Prospek Cerah Produksi Feronikel Antam

Diversifikasi produksi tambang Antam memiliki prospek cerah di masa mendatang.

Tempo

Senin, 31 Januari 2022

Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo optimistis dengan masa depan usaha PT Aneka Tambang Tbk. Pasalnya perusahaan pelat merah tersebut tidak hanya terpaku pada satu sektor usaha seperti emasm tapi juga sektor lain seperti feronikel. "Antam dengan diversifikasi hasil tambang Antam memiliki prospek menarik," kata dia, Minggu, 30 Januari 2022.

Antam dalam laporan yangt diterbitkan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), pekan lalu, mencatatkan kinerja menggembirakan, terurama dalam komoditas feronikel. Produksi feronikel (unaudited) sebesar 25.818 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada tahun lalu. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan tingkat produksi pada 2020. Sedangkan volume penjualan produk feronikel Antam di tahun yang sama mencapai 25.992 TNi.

Adapun produksi bijih nikel (unaudited) Antam yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan penjualan kepada pelanggan domestik, mencapai 11,01 juta wet metric ton (wmt). Angka tersebut meningkat 131 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan 2020 sebesar 4,76 juta wmt. Sedangkan kinerja penjualan bijih nikel Antam sepanjang 2021 mencapai 7,64 juta wmt, tumbuh 132 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,30 juta wmt.

Menurut Lucky, diversifikasi hasil tambang memungkinkan Antam menghindari kerugian dan sekaligus meraup keuntungan maksimal. Dia mencontohkan fenomena pada awal 2020, perseroan terancam mengalami pelemahan cukup tajam akibat pandemi Covid-19. Namun situasi berubah dan Antam kembali menguat karena mengalami peningkatan, termasuk di sektor feronikel dan emas.

"Kita ingat awal 2020 kondisi Antam melemah, tapi berhasil menguat, karena selain feronikel harga emas mencapai tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sebesar US$2.039,77 per troy ounce," kata Lucky.

Dia menambahkan Antam memiliki produksi feronikel yang menjadi produk subsitusi. Produk pengganti sangat fundamental menaikan kinerja apabila salah satu produk lain terkoreksi.

Antam dalam akun resminya @OfficialAntam, menyebutkan feronikel yang dihasilkan perseroan memiliki kadar besi 80 persen dan 20 persen nikel. Deronikel digunakan untuk bahan paduan pembuatan baja dan memiliki unsur lapisan anti karat. Di Indonesia feronikel ini diproduksi di Pabrik Feronikel Pomala.

Perihal fluktuasi harga saham Antam, Lucky mengatakan tak perlu khawatir. Pelemahan saham yang terjadi bersifat temporal saja. “Justru saya melihat Antam dalam kondisi discount. Jadi pelemahan ini dimaknai sebagai koreksi temporer,” ujarnya.

Lucky menambahkan peraturan bisa mengalami perubahan. “Contoh kebijakan di sektor komoditi seperti pajak ekspor-impor industri sawit, DMO (domestic market obligation) batu bara, mengikuti dinamika sektor. Jadi pandangan saya, sentimennya ini temporer," jelasnya.

Berita Lainnya