Nada Dering Lagu 'KPK di Dadaku' Laris Manis  

Selasa, 03 November 2009 | 22:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pembuatan nada dering KPK Di Dadaku bertujuan mengikut sertakan masyarakat sebanyak-banyaknya untuk membela KPK. "Ingin merangkul masyarakat sebanyak-banyaknya untuk membela KPK melalui kebudayaan," kata Agam Faturahman, sukarelawan Cicak (Cinta Indonesia Cinta KPK) saat dihubungi Tempo, Selasa (3/11). Caranya, lanjut dia, melalui konser musik, malam puisi, nada sambung, dan RBT.

Lagu KPK Di Dadaku berasal dari lagu grup band Netral yang berjudul Garuda Di Dadaku tetapi liriknya diubah. "Kita mengubahnya rame-mare. Cholil Efek Rumah Kaca juga terlibat," kata Agam.

Banyak musisi yang ikut terlibat dalam lagu ini, antara lain, Fariz RM, Once Dewa, Jimo Kadri Jimo The Prinzes of Rhythm (KJP), Cholil Efek Rumah Kaca, dan Netral. "Mereka musisi yang punya kepedulian," Agam menambahkan.

Irma, salah satu anggota komunitas Cicak lain, menuturkan pembuatan nada dering ini dibuat secara independen. "Tidak ada provider yang terlibat, tegasnya. bagi masyarakat yang akan menggunakan nada dering tersebut, gratis," ujar Irma.

Agam menjelaskan nada dering kemungkinan akan ditingkatkan menjadi Ring Back Tone (RBT) apabila pemerintah terus menerus ingin memberantas KPK. "Tergantung keadaan. Kalau pemerintah insyaf tidak akan ke sana," ujarnya.

Komunitas Cicak, lanjut Agam, berharap dapat mempengaruhi daerah lain untuk ikut membentuk cicak-cicak di daerahnya. Sehingga mampu mempengaruhi pemerintah agar serius. "Mau memberantas korupsi atau memberantas KPK?" tegasnya.

Malam ini, nada dering tersebut dilaunching di Rolling Stone Indonesia di Jalan Ampera Raya Nomor 16 Kemang, Jakarta Selatan.

RINA WIDIASTUTI/ AGUSLIA

[Tutup jendela]