maaf email atau password anda salah


Daftar Lengkap Saham Emiten Sawit atau CPO yang Terdaftar di BEI

Daftar lengkap saham emiten sawit atau CPO yang terdaftar di BEI.

arsip tempo : 171871977420.

Pekerja melakukan proses peremajaan kelapa sawit di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, 27 Maret 2023. ANTARA/Muhammad Izfaldi. tempo : 171871977420.

Indonesia dikenal sebagai negara produsen crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah terbesar di dunia, dengan jumlah produksi sekitar 45 ton per tahun. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2022 Indonesia berhasil mengekspor CPO dan produk turunannya sebanyak 25,01 juta ton. Sebagai negara penghasil dan pengekspor CPO terbesar di dunia, Indonesia memiliki lahan perkebunan sawit yang sangat luas dan tersebar di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Melalui hasil produksi sawit yang besar ini, ada banyak perusahaan sawit yang bergerak di sektor CPO mampu meraih pendapatan tinggi setiap tahun. Salah satunya adalah Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART). Berdasarkan laporan keuangan pada akhir September 2021, SMART menjadi salah satu perusahaan sawit terbesar di Indonesia dengan jumlah pendapatan mencapai Rp 40,38 triliun.

Selain itu, ada emiten sawit Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) yang berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,77 triliun pada 2021. Emiten sawit di pasar saham Indonesia memang termasuk sektor consumer non-cyclical. Tak mengherankan saham sawit Indonesia banyak dicari oleh investor karena menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Bagi Anda yang berminat memiliki saham emiten sawit, kenali daftar 25 perusahaan CPO yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berikut ini.

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Emiten sawit terbesar yang pertama adalah PT Astra Agro Lestari Tbk. Perusahaan ini satu-satunya emiten di bawah naungan Astra Internasional yang berfokus pada bidang agrobisnis. Awalnya, perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan ubi kayu. Kemudian pada 1984, AALI mulai mengembangkan bisnisnya menjadi perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit. Kini AALI telah tumbuh menjadi salah satu perkebunan sawit terbesar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan mengoperasikan kebun sawit total seluas 287.604 hektare.

2. PT Andira Agro Tbk (ANDI)

PT Andira Agro Tbk adalah perusahaan yang didirikan pada 1995 dan bergerak di sektor perkebunan sawit, pemanenan, dan pengolahan tandan buah segar (TBS). Perusahaan ini memiliki perkebunan yang terletak di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Komoditas utama yang dihasilkan perusahaan ini adalah CPO dengan jumlah produksi lebih dari 27.663 ton serta palm kernel (PK) dengan jumlah produksi lebih dari 7.143 ton.

3. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)

Austindo merupakan perusahaan yang didirikan pada 1993 dan mulai memfokuskan diri pada perdagangan minyak sawit pada 2012. Perusahaan ini terlibat dalam produksi dan penjualan inti sawit, minyak sawit mentah, produk pangan berkelanjutan lainnya, dan energi terbarukan. Pada 2013, ANJT melakukan penawaran perdana saham sawitnya di BEI sebesar 10 persen dari saham perusahaan.

4. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)

PT Eagle High Plantations Tbk adalah perusahaan yang bergerak di industri perkebunan dan pengolahan sawit dengan minyak sawit mentah dan inti sawit yang menjadi produk utamanya. Saat ini, pusat kegiatan operasional perusahaan terletak di tiga lokasi perkebunan, yaitu di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Keseluruhan luas lahan perkebunan yang dimiliki perusahaan di ketiga pulau tersebut sebesar 148 ribu hektare.

5. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)

Cisadane Sawit Raya Tbk merupakan sebuah perusahaan sawit yang didirikan pada 1983. Salah satu fokus utama perusahaan ini adalah menjalankan usaha dalam bidang pertanian sawit dengan pengolahan minyak sawit mentah (CPO). Perusahaan ini memiliki luas lahan sebesar 29 ribu hektare.

6. PT FAP Agri Tbk (FAPA)

FAP Agri termasuk perusahaan sawit terbesar di Indonesia yang beroperasi sejak 1994. Perusahaan ini berfokus pada pengelolaan dan produksi minyak sawit. Wilayah operasionalnya di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Riau. Pada 2019, mereka memiliki total luas kebun lebih dari 110 ribu hektare.

7. PT Golden Plantation Tbk (GOLL)

Golden Plantations mulai merambah industri sawit setelah mengakuisisi Bumiraya Investindo yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Selatan. Perusahaan ini didirikan pada 2007 dan merupakan bagian dari organisasi induk bernama JOM Prawarsa Indonesia. Perusahaan ini memiliki perkebunan sawit yang tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

8. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO)

Emiten sawit selanjutnya adalah Gozco Plantations. Perusahaan ini didirikan pada 1 Oktober 2001 serta memulai kegiatan operasional di bidang pengembangan dan pengoperasian kebun sawit. Selain itu, Gozco bergerak di sektor perdagangan serta pengolahan sawit dan minyak nabati (crude palm oil) melalui anak perusahaannya.

9. PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

PT Jaya Agra Wattie Tbk merupakan sebuah perusahaan yang memiliki beberapa anak perusahaan dan bergerak dalam produksi serta penjualan hasil tani, seperti karet, kopi, sawit, dan cokelat. Perusahaan ini beroperasi secara komersial sejak 1921 serta memiliki izin lokasi dan hak guna usaha perkebunan sawit di Kalimantan Selatan. Luas total lahan perkebunan mereka sebesar 29.723 hektare.

10. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

PP London Sumatra Indonesia adalah perusahaan yang didirikan pada 1906 oleh perusahaan Inggris, Harrison & Crossfield. Pada 2019, PP London Sumatra Indonesia memiliki lahan kelapa sawit seluas 95.637 hektare. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis PP London Sumatra Indonesia dan informasi dari BEI, perusahaan ini berhasil mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp 2,17 triliun pada semester I 2021.

11. PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk merupakan perusahaan yang berfokus pada bisnis perkebunan sawit. Selain itu, perusahaan memiliki kegiatan di bidang pengolahan biji palem dan sawit. Perkebunan mereka terletak di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, dengan izin lokasi seluas 15 ribu hektare. Saat ini, sekitar 3.531 hektare di antaranya telah memperoleh hak guna usaha. Perusahaan ini berpusat di Jakarta Pusat dan merupakan bagian dari perusahaan induk Santika Griya Persada.

12. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)

Saham sawit Indonesia yang terdaftar dalam BEI selanjutnya adalah Mahkota Group. Melalui anak usahanya, perusahaan ini berfokus pada pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi CPO dan inti sawit (palm kernel), serta menyediakan jasa penyewaan tangki timbun (bulking). Mahkota Group memiliki sejumlah pabrik pengolahan sawit yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara, Palembang, dan Riau.

13. PT Provident Agro Tbk (PALM)

PT Provident Agro Tbk merupakan hasil kerja sama antara PT Saratoga Sentra Business dan PT Provident Capital Indonesia, yang membentuk joint venture untuk mengelola perusahaan ini. Provident Agro aktif dalam sektor pertanian, perdagangan, dan manufaktur agroindustri, yang memulai kegiatan operasional komersialnya pada 2006. Kegiatan utamanya berfokus pada bidang perkebunan kelapa sawit.

14. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

Perusahaan sawit selanjutnya adalah PT Pradiksi Gunatama Tbk yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit, meliputi rangkaian kegiatan pengolahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan buah kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit yang dimiliki seluas 22.586 hektare di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

15. PT Palma Serasih Tbk (PSGO)

Saham sawit yang terdaftar di BEI berikutnya adalah Palma Serasih. Perusahaan yang beroperasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan minyak sawit (CPO) ini memiliki anak usaha yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut.

16. PT Pinago Utama Tbk (PNGO)

PT Pinago Utama Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang sawit dan berpusat di Sumatera Selatan. Setelah lebih dari 40 tahun beroperasi sejak 1979, perusahaan ini memutuskan melakukan initial public offering (IPO) pada 2020 dan menjadi perusahaan terdaftar di BEI. Pinago Utama memiliki tiga bisnis utama, yaitu produksi pupuk organik, produksi minyak sawit (CPO), dan produksi karet. Perusahaan ini mengelola kebun sawit dengan luas 8,9 ribu hektare.

17. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) adalah perusahaan yang beroperasi di sektor kebun sawit dan karet. Perusahaan ini juga memiliki pabrik penghancur kernel, produsen benih perkecambahan, serta terlibat dalam pemanfaatan produk kehutanan non-kayu seperti sagu. Perusahaan ini memiliki lokasi kegiatan usaha di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Riau.

18. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

Salim Ivomas Pratama didirikan pada 1992 dan menjadi produsen terbesar kelapa sawit di Indonesia. Perusahaan ini juga terkenal sebagai salah satu pemasar berbagai produk turunan kelapa sawit seperti margarin dan minyak goreng. Perusahaan ini memiliki 26 pabrik pengolah sawit di Kalimantan dan Sumatera, dengan kapasitas pengolahan sebesar 6,8 juta ton per tahun.

19. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART)

PT SMART Tbk (SMART) adalah sebuah perusahaan yang berfokus pada produksi produk konsumen berbasis sawit. SMART didirikan pada 1962 dan telah terdaftar di BEI sejak 1992. Beberapa produk olahan industri dan konsumen yang dihasilkan adalah margarin, minyak goreng, biodiesel, shortening, dan oleokimia. Hal tersebut juga menjadikannya sebagai salah satu emiten sawit terbesar. Salah satu produk turunan yang terkenal adalah margarin Filma, Mitra, Kunci Mas, dan Palmvita.

20. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) juga merupakan emiten sawit besar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki sejumlah perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang luas. Satu pabrik inti sawit berlokasi strategis di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. SSMS didirikan pada 22 November 1995 dan memulai operasi komersialnya pada 2005. SSMS juga merupakan pemasok bahan baku minyak goreng.

21. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Saham sawit yang terdaftar dalam BEI selanjutnya adalah Triputra Agro Persada Tbk. Perusahaan ini memiliki 24 lokasi perkebunan kelapa sawit, 16 pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, dan sebuah perkebunan karet. Selain itu, Triputra Agro Persada mengelola lebih dari 158 ribu hektare kebun kelapa sawit dan 1.400 hektare kebun karet. Pada April 2021, perusahaan ini memutuskan melantai di BEI.

22. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)

Perusahaan ini memulai operasinya pada awal 1975 di Lampung. Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu produsen minyak goreng terkemuka di Indonesia. Pada 14 Februari 2000, perusahaan ini tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta atau Bursa Efek Indonesia.

23. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

Bakrie Sumatera Plantations didirikan pada 1986 melalui akuisisi saham Uniroyal Sumatera Plantations (UNSP). Setelah diakuisisi, perusahaan tersebut diubah namanya menjadi Bakrie Sumatera Plantations. Pada 1990, perusahaan milik Bakrie Group ini mulai mengembangkan bisnisnya dalam industri sawit dengan berekspansi ke berbagai bidang. Hingga Juni 2021, Bakrie Sumatera Plantations berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,77 triliun, meningkat sebesar 56 persen dibanding pendapatan Rp 1,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

24. PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR)

Pada 8 November 2022, PT Menthobi Karyatama Raya resmi menggelar penawaran perdana saham (IPO). Menthobi Karyatama Raya adalah perusahaan perkebunan yang berkantor pusat di Jakarta. Saat ini, MKTR beroperasi di industri sawit dan memiliki area perkebunan serta pabrik sawit di Kalimantan Tengah. Melalui anak perusahaannya, MKTR mengelola perkebunan sawit seluas sekitar 6.000 hektare dan memiliki pabrik sawit dengan kapasitas produksi sebesar 30 ton per jam.

25. PT Sumber Tani Agung Resources (STAA)

Merupakan sebuah kelompok usaha swasta di sektor sawit yang berpusat di Sumatera Utara. Kelompok perusahaan ini telah aktif dalam kegiatan usahanya sejak 1970. Grup perseroan ini melibatkan proses produksi yang dimulai dari penanaman dan pemanenan perkebunan kelapa sawit hingga pengolahan tandan buah segar (TBS) untuk menghasilkan berbagai produk turunan kelapa sawit, seperti minyak kelapa sawit (CPO), inti sawit (palm kernel), minyak inti sawit (palm kernel oil), bungkil kelapa sawit (palm kernel expeller), dan palm kernel meal (PKM).

RIZKI DEWI A. | VIVIA AGARTA F.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 18 Juni 2024

  • 16 Juni 2024

  • 15 Juni 2024

  • 14 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan