iTempo

Berawal dari Surat Undangan

Edisi, 21 November 2015

Start-up lokal Paket ID dua pekan lalu terpilih sebagai salah satu peraih predikat pitching (presentasi) terbaik pada Google Launchpad Week, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Asia Tenggara, tepatnya di Jakarta. Setelah mengikuti kegiatan mentoring selama lima hari dengan beberapa mentor profesional, pada hari terakhir workshop, para start-up melakukan presentasi kepada beberapa juri.

Berawal dari Surat Undangan

JAKARTA - Start-up lokal Paket ID dua pekan lalu terpilih sebagai salah satu peraih predikat pitching (presentasi) terbaik pada Google Launchpad Week, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Asia Tenggara, tepatnya di Jakarta. Setelah mengikuti kegiatan mentoring selama lima hari dengan beberapa mentor profesional, pada hari terakhir workshop, para start-up melakukan presentasi kepada beberapa juri.

Dika Maheswara, CEO Paket ID, mengatakan Paket ID bertujuan membantu online seller mempercepat pengiriman mereka. "Kalau sebelumnya mereka menunggu lama di Tiki/JNE, sejam-dua jam, kami bisa pangkas jadi seperempat atau sepertiganya dengan cara online booking," ujarnya.

Prosesnya, pengguna melakukan booking pengirimannya terlebih dulu di situs Paket ID. "Kemudian tinggal tulis kode lima huruf yang ada ke paket dan bawa ke Tiki. Prosesnya akan lebih cepat karena Paket ID telah bekerja sama dengan Tiki dan SAP Express," ujarnya. "Tahun depan kami coba menjalin partner dengan logistik-logistik besar lainnya."

Dika mengatakan ide Paket ID berasal dari temannya yang harus menunggu selama 3-4 jam untuk mengirim 300 undangan pernikahan di counter titipan kilat. Sang teman kemudian menantang dirinya sebagai developer untuk mengembangkan sistem yang menghemat waktu.

Dikembangkan selama setahun, 15 September lalu mereka melakukan peluncuran terbatas di Tiki Pluit.

"Sambil peluncuran, kami meminta umpan balik. Jadi selama tiga minggu kami berdiri menyebarkan brosur dan ngobrol dengan user, para online seller. Hasilnya ada beberapa yang menggunakan Paket ID," ujarnya.

Paket ID hadir di situs web dan aplikasi Android dengan pengguna individu dan online seller. "Sudah 60 pengguna teregistrasi dan di antaranya empat online seller yang mengirim setidaknya 10 paket sehari," ujar Dika.

Dika menyimpulkan aplikasi yang dikembangkannya memang diperlukan. "Ada pengguna yang pakai aplikasi kita tapi crash setelah 500 paket, tapi dia tetap gunakan dengan berbagai cara, artinya memang diperlukan sistem seperti ini," ujarnya seraya menjanjikan perbaikan segera.

Selama mentoring di Launchpad, Paket ID mendapat masukan untuk fokus pada salah satu platform. "Kalau buat satu fitur di dua platform, akan terlambat. Sedangkan kami perlu cepat mengembangkan sesuatu karena masih di awal," ujarnya.

Dari pengembangan selama setahun, Dika mengatakan perlu sekitar tujuh bulan untuk menjalin kerja sama dan melakukan implementasi di Tiki. "Karena perusahaan besar, jadi agak lama untuk bangun kepercayaan. Jalin partner dengan tim TIKI enam bulan, kalau implementasi sekitar satu bulan," ujarnya.

Yohan Totting, Google Developer Expert, mengatakan salah satu tantangan pengembangan start-up adalah kebanyakan dari start-up baru tidak terlalu mendalami user validation dan problem validation, dan datang hanya dengan ide.

Padahal, ujarnya, start-up yang benar seharusnya customer driven dan problem driven. "Yang benar adalah mereka melihat ada orang punya masalah tertentu dan mereka menawarkan bantuannya," ucapnya.

Menurut Yohan, membangun start-up bukanlah tentang membuat aplikasi, melainkan apakah orang bakal memakainya atau tidak. "Bikin produk tidak susah, tapi membuat yang diperlukan itu yang susah."ERWIN ZACHRI


Nasihat Google untuk Start-up Lokal

Dua pekan lalu Google menyelenggarakan program pre-inkubasi selama satu minggu untuk start-up tahap awal. Program mentoring ini difokuskan pada strategi produk, user experience (UX) dan user interface (UI), teknologi, pemasaran, pengembangan bisnis, serta keterampilan presentasi.

Program berjulukan "Google Launchpad Week" itu diikuti 13 start-up lokal terpilih, dengan lebih dari 30 mentor ikut terlibat. Start-up yang mengikuti kegiatan ini adalah Obralindo, Paket ID, Lunasin, GoArchipelago, Elitics Technologies, LabConX, Qiimee, Veryfund, Rekreasy, Joobelee, GetVet, Rumah Bengkel, dan Asuransi 88.

Erica Hanson, Google Developer Relations Program Manager, mengatakan program ini dirancang untuk mendukung ekosistem lokal dan memberikan nilai tambah pada program akselerator dan inkubator yang sudah ada. Launchpad juga diselenggarakan di kota-kota lain, yaitu Tel Aviv, Barcelona, Paris, Berlin, Singapura, London, dan Bengaluru.

Launchpad menyediakan sumber-sumber, konten online, bimbingan, dan pelatihan yang dibutuhkan start-up untuk mencapai kesuksesan. "Program ini dapat diikuti kapan saja oleh para partisipan yang berhasil bergabung melalui satu atau dua tahap seleksi," ujar Hanson.

JAKARTA - Start-up lokal Paket ID dua pekan lalu terpilih sebagai salah satu peraih predikat pitching (presentasi) terbaik pada Google Launchpad Week, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Asia Tenggara, tepatnya di Jakarta. Setelah mengikuti kegiatan mentoring selama lima hari dengan beberapa mentor profesional, pada hari terakhir workshop, para start-up melakukan presentasi kepada beberapa juri.

Dika Maheswara, CEO Paket ID, mengataka

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB