maaf email atau password anda salah


Polisi Telusuri Korupsi Proyek Masjid Wali Kota

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia telah meningkatkan status perkara kasus dugaan korupsi pembangunan masjid di kantor Wali Kota Jakarta Pusat dari penyelidikan ke penyidikan. "Tapi belum ada tersangka," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, kemarin.

Penyidik, ujar Martinus, tengah menelusuri tiga hal dalam perkara tersebut, yakni penerimaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban keuangan pembangunan masjid. Karena itu, tutur dia, pihaknya berkoordinasi dengan Ba-dan Pemeriksa Keuangan untuk menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut. "Kami akan minta auditor menghitungnya."

arsip tempo : 172078042635.

. tempo : 172078042635.

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia telah meningkatkan status perkara kasus dugaan korupsi pembangunan masjid di kantor Wali Kota Jakarta Pusat dari penyelidikan ke penyidikan. "Tapi belum ada tersangka," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, kemarin.

Penyidik, ujar Martinus, tengah menelusuri tiga hal dalam perkara tersebut, yakni penerimaan, penggunaan, dan pertanggu

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 12 Juli 2024

  • 11 Juli 2024

  • 10 Juli 2024

  • 9 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan