cloudfront
Koran TEMPO
Musik
Minggu, 04 Januari 2015

Satu Lagi dari Underground Palembang free

 Satu Lagi dari Underground Palembang

Rilisan yang satu ini mestilah mencolok jika dipajang di rak cakram padat (CD) toko-toko musik. Bungkus CD-nya hitam. Di bagian jidat ada tulisan "Gerram" berwarna emas mengkilat dengan jenis huruf berpernak-pernik trisula. Di bawahnya ada gambar tengkorak entah hewan apa dan ada dua makhluk misterius yang sarat aura kegelapan. Andai tahun ini ada lomba desain sampul CD terbaik, dengan gambar sebagus itu Gerram wajib dijagokan.

Rupanya gambar-gambar bagus itu tak berakhir di sampul saja. Di dalam album bertajuk Genderang Bencana ini, terdapat sebuah buku kecil yang melekat dengan sampulnya. Di situ ada 12 gambar yang mendampingi lirik setiap lagu yang ada di album ini. Grup hardcore punk dari Palembang, Sumatera Selatan, ini tidak asal-asalan memperkenalkan diri. Sekali lagi, dengan gambar-gambar sebagus itu, CD-nya menjadi layak disebut sebagai buklet karya.

Gerram-beranggotakan Abim Fakhri (gitar), Irwandra Septiady (drum), Rinaldy Putra (bas), Rio Falenta (gitar), dan Mashur Subhakti (vokal)-dibentuk pada 2011. Mereka menawarkan 12 lagu dengan total durasi 29 menit. Seluruh lagu direkam dan diolah di Palembang. Genderang Bencana membuktikan bahwa skena rock dan metal Palembang bisa memproduksi sendiri musik-musik cadas tanpa perlu bertandang jauh-jauh ke kota lain.

"Sebenarnya lagu-lagu sudah selesai direkam pada 2013. Tapi butuh waktu buat mixing dan mastering karena sound engineer di Palembang belum ada yang terbiasa dengan musik seperti ini," kata Abim saat diwawancara melalui telepon, Jumat, 26 Desember 2014.

Biasanya, urusan olah hasil rekaman musik underground, semua diserahkan pada David Hersya, frontman grup akustik Melayu Semakbelukar. Namun, sejak Semakbelukar bubar, David total berhenti bermusik. "Jadi kami mesti cari orang lain," kata Abim. "Kami bertemu dengan Jimmy Delvian. Dia biasa mixing dan mastering lagu jazz dan pop. Butuh waktu 4-6 bulan menyesuaikan diri dengan musik hardcore," ujarnya.

Hasilnya apik. Raungan musik Gerram yang direkam sendiri di studio Blacksheep milik mereka keluar seperti yang diinginkan. Gitar Abim dan Rio membahana dengan garang sejak pertama hingga akhir. Suara gitar mereka tajam dan berat. Ketajaman gitar mereka membuat pilihan suara Gerram agak berbeda dengan pilihan band-band hardcore kebanyakan, yang umumnya memilih distorsi yang kranky. Minusnya hanya masalah artikulasi vokal. Sulit mengetahui apa yang sedang dinyanyikan Mashur walau telah disimak dengan saksama.

Dalam album perdana mereka, Gerram bereksperimen dengan banyak gaya, meski tetap menegaskan bahwa benang merah musik mereka adalah hardcore. Mereka bereksperimen dengan berbagai aksen, dari metal seperti lagu Mordrake; punk, bahkan ada juga yang bergaya sludge metal seperti lagu Kaca Hitam.

Untuk urusan produksi, menurut Abim, Gerram banyak dibantu oleh pendahulu mereka, ((Auman)). Dari desain sampul, buklet album, menjadi produser, hingga urusan distribusi. Frontman ((Auman)), Farid Amriansyah, menjadi produser untuk Gerram. Penabuh drum ((Auman)), Aulia Effendy, dan gitaris Erwin Wijaya juga membantu dengan menangani urusan desain. "Kami semua di Palembang saling bantu," kata Abim.

Album Suar Marabahaya (2012) dari ((Auman)) bisa disebut sebagai penanda kebangkitan skena musik Palembang. Skena underground di sana memang sudah ada sejak belasan tahun lalu. Tapi baru akhir-akhir ini saja grup dari Bumi Sriwijaya terdengar sampai ke pulau seberang. Ibarat lokomotif, ((Auman)) membawa serta grup-grup lain untuk bergerak bersama. Gerram-lah salah satunya. Dan Genderang Bencana membuktikan bahwa Palembang sudah punya amunisi lengkap untuk meletupkan album-album underground lainnya. ANANDA BADUDU




Album: Genderang Bencana
Musikus: Gerram
Label: Blacksheep Records
Rilis: Desember 2014

Daftar Lagu:
1. Victims
2. Tiga Pilar Iblis
3. Kaca Hitam
4. Lencana Brana Durna
5. The Bloodthirst
6. Cursed To Be Sentenced
7. Eschatos
8. Jeram
9. The Dead
10. Mordrake
11. Teriak Pesakitan
12. The Abyss

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?