Memupuk Muzaki Gen Z

Najwa Shihab membekali 300 santri agar siap menghadapi era Society 5.0.#infotempo

 

Iklan

Jumat, 7 April 2023

Sebanyak 300 santri duduk bersila di helideck KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (992) sejak pukul 6 pagi, Jumat, 7 April 2023. Santap sahur dan salat Subuh berjamaah belum lama usai, mereka telah bersiap mendengar kajian tentang berbagai topik seputar agama, kebangsaan, dan pengembangan diri.

Salah satu pembicara yang mereka nantikan adalah pendiri Narasi TV, Najwa Shihab, yang mengupas tema "Ekosistem Muda Kreatif dan Inovatif dalam Menghadapi Era Society 5.0." Cara bertutur Nana—sapaan Najwa—yang fasih dalam berkisah, menginspirasi, dan memotivasi, membuat semangat para santri tergugah.

Nana menggiring para santri kepada perkembangan kondisi terkini, era Society 5.0 yang segalanya serba digital. Tren ChatGPT sebagai bagian dari evolusi Kecerdasan Buatan (Artificial Inteligence) juga menjadi sorotan. Musababnya, tren tersebut dikhawatirkan menghapus berbagai pekerjaan kreatif saat ini seperti ilustrator, fotografer, penulis, dan banyak lagi.

Menyikapi hal tersebut, Nana mengingatkan para santri agar senantiasa memupuk semangat terus belajar mengikuti perubahan zaman. "Kemampuan kita untuk terus meningkatkan skill dan memperbaharui keterampilan, itu yang akan membuat kita terus relevan dan terus hidup. Karena teknologi akan mengubah banyak hal. Kalau kita nggak ikut menyesuaikan diri, kita akan tertinggal," ujarnya.

.

Ia memberi contoh perihal pelukis dari Prancis di abad ke-19, Ernest Meisonier, yang begitu sempurna memindahkan sebuah obyek ke atas kanvas bagaikan hasil foto. Ia sangat dikagumi seantero negeri, sehingga diyakini bakal menjadi maestro terbesar sepanjang zaman.

Tiba-tiba muncul penemuan kamera. Teknologi baru ini menghancurkan proyeksi banyak orang terhadap Ernest. Pelukis itu membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menghasilkan sebuah lukisan realis, sementara kamera hanya dalam sekian detik. Nama Ernest pun tenggelam begitu cepat.

"Kita nggak bisa melawan teknologi, nggak bisa melawan perkembangan pengetahuan. Yang perlu kita miliki adalah punya daya saing dan ketelatenan untuk terus belajar hal baru," ucap Nana.

Untuk mencapai pribadi yang kompeten, kata Nana, anak muda patut mengembangkan sejumlah hal, antara lain reflektif, mengembangkan sikap kolaboratif, dan cerdas. Dunia saat ini, ia melanjutkan, mengedepankan kolaborasi dan bukan lagi saling bersaing. Maka, dibutuhkan kemampuan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

“Sedangkan cerdas, kita harus mampu menarik benang merah dari berbagai persoalan yang dihadapi. Mampu mengaitkan informasi baru dengan informasi lainnya,” tutur anak Quraish Shihab itu. Artinya, generasi muda wajib memilih dan memilah berbagai informasi, serta membedakan kabar benar maupun kabar bohong (hoaks).

Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyatakan akan terus mengajak Najwa Shihab untuk berkolaborasi pada kesempatan berikutnya. “Dengan Najwa kita akan kolaborasikan terus untuk mempersiapkan gen z agar siap menghadapi society 4.0. Kita akan menguatkan karakter anak muda yang inovatif, adaptif, dan resilient,” ujarnya.

Menurut Saidah, kolaborasi dengan Najwa dan TNI AL melalui kegiatan bertajuk “Ekspresi Baznas: Ekspedisi Ramadhan Penuh Inspirasi. Pesantren Kilat RamadanKRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (992)” semakin tepat terselenggara di bulan Ramadan. Pasalnya, Baznas memiliki visi menjadi lembaga utama yang mensejahterakan umat serta memperkuat literasi zakat dan ajaran Islam.

Para santri yang dari 68 sekolah di Jabodetabek dipilih karena mereka berasal dari keluarga muzaki (pemberi zakat) di wilayah perkotaan. “Kita mengajak calon muzaki diperkuat literasi zakatnya, kemudian praktik langsung untuk mendistribusikan dana zakat, bagaimana bisa diberdayakan, mengkolaborasikan berbagai kebaikan di masyarakat.”

Literasi atau pengetahuan zakat akan diperkaya dengan praktik langsung bertemu dengan para mustahik (penerima zakat) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Sebanyak 300 santri itu akan diajak melakukan bakti sosial, berbagi kepada masyarakat, hingga menanam mangrove sebagai bentuk pelestarian alam.

Saidah pun mengapresiasi animo masyarakat terhadap ajang perdana yang digelar Baznas ini. Menurut dia, ada 1.200 pendaftar namun karena kapasitas terbatas akhirnya dipilih 300 pelajar. 

Sebab itulah, Baznas akan melanjutkan kolaborasi dengan TNI AL tahun depan. “TNI AL ada 14 Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut). Tahun depan kita akan kembangkan kolaborasi ini di beberapa provinsi, contohnya di Batam, Makassar, Sumatera Barat, dan Surabaya. Yakni daerah-daerah yang posisi Baznas kuat,” ucapnya. (*)

 

 

 

 

Berita Lainnya