maaf email atau password anda salah


Ketergantungan Uang Tunai RI Masih Tinggi

BUKITTINGGI - Direktur Electronic Banking Group Transaction PT Bank Mandiri Tbk, Budi Hartono, menyatakan nilai transaksi dengan uang tunai di Indonesia masih tinggi. "Sebanyak 85 persen dari nilai transaksi US$ 500 miliar hasil belanja di Indonesia masih menggunakan uang tunai," ujar dia.

Bila dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, menurut Budi, ketergantungan akan uang tunai di Indonesia lebih besar. Angka ketergantungan Malaysia mencapai 42 persen, sedangkan Singapura 39 persen. Indonesia bahkan kalah oleh Kenya dalam penggunaan uang non-tunai. Transaksi non-tunai Kenya sudah mencapai 31 persen dari total PDB yang mencapai US$ 33,62 miliar.

arsip tempo : 172128835149.

. tempo : 172128835149.

BUKITTINGGI - Direktur Electronic Banking Group Transaction PT Bank Mandiri Tbk, Budi Hartono, menyatakan nilai transaksi dengan uang tunai di Indonesia masih tinggi. "Sebanyak 85 persen dari nilai transaksi US$ 500 miliar hasil belanja di Indonesia masih menggunakan uang tunai," ujar dia.

Bila dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, menurut Budi, ketergantungan akan uang tunai di Indonesia lebih besar. Angka ketergantungan Malaysia mencapai

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 18 Juli 2024

  • 17 Juli 2024

  • 16 Juli 2024

  • 15 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan