Berita Utama

2,6 Terabita Panama Papers

Edisi, 2 Mei 2016

Bulan lalu, dunia heboh oleh bocoran dokumen finansial dari sebuah firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca. Data sebesar 2,6 terabita itu berisi informasi tentang aktivitas perusahaan di negara suaka pajak seperti Panama atau British Virgin Islands. Ada sekitar 11,5 juta data yang terangkum sejak 1977 sampai awal 2015.?

Bulan lalu, dunia heboh oleh bocoran dokumen finansial dari sebuah firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca. Data sebesar 2,6 terabita itu berisi informasi tentang aktivitas perusahaan di negara suaka pajak seperti Panama atau British Virgin Islands. Ada sekitar 11,5 juta data yang terangkum sejak 1977 sampai awal 2015.?

Ratusan nama pesohor tercantum di dalamnya, mulai dari Presiden Rusia Vladimir Putin hingga pemain sepak bola Leonal Messi. Mereka menggunakan jasa Mossack Fonseca untuk mendirikan perusahaan cangkang, diduga untuk menghindari pajak. Data tersebut diungkap pertama kali oleh koran Jerman, Sddeutsche Zeitung. Kemudian mereka membagi ke International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ).

Konsorsium Jurnalis Pembongkar Megaskandal

International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) mendadak tenar. Perkumpulan sekitar 370 jurnalis dari 76 negara-termasuk Tempo, satu-satunya media Indonesia-ini mengungkap dokumen rahasia Panama Papers.

Sejak didirikan pada 1997 oleh wartawan Amerika Chuck Lewis, ICIJ berfokus terhadap isu-isu kejahatan lintas negara, korupsi, dan penyelewengan kekuasaan. Lembaga ini berkolaborasi dengan puluhan perusahaan media di seluruh dunia dalam proses investigasi dan publikasi.

Menghindari Pajak hingga Pencucian Uang

Dokumen Panama Papers menyebutkan pelbagai motif yang mendasari para pengusaha dalam mendirikan perusahaan cangkang.
-Mempermudah transaksi di luar negeri.
-Menghindari pungutan pajak tinggi, baik dari transaksi maupun pendirian badan usaha.
-Menyembunyikan profil.
-Alat untuk mencuci uang hasil kejahatan.

Modus Kejahatan Melalui Perusahaan Cangkang
-Membuat transaksi palsu dengan anak usaha untuk memperkecil laba. Tujuan akhirnya adalah mereduksi tagihan pajak.
-Menciptakan lapisan-lapisan pihak yang terafiliasi dalam satu transaksi, untuk menyembunyikan dana hasil kejahatan.
-Mempermudah transfer dana ke pihak yang bermasalah dengan hukum.
-Menyembunyikan transaksi kriminal, seperti trafficking, korupsi, narkotik, hingga terorisme.

Sekilas Mossack Fonseca

Keberadaan firma hukum yang melayani jasa pembuatan anak usaha di luar negeri merupakan hal wajar. Menjadi tak lumrah ketika firma tersebut juga menawarkan jasa merahasiakan aset guna mengurangi tagihan pajak. Peran itulah yang saat ini ditudingkan terhadap firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca. Pada prakteknya, firma hukum itu mempekerjakan sebuah perusahaan eksternal untuk menjalani beberapa fungsi bisnis di negara lain dari produk atau jasa yang benar-benar dikembangkan atau diproduksi. Berikut ini beberapa fakta tentang Mossack Fonseca:
-Didirikan pada 1977.
-Berkantor pusat di Panama.
-Membantu menciptakan anak perusahaan yang dapat digunakan untuk menyembunyikan kepemilikan aset.
-Saat ini dikepalai oleh Ramon Fonseca.
-Penyedia layanan perusahaan rahasia di luar negeri (offshore) terbesar keempat dunia.
-Mengelola sekitar 214 ribu entitas perusahaan offshore.
-Memiliki klien di lebih dari 200 negara dan wilayah.

Tersandung Berkas Panama

Dalam dokumen Panama Papers, setidaknya ada 140 petinggi negara di seluruh dunia yang tersangkut megaskandal penghindaran pajak. Salah satunya, Perdana Menteri Islandia Sigmundur Gunnlaugsson, yang telah mengundurkan diri. Langkah Gunnlaugson diikuti oleh Menteri Industri Energi dan Pariwisata Spanyol, Jose Manuel Soria.

Namun, tak semua petinggi negara legawa layaknya Gunnlaugson dan Soria. Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, bergeming meski desakan untuk mundur cukup besar. Berikut ini beberapa nama petinggi negara dan pesohor yang disebut dalam Panama Papers.
-Ayad Allawi, Wakil Presiden Irak (2014-2015); Perdana Menteri interim Irak (2004-2005)
-Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, Perdana Menteri Qatar (2007-2013); Menteri Luar Negeri Qatar (1992-2013).
-Raja Salman bin Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, Raja Arab Saudi (2015-sekarang); Putra Mahkota (2012-2015).
-Khalifa bin Zayed bin Sultan Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab dan Emir Abu Dhabi (2000-sekarang).
-Vladimir Putin, Presiden Rusia.
-Xi Jinping, Presiden Cina.
-David Cameron, Perdana Menteri Inggris.
-Leonel Messi, bintang sepak bola Barcelona dan Argentina.
-Jackie Chan, bintang film terkenal asal Hong Kong.

Panama Papers menaksir tak kurang dari Rp 2.300 triliun duit orang Indonesia ditanam di kawasan tax haven di seluruh dunia. Pemiliknya, sekitar 803 orang Indonesia yang membikin perusahaan cangkang di beberapa kawasan surga pajak, dari pengusaha hingga penyelenggara negara.?

Bagi penyelenggara negara, jerat pidana menanti jika mereka terbukti. Berdasarkan Pasal 5 ayat 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara, mereka harus melaporkan dan mengumumkan kekayaan sebelum dan sesudah menjabat.?

Garibaldi (Boy) Thohir (Adaro): Harold Heights Group Ltd.
"Ini hal lumrah. Saat memiliki klub bola, saya pakai Special Purpose Vehicle (SPV) di luar negeri, jadi otomatis nama saya terpublikasi."

Sandiaga Uno (Saratoga, Recapital): Aldia Enterprises, Attica Finance Ltd, dan Ocean Blue Global Holdings Ltd (melalui Saratoga Equity Partners).
"Saya memang punya rencana membuka semuanya karena saya sekarang dalam proses mencalonkan diri menjadi pejabat publik."

Fransiscus Welirang (Indofood): Azzorine Ltd (melalui BOS Trust Company Ltd).
"Iya benar, itu perusahaan saya. Perusahaan satu dolar."

Airlangga Hartanto (politikus Partai Golkar): Buckley Development Corporation.
"Buckley? Buckley saya belum tahu. Nanti saya cek dulu."

Johnny Gerard Plate (politikus NasDem): Serenity Pacific Ltd.
"Ini jangan menjadi rumor maupun berita yang tendensius dan cenderung fitnah."

Hilmi Panigoro (Medco Group): Bartonia Capital Ltd.
"Saya punya banyak perusahaan offshore sebagai wahana investasi dan mengelola risiko. Tapi setelah saya cek, Bartonia tidak ada dalam daftar yang dimiliki oleh Grup Medco maupun saya pribadi."

Edi Yosfi (PT Adiperkasa Citra Lestari): Saxenburg Enterprises Ltd, Palomino Energy Ketapang Limited, Hollingsworth Group Ltd, dan Kingswood Capital Ltd.
"Kami sudah tutup perusahaan tersebut sekitar 2008-2009."

Muhammad Reza Ihsan Radjasa (anak Hatta Radjasa): Hazel Century Limited.
"Hazel Century tak pernah aktif sejak berdiri. Tak ada aktivitas apa pun."

Anindya Novyan Bakrie (anak Aburizal Bakrie): Serenata Shipping Limited SA.
"Tahun 2004 kan Bakrie Group masih mencari uang. Nah perusahaan itu untuk menarik dana luar negeri."

Heru Lelono (Staf Khusus Presiden 2004-2014): Star Energy Enterprises Ltd.
"Saya malah tak tahu. Selama ini saya tidak punya perusahaan."

Harry Azhar Azis (Kepala Badan Pemeriksa Keuangan), Sheng Yue International Limited.
"Saya memang punya perusahaan paper sejak menjadi anggota DPR, tapi tidak ada transaksi sama sekali."

Luhut Binsar Pandjaitan (Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan): Mayfair International Ltd (melalui PT Toba Sejahtera).
"Saya tidak kenal."FAIZ NASHRILLAH | Diolah dari berbagai sumber

Bulan lalu, dunia heboh oleh bocoran dokumen finansial dari sebuah firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca. Data sebesar 2,6 terabita itu berisi informasi tentang aktivitas perusahaan di negara suaka pajak seperti Panama atau British Virgin Islands. Ada sekitar 11,5 juta data yang terangkum sejak 1977 sampai awal 2015.?

Ratusan nama pesohor tercantum di dalamnya, mulai dari Presiden Rusia Vladimir Putin hingga pemain sepak bola Leonal Messi. Mer

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB