maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Nabi Muhammad dan Penghinanya

Jumat, 12 Oktober 2012

Mohamad Guntur Romli,
PENULIS

Saat Nabi Muhammad masih di Mekah sebelum hijrah ke Madinah, ia dikelilingi lawan-lawannya. Segala macam kekerasan dari yang fisik hingga yang psikis berlipat-lipat diterimanya. Sebuah riwayat sering dikutip oleh para khatib untuk menggambarkan ketabahan dan keagungan budi Nabi Muhammad. Setiap kali Rasul selesai beribadah dari pelataran Ka'bah, ia melewati "gang senggol". Dari lantai atas, ada seseorang yang senantiasa mengintainya. Setiap kali Nabi Muhammad melintas, ia meludahi dan melemparkan kotoran. Permusuhan orang itu sampai kelewat batas. Suatu hari ia melempar isi perut onta, lambung, dan usus yang masih penuh kotoran. Nabi Muhammad jatuh, terengah-engah dan hampir pingsan. Untung saja ada seseorang yang bersimpati dan menolongnya. Nabi Muhammad tidak membalas kekasaran itu. Hingga pada hari yang lain Nabi Muhammad melewati gang sempit itu tanpa rintangan. Ia heran, seperti menunggu dan mengamati, mencari-cari orang yang memusuhinya. Nabi Muhammad dikabari bahwa orang yang biasa melemparkan kotoran jatuh sakit. Mendengar kabar itu, Nabi Muhammad tidak menimpalinya dengan "syukurin luu", melainkan malah menjenguknya. Didatangi Nabi Muhammad, orang itu terharu, meminta maaf, dan menyatakan keislamannya.

. tempo : 167559616822

Mohamad Guntur Romli,
PENULIS

Saat Nabi Muhammad masih di Mekah sebelum hijrah ke Madinah, ia dikelilingi lawan-lawannya. Segala macam kekerasan dari yang fisik hingga yang psikis berlipat-lipat diterimanya. Sebuah riwayat sering dikutip oleh para khatib untuk menggambarkan ketabahan dan keagungan budi Nabi Muhammad. Setiap kali Rasul selesai beribadah dari pelataran Ka'bah, ia melewati "gang senggol". Dari lantai atas, ada seseorang yang senantiasa

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Sudah berlangganan? Masuk Disini
Daftar TempoID untuk mendapatkan berita harian via email.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 5 Februari 2023

  • 4 Februari 2023

  • 3 Februari 2023

  • 2 Februari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan