3 Aksi Lawan Hilangnya Kesempatan Belajar bagi Anak

Peningkatkan akses buku bacaan untuk anak diperlukan dalam melawan kesenjangan yang terjadi di setiap daerah.

Tempo

Sabtu, 31 Juli 2021

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan, momen memperingati Hari Anak Nasional tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Indonesia saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Pihaknya pun mengajak seluruh pihak untuk melawan hilangnya kesempatan belajar (learning loss) yang dialami anak.

“Untuk menguatkan gerak langkah, kami mengajak berbagai pihak di setiap lini untuk bergerak bersama membantu melawan hilangnya kesempatan belajar melalui beberapa aksi yang menguatkan kualitas kegiatan literasi di seluruh nusantara,” kata Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikbudristek Jumeri secara virtual pada Jumat, 23 Juli 2021.

Jumeri mengatakan ada tiga aksi yang bisa dilakukan untuk menguatkan kualitas literasi kepada anak. Aksi pertama, katanya, dengan menghadirkan lingkungan belajar yang kaya aksara. Menurutnya, hal itu bermanfaat untuk memperkaya kosakata anak, meningkatkan kemampuan komunikasi, bernalar, menyimak, dan berpikir kritis. “Salah satunya dengan membacakan buku kepada anak,” ucapnya.

Aksi kedua, Jumeri meminta kepada para pakar pendidikan dan tenaga pengajar untuk membantu mengasah kemampuan orang tua dalam menyusun kegiatan ajar berbasis buku bacaan. Ketiga, Jumeri meminta semua pihak untuk meningkatkan akses buku bacaan kepada anak-anak.

"Atas dasar itu, perlu meningkatkan akses buku bacaan untuk anak dalam melawan kesenjangan pada setiap daerah. Kemudian mengajak orang tua untuk melaksanakan kegiatan di rumah yang dapat mendorong kemampuan literasi serta kepekaan sosial anak," tuturnya.

Jumeri meyakini, apabila aksi tersebut dijalankan dengan baik melalui kolaborasi pemerintah, komunitas literasi, Taman Bacaan Masyarakat, dan keluarga, peningkatan akses buku bacaan oleh anak akan tercapai. “Bergerak bersama menjadi kunci agar setiap anak usia dini mendapatkan haknya untuk mampu menavigasi dunia dengan lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek Hendarman mengatakan situasi pandemi COVID-19 seharusnya tidak menyurutkan semangat dan harapan anak-anak Indonesia. Menurutnya, pandemi justru menjadi momentum untuk merekatkan hubungan anak dengan orang tua. “Pandemi menjadi momentum yang dapat mendorong lahirnya inspirasi anak-anak untuk tetap berpikir kritis sekaligus menjadi perekat hubungan antara anak, orang tua, guru, dan masyarakat,” katanya.

Menurut Hendarman, perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2021 adalah wujud perhatian pemerintah dalam memperhatikan kondisi anak-anak Indonesia. “Kita ingin menunjukkan pandemi ini tidak menyurutkan semangat dan pengharapan. Kita berikan motivasi ke anak-anak,” katanya.*

Berita Lainnya