Jembatan Sawunggaling Penggerak Perekonomian Sutabaya

Peresmian Jembatan Sawunggaling dan Terminal Intermoda Joyoboyo dihadiri Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Tempo

Senin, 3 Mei 2021

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meresmikan Jembatan Sawunggaling dan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) yang terkoneksi dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS), Sabtu, 1 Mei 2021. Jembatan ini menghubungkan frontage road sisi barat Jalan Raya Wonokromo dengan Jalan Gunungsari. Peresmian dihadiri Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Pemerintah Kota Surabaya mengundang Menteri Risma karena peranannya dalam pembangunan Jembatan Sawunggaling dan TIJ pada saat menjabat wali kota. Eri mengatakan pemerintah tidak melupakan sejarah berdirinya jembatan dan terminal baru ini.

Eri berharap perekonomian Surabaya akan terus bergerak dengan pembangunan jembatan dan terminal. “Pergerakan UMKM Kota Surabaya bisa terus bergerak. Terus bergerak menjadi pergerakan ekonomi yang hebat," ujarnya.
Dengan terkoneksinya jembatan dan terminal, kata Eri, seluruh akses parkir yang ada di area KBS bisa diarahkan ke TIJ. Dia berharap, area kebun binatang lebih nyaman digunakan warga Surabaya dan wisatawan.

Eri juga mengucapkan terima kasih kepada Mensos Risma yang hadir secara khusus dalam peresmian ini. Pihaknya memastikan, ke depan akan terus melakukan yang terbaik dan meneruskan kebaikan-kebaikan yang sebelumnya telah dilakukan Risma saat menjadi Wali Kota Surabaya.

Adapun Risma menyampaikan terima kasih diundang dalam peresmian jembatan dan terminal. Menurut dia, konsep jembatan ini sebetulnya adalah untuk penanganan masalah intermodal untuk memadukan moda transportasi di Kota Surabaya.

"Dulu memang rencananya juga ada trek, dan kemudian ketemu di lantai dua dan kemudian ketemu dengan bus. Sehingga kalau warga beralih (moda transportasi) itu memudahkan pergerakan," kata Risma.

Risma mengatakan selain membantu frontage road, jembatan untuk mendukung akses parkir di TIJ dan kendaraan yang menuju arah Surabaya Barat. "Terminal konsepnya untuk antarmoda, jadi ada trem, ada bus dan ada angkot. Menghubungkan warga bisa menyeberang dari sini," ujarnya.

Ide awal gagasan Jembatan Sawunggaling dan TIJ, kata Risma, terkoneksi dengan kebun binatang. Hal itu bertujuan untuk mendukung akses parkir pengunjung dan wisatawan untuk mengurangi kemacetan di sekitar KBS.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan, pembangunan jembatan ini bertujuan untuk mendukung transportasi yang masuk TIJ dan pengunjung KBS. “Jembatan Sawunggaling menjadi ikon baru Kota Surabaya yang juga sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Surabaya melalui jalan wisata," kata dia.
Irvan menjelaskan, jembatan ini memiliki panjang sekitar 136 meter yang menghubungkan ruas frontage Wonokromo dengan Jalan Gunung Sari. Sedangkan untuk lebar Jembatan, mencapai sekitar 17 meter dan Lebar Badan Jalan sekitar tujuh meter.

Untuk bangunan pelengkap, kata Irvan, pilon jembatan dengan tinggi sekitar 20 meter dilengkapi dengan tangga untuk naik ke mezzanine. Lalu, dilengkapi pula dengan big tree lamp dengan tinggi enam meter yang dapat menyala berwarna-warni lengkap dengan running text.

Selain itu, menurut Irvan, jembatan dilengkapi air mancur yang bergerak seirama dengan lagu yang diputar. “Pada railing jembatan menggunakan kaca tempered yang ditempeli stiker dan lampu hias," ujarnya.

Inforial

Berita Lainnya