlupakan adalah I Nyoman Ngendon.

arsip tempo : 172140237489.

. tempo : 172140237489.

Agus Dermawan T.,
penyusun buku Bali Bravo - Lexicon of 200 Years Balinese Traditional Painters

Pekikan "merdeka atau mati" di masa perang kemerdekaan tidak hanya digelegakkan oleh para penggerak politik, tentara, serta gerilyawan perang, tapi juga oleh para seniman. Memang tidak sedikit seniman Indonesia yang ikut berdarah-darah dalam keriuhan itu, sehingga akhirnya Indonesia melangkah ke alam merdeka. Ingat Dullah, Sudjojono, Hendra Gunawan, A

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 19 Juli 2024

  • 18 Juli 2024

  • 17 Juli 2024

  • 16 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan