iTempo

Aplikasi Unggulan Lokal di Nokia

Edisi, 11 Mei 2013

Banyak aplikasi buatan pengembang lokal yang mendapat apresiasi tinggi secara global.

Aplikasi adalah segalanya bagi sebuah sistem operasi. Jumlah aplikasi yang minim tidak akan menarik di mata konsumen. Setidaknya hipotesis ini sudah dibuktikan oleh Android dari Google dan iOS milik Apple. Keduanya memiliki jumlah aplikasi segudang.

Nokia sadar akan hal tersebut. Itu sebabnya perusahaan pembuat ponsel asal Finlandia ini berusaha untuk mengembangkan basis pengembangnya di Indonesia sejak dua setengah tahun terakhir. Tujuannya, tentu agar aplikasi untuk ponsel Nokia semakin bertambah.

Awalnya, para pengembang membuat aplikasi berbasis sistem operasi Symbian milik Nokia. Namun, sejak dua tahun terakhir, Nokia meninggalkan Symbian dan beralih ke sistem operasi Windows Phone buatan Microsoft, yang dinilai lebih bagus untuk ponsel dengan layar sentuh.

Lantaran Windows Phone bukan milik Nokia, aplikasi yang dibuat para pengembang selanjutnya disimpan di Windows Phone Store. Hasil keuntungan yang didapat dari penjualan aplikasi akan dibagi tiga, untuk Nokia, Microsoft, dan pengembang.

Saat ini, menurut Narenda Wicaksono, Developer Manager Nokia, kurang lebih ada 5.500 pengembang yang dibina oleh Nokia, dengan sekitar 500 orang di antaranya menekuni pembuatan aplikasi dan game khusus untuk ponsel bersistem Windows Phone.

Dari jumlah tersebut ada sekitar 30 pengembang aplikasi yang termasuk dalam kategori very important person di komunitas ini. Berikut ini tiga pengembang dengan aplikasi atau game unggulannya. BUDI RIZA


Meme Lens

Aplikasi ini memanfaatkan fitur kamera dari ponsel seri Lumia untuk membuat foto unik yang disebut meme dari wajah seseorang. Di acara Nokia Olympiad untuk kategori aplikasi berbasis lensa, Meme Lens adalah jawaranya.

"Ide awalnya hanya untuk seru-seruan saja," kata Gathot Fajar, alumnus Universitas Gadjah Mada yang mendirikan Creacle Game Studio. Sejak akhir tahun lalu, studio ini sudah berubah menjadi badan usaha.

Sejak diluncurkan satu tahun silam, aplikasi ini telah diunduh sebanyak 400 ribu kali secara global. Agar mutu aplikasi terjaga, Creacle Game Studio telah melakukan pemutakhiran beberapa kali. Awalnya, monetisasi dilakukan dengan memasang iklan. Belakangan, aplikasi ini ditawarkan secara gratis.

Pengguna yang ingin menikmati fitur premium bisa membelinya dengan harga US$ 0,99. Sedangkan untuk pengguna lokal, aplikasi ini ditawarkan dengan harga Rp 10 ribu dan bisa dibayar melalui pemotongan pulsa.

Creacle Game Studio juga membuat game berjudul Virtual Pet, yang kini telah berumur sekitar satu tahun. Game bertema pemeliharaan binatang secara virtual ini telah menghasilkan uang sejumlah 1.400 euro atau sekitar Rp 21 juta.

Ke depannya, Creacle Game Studio akan lebih berfokus kepada pengembangan game. Salah satu game yang sedang digarap adalah game bergenre action berbasis tokoh wayang.

Gathot mengatakan merasa nyaman dengan platform Windows karena adanya sistem pembayaran yang memudahkan calon pengguna, yaitu melalui pemotongan pulsa.

Keto Adventure

Game besutan studio Chocoarts ini termasuk aplikasi yang laris. Dibuat untuk ponsel Nokia dengan platform S40 dan S60, ukurannya sekitar 1 megabita dan bisa diunduh secara gratis.

Hingga saat ini jumlah orang yang telah mengunduh game Keto Adventure ini mencapai sekitar 400 ribu dengan pendapatan kurang lebih Rp 50 juta.

Dalam game ini, pemain akan berperan sebagai Keto dalam sebuah misi penyelamatan. Namun banyak rintangan harus dilalui, di antaranya menghadapi makhluk seperti orc, goblin, troll, dan vampire. "Bermain di ponsel Nokia rasanya berbeda," kata Sely Haudy dari Chocoarts.

Untuk membuat game yang baru dirilis pada awal Februari lalu ini, Chocoarts membutuhkan waktu tujuh bulan. Cerita dasarnya terinspirasi dari game besutan perusahaan global Gameloft.

Sely, yang merupakan lulusan Universitas Indonesia, punya kiat sederhana namun penting untuk disimak oleh para pengembang, terutama pengembang pemula.

Ia menyarankan, sebagai pengembang aplikasi pemula, seorang programmer jangan terlalu banyak berharap aplikasi buatannya bakal langsung laku di toko aplikasi. "Semua berproses," katanya.

Saat ini, game Keto Adventure baru bisa didapatkan di Ovi Store milik Nokia. Sebab, game ini dibuat untuk platform S40, bukan untuk Windows Phone.

Ketika disinggung soal Google Play dan Apple App Store, Sely mengaku juga sangat tertarik untuk ikut membuat game di kedua toko aplikasi tersebut.

Beyond The Well

Dalam satu tahun terakhir, Beyond The Well sudah diunduh sebanyak 1,2 juta kali. Inilah salah satu game buatan pengembang lokal yang mendapat sambutan luar biasa.

Rahasianya, pembuat game ini, Studio Own Games, melakukan pemutakhiran secara rutin. Masukan dari para pengunduh game ini selalu diperhatikan.

Ide membuat game ini sendiri cukup sederhana. "Kami ingin membawa genre role playing game ke ponsel. Itu saja," kata Eldwin Viriya, pendiri Studio Own Games.

Eldwin mengaku pada awalnya dia merasa kurang enak dengan para pengunduh. Sebab, cukup banyak kritik yang diterimanya untuk pengembangan berbagai fitur pada aplikasi ini.

"Masukan ini sangat berharga bagi kami. Feedback itu lantas kami implementasikan secara terus-menerus ke game kami ini," kata dia.

Dua tahun lalu, Beyond The Well meraih peringkat ketiga pada ajang Mobile Game Developer War 2, yang diadakan oleh Nokia.

Salah satu yang membuat Eldwin terlecut untuk membuat game atau aplikasi untuk ponsel Nokia adalah usaha untuk mendapat dukungan penuh dari perusahaan asal Finlandia ini. Contohnya, para pengembang mendapat peminjaman alat seperti ponsel dan promosi aplikasi.

Aplikasi berbasis Android, menurut Eldwin, belum terlalu menarik. Alasannya, belum ada opsi membuat aplikasi berbayar.

Saat ini Studio Own Games tengah menggarap game berjudul Power Pop, yang bertema kelompok musik komedi Project Pop.

Aplikasi adalah segalanya bagi sebuah sistem operasi. Jumlah aplikasi yang minim tidak akan menarik di mata konsumen. Setidaknya hipotesis ini sudah dibuktikan oleh Android dari Google dan iOS milik Apple. Keduanya memiliki jumlah aplikasi segudang.

Nokia sadar akan hal tersebut. Itu sebabnya perusahaan pembuat ponsel asal Finlandia ini berusaha untuk mengembangkan basis pengembangnya di Indonesia sejak dua setengah tahun terakhir. Tujuannya, te

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB