Koran TEMPO
peristiwa
Selasa, 21 Maret 2017

Suami-Istri Pembuat Vaksin Palsu Divonis Bersalah free

BEKASI - Majelis hakim di Pengadilan Negeri Bekasi menjatuhkan vonis bersalah terhadap pasangan suami-istri Hidayat Taufiqurahman-Rita Agustina dalam perkara vaksin palsu. Hidayat divonis 9 tahun dan istrinya 8 tahun penjara atau lebih ringan daripada tuntutan jaksa untuk masing-masing selama 12 tahun penjara. "Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah," ujar ketua majelis hakim Merper Pandiangan, kemarin.

Hidayat dan Rita dianggap terbukti memproduksi lima jenis vaksin palsu, yakni pediacel, tripacel, engerik B, tuberculin, dan havrik 720. "Keduanya tergiur oleh keuntungannya yang besar karena ajakan dari terpidana lain, Iin Sulastri dan Safrizal," kata Merper.

Meski vonis lebih ringan daripada tuntutan jaksa, penasihat hukum kedua terdakwa, Rosihan Umar, tetap kecewa terhadap vonis tersebut. Menurut dia, majelis hakim menjatuhkan vonisnya berdasarkan pertimbangan bahwa kedua kliennya adalah produsen. Padahal, seperti diungkapkan dalam pleidoi sebelum sidang vonis, Hidayat dan Rita mengaku hanya memproduksinya dalam skala kecil di rumah. Atas dasar itu, Rosihan menyarankan permohonan banding untuk menganulir vonis kemarin. Ia berharap majelis hakim tingkat pengadilan tinggi berkenan mendiskon hukuman tak sampai 5 tahun penjara. Adi Warsono

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?