Daftar Saham Indeks SRI-Kehati, Beserta Pengertian dan Tip Memulai Investasi bagi Pemula

Indeks SRI-Kehati berisi 25 emiten yang mengutamakan prinsip berkelanjutan, tata kelola yang baik, serta peduli lingkungan.

Dini Diah

Senin, 15 Mei 2023

INVESTASI saham merupakan tindakan penanaman dana atau modal melalui salah satu produk investasi untuk menunjang kekuatan finansial. Investasi ini menjadi langkah penting agar bisa mencapai kondisi keuangan di masa depan yang prima dan stabil. Emiten-emiten dalam indeks SRI-Kehati bisa menjadi pilihan untuk memulai investasi.

Indeks SRI-Kehati hadir untuk memberikan tambahan opsi investasi bagi investor dengan cara memilihkan emiten yang memiliki catatan yang baik dalam upaya mendorong usaha-usaha berkelanjutan. Tertarik untuk berinvestasi pada emiten anggota indeks ini? Mari simak informasi lengkap tentang indeks SRI-Kehati.

Mengenal Indeks SRI-Kehati Beserta Profil dan Sejarahnya

Indeks SRI-Kehati adalah indeks sustainable and responsible investment (SRI) yang dikelola  Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI).  Indeks yang diluncurkan pada 8 Juni 2009 ini berisi emiten yang mengutamakan prinsip berkelanjutan, tata kelola yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Melansir laman resmi Yayasan Kehati, indeks ini mengacu pada United Nations’ Principles for Responsible Investment (PRI) dan dimaksudkan untuk memberikan tambahan pedoman investasi bagi pemodal dengan standar pemilihan perusahaan yang sesuai, yaitu menerapkan prinsip SRI, lingkungan, serta sosial dan tata kelola environmental, social and good governance (ESG).

Indeks SRI-Kehati merupakan salah satu referensi bagi prinsip investasi yang menitikberatkan pada isu ESG di pasar modal Indonesia. Melalui indeks ini, Yayasan Kehati berusaha menciptakan mutualisme antara dunia konservasi dan sektor bisnis. Sejak peluncurannya, secara historis indeks ini telah menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding beberapa indeks utama, seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), LQ45, dan JII.

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa EFek Indonesia, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

Daftar Emiten SRI-Kehati Terbaru

Indeks SRI-Kehati berisi 25 emiten BEI yang susunannya ditinjau ulang dan diperbarui setiap Mei dan November. Mekanisme peninjauan ulang dan pembaruan dilakukan melalui kuesioner dan emiten serta data lain yang relevan.

Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-00295/BEI.POP/11-2022, terdapat 25 emiten yang termasuk dalam daftar indeks SRI-Kehati untuk periode hingga Mei 2023. Berikut ini susunan daftar perusahaan indeks SRI-Kehati terbaru: 

1. Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

2. Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)

3. Astra International Tbk (ASII)

4. Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

5. Bank Central Asia Tbk (BBCA)

6. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

7. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

8. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

9.  Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS)

10. Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

11. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

12. Indofood Sukses Makmur Tbk   (INDF)

13. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

14. JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

15. Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

16. Kalbe Farma Tbk (KLBF)

17. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS)

18. PP (Persero) Tbk (PTPP)

19. Industri Jamu dan Farmasi Sido Tbk (SIDO)

20. Siloam International Hospital Tbk (SILO)

21. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)

22. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

23. United Tractors Tbk (UNTR)

24. Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

25. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

Nasabah tengah memantau pergerakan saham dari rumah tinggalnya di Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

Tip Memulai Investasi bagi Pemula

Cara berinvestasi saham yang benar perlu diketahui oleh investor pemula ketika ingin menaruh modal di suatu perusahaan. Apalagi saat ini minat investor pemula untuk berinvestasi demi mencapai kebebasan finansial semakin meningkat. Namun tak jarang investor pemula masih bingung untuk memulai investasi. Karena itu, berikut tip memulai investasi bagi pemula:

1. Menentukan Tujuan Investasi
Sebelum memulai investasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan investasi. Beberapa orang biasanya berinvestasi dengan tujuan mempersiapkan dana darurat, pernikahan, pendidikan, serta membeli rumah atau liburan. Biasanya tujuan investasi dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Karena itu, pastikan Anda tetap berfokus mencapainya.

2. Memperkirakan Alokasi Dana Investasi
Langkah selanjutnya adalah memperkirakan alokasi dana investasi. Hitung berapa banyak dana yang akan dialokasikan untuk investasi dan usahakan menggunakan uang "dingin". Hal ini karena investasi dalam bentuk saham sangat fluktuatif sehingga diharapkan menggunakan dana yang benar-benar aman dan tidak digunakan untuk kebutuhan lain.

3. Tentukan Gaya Berinvestasi Anda
Beberapa investor pemula biasanya ingin berperan aktif dalam mengelola investasi mereka. Sedangkan investor yang lain lebih memilih mengatur dan melupakannya. Jika yakin atas pengetahuan dan kemampuan investasi Anda, Anda dapat mengelola investasi dan portofolio sendiri. Namun, jika tidak ingin mengelolanya sendiri, penasihat keuangan yang berpengalaman dapat membantu Anda membuat keputusan investasi, memantau portofolio, dan mengubahnya.

4. Pahami Konsep Investasi dan Resikonya
Seorang investor pemula harus menyesuaikan tujuan dan jangka waktu investasi dengan profil risikonya. Investor pemula yang ingin berinvestasi dengan risiko rendah bisa memilih reksa dana pasar uang. Pasalnya, investasi tersebut menjadi opsi tepat bagi investor pemula yang ingin mempersiapkan investasi dalam jangka waktu pendek.

5. Pilih Akun Investasi 
Tip investasi bagi pemula selanjutnya adalah memilih produk investasi. Anda bisa membuat akun investasi untuk berinvestasi di saham atau pasar modal. Saat ini pilihan akun untuk berinvestasi sangat beragam. Karena itu, pastikan melakukannya di lembaga keuangan yang tepat apabila hendak memulai investasi.

6. Disiplin Berinvestasi
Dalam berinvestasi, seorang investor pemula perlu memiliki strategi yang tepat dan berdisiplin dalam mengalokasikan dananya. Strategi dan kedisiplinan mampu membantu mengoptimalkan modal yang dimiliki agar bisa mencapai target investasi sesuai dengan tujuan. Jangan lupa juga  mengevaluasi kinerja secara berkala.


RIZKI DEWI A. | VIVIA AGARTA F. | BERBAGAI SUMBER

Berita Lainnya