cloudfront
Koran TEMPO
Profil
Minggu, 04 Januari 2015

Mariana Menari di Atas Tali free

 Mariana Menari di Atas Tali

"Bayangkan sebuah pekerjaan di ketinggian yang tidak mengharuskanmu menjadi pilot," kata Mariana Martan saat kami pertama kali bertemu, bulan lalu. Jika berhasil menjawab teka-teki itu, kami akan tahu apa pekerjaannya. Beberapa jawaban dia jawab dengan gelengan kepala. Saat kami menyerah, dia tersenyum dan berkata, "Aerial artist." Seniman udara.

Ini memang profesi yang kurang populer di Indonesia. "Sebagian besar pertunjukan aerial arts di Indonesia dilakukan oleh seniman dari luar negeri," ujar Mariana dalam pertemuan kedua kami, dua pekan lalu. Ia baru saja kelar latihan di sebuah studio di Kwitang, Jakarta Pusat. Studio itu beratap tinggi hingga dia dapat menggantungkan peralatannya di langit-langit.

Aerial arts adalah semacam akrobat di udara yang menggunakan sejumlah alat hingga sang artis bisa bergerak seperti menari-nari. Sedikit berbeda dengan trapeze yang berayun-ayun di ketinggian.

Marina, yang kini berusia 31 tahun, mengenal seni ini sebelas tahun lalu. Di sebuah resor internasional di Bintan, dia belajar meliuk-liuk dengan aerial silk-dua lembar kain lebih dari 10 meter yang terulur ke bawah-atau berputar-putar dengan Spanish web, tali panjang yang menggantung tinggi. Dengan keahliannya ini, dia kemudian berkeliling dunia, dari Thailand, Malaysia, Turki, hingga Meksiko.

"Selama delapan tahun saya berkeliling dari satu negara ke negara lain, dan saya rasa itu cukup," kata Marina. Sejak dua tahun lalu dia kembali ke Indonesia dan mencoba berkarya di sini. Tidak sesibuk saat masih di luar negeri, tapi Marina tetap mengasah keterampilannya. Ia berputar-putar seperti kitiran, meliuk di antara lipatan kain seperti kepompong.

"Latihan seperti ini membuat saya tetap fit karena, tanpa kondisi tubuh yang bugar, saya tak mungkin melakukan ini," kata dia. Keringat mengucur di sekujur tubuhnya. Tanpa jaring dan harness penyangga, Marina bisa jatuh kapan saja jika dia lengah. Namun dia menikmati berada sekian meter dari lantai. "Saya menari dengan bebas." Dia memang tak takut ketinggian. "Tapi justru itu kelemahan saya. Karena, dengan tidak takut jatuh, saya dulu ceroboh. Seseorang harus punya rasa takut agar waspada." QARIS TAJUDIN

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?