Netral Kesulitan Buat Lagu Pengobar Semangat

Rabu, 10 Juni 2009 | 22:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Membuat lagu soundtrack film "Garuda di Dadaku" bukanlah hal gampang buat band Netral. Menurut vokalis Netral, Bagus Dhanar Dhana, lirik-lirik yang dipilih juga harus mampu mewakili semangat yang terdapat dalam film yang sarat dengan pesan-pesan nasionalisme, Rabu (10/6). 

Menurut Bagus, proses Netral memilih dan membuat lirik lagu "Garuda di Dadaku" yaitu dengan mengumpulkan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan para pendukung sebak bola ketika tim Merah Putih tengah bertanding di lapangan hijau. “Untuk buat lagu bertema olahraga agak susah,” ujar Bagus.

Band yang digawangi Bagus (vokalis dan bas), Christopher “Coki” Bollemeyer (gitaris), dan Eno Gitara Ryanto (penabuh drum) mengaku kesulitan membuat lirik lagu yang mampu mengobarkan semangat dan mewakili pesan yang ingin disampaikan dalam film yang sama dengan judul soundtrack lagu tersebut. “Aku belum pernah bikin lirik tentang olahraga,” jawab Bagus.

Kesulitan muncul karena lirik lagu yang diaransemen harus membakar semangat kebangsaan padahal semangat ini, menurut Bagus, sudah mulai berkurang. “Lagu juga harus bisa membuat semangat,” tutur Bagus

Sementara untuk mengaransemen lagu, Netral tidak membutuhkan waktu yang lama dan halangan hanya terdapat pada proses merekam suara alat marching band yang ditabuh Eno. “Membuat lagu tidak lama, kira-kira satu jam,” tutur Bagus.

“Kesulitan cuma di recording mesti mainin alat marching band biar dapat semangat adi lagu,” tambah Eno.

Namun, ketika proses aransemen lagu sudah selesai, personel band kagum sendiri dengan hasil kreasi mereka. Menurut Coki, lagunya mirip lagu kebangsaan. “Setelah selesai kita buat jadi bangga sendiri. Jadi seperti lagu kebangsaaan,” jawab Coki.

MUSTHOLIH

[Tutup jendela]