maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Mayapada

Metode Baru Pengobatan Nyeri Tulang Belakang

Rabu, 24 Agustus 2022

Tindakan BESS atau Biportal Endoscopic Spine Surgery sangat menguntungkan pasien. #Infotempo

Ilustrasi sakit tulang belakang.. tempo : 167492802535

Masalah nyeri tulang belakang dapat dialami oleh segala usia, bahkan pada mereka yang masih muda. Penyebabnya antara lain karena faktor usia, jatuh, kecelakaan, atau kelainan genetik.

Nyeri akibat gangguan tulang belakang ini tentunya mengganggu aktifitas, dapat menyebabkan kelemahan kaki bahkan kelumpuhan. Salah satunya pernah dialami oleh seorang wanita usia 43 tahun, menderita nyeri punggung bawah menjalar ke paha kanan.

Hal ini terjadi akibat pasien pernah jatuh dalam posisi terduduk. Untuk mengatasi rasa nyeri yang dirasakan, pasien hanya minum obat anti nyeri. Namun walaupun sudah minum obat anti nyeri dalam jangka wantu lama, rasa nyeri ini tidak juga hilang.

Setelah dilakukan pemeriksaan MRI Spine (tulang belakang), pasien didiagnosa HNP L3-4, dimana diketahui telah terjadi jepitan saraf akibat tonjolan bantalan ruas tulang belakang. HNP atau yang dikenal dengan saraf terjepit adalah kondisi di mana bantalan tulang belakang menonjol dan menekan saraf tulang belakang.

Gejala HNP tergantung bagian saraf tulang belakang mana yang terkena, mulai dari leher, punggung, dan punggung bawah. Adapun, gejala yang sering dialami, yakni nyeri punggung bawah atau tulang ekor; nyeri seperti tertusuk di daerah bokong dan menjalar ke salah satu kaki; dan rasa kesemutan dan kelemahan di kaki

Selain HNP, gangguan tulang belakang yang menyebabkan nyeri adalah Spondylolisthesis. Spondylolisthesis berbeda dengan HNP, meski gejalanya cukup mirip.

Spondylolisthesis adalah suatu kondisi ketidakstabilan tulang belakang yang menyebabkan pergeseran tulang belakang dan menekan saraf sehingga menimbulkan nyeri punggung bawah. Gejala dari Spondylolisthesis yang harus diwaspadai, yakni, nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke jari kaki; mati rasa atau kesemutan di punggung ke kaki; nyeri atau sensasi tegang pada otot paha belakang; rasa lemas atau kelemahan di kaki.

Spondylolisthesis dapat disebabkan oleh proses degeneratif karena faktor usia, cedera tulang belakang, atau retak tulang belakang, dan faktor genetik. Diagnosa Spondylolisthesis dapat ditegakkan setelah dilakukan pemeriksaan MRI Spine (tulang belakang).

Untuk mengatasi nyeri akibat gangguan tulang belakang pada kedua kasus tersebut, dapat dilakukan tindakan BESS atau Biportal Endoscopic Spine Surgery. “Permasalahan tulang belakang yang disebabkan oleh jepitan saraf kini tidak perlu dilakukan operasi bedah terbuka. Tindakan BESS adalah tindakan minimal invasif menggunakan alat endoskopi untuk mengatasi masalah tulang belakang” kata Dokter Spesialis Bedah Ortopaedi Konsultan Spine (Tulang Belakang) dari Mayapada Hospital Kuningan, dr. Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT(K)Spine. 

Adapun, Dokter Spesialis Orthopaedi Konsultan Spine (Tulang Belakang) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Starifulkani, SpOT(K)Spine, mengatakan, pada prosedur BESS, pembebasan jepitan saraf dapat dilakukan melalui sayatan kecil dan minimal sehingga proses pemulihan pasien akan lebih cepat. "Selain itu BESS dapat dilakukan pada pasien lansia karena dengan prosedur minimal invasif, risiko komplikasi sangat minimal, dan waktu pemulihan lebih cepat sehingga aman untuk pasien lansia," ujarnya.

Namun, Starifulkani melanjutkan, yang terpenting adalah segera lakukan konsultasi ke dokter jika mengalami gejala. "Agar mendapatkan terapi yang tepat dan mencegah komplikasi".

Dokter Spesialis Orthopaedi Konsultan Spine (Tulang Belakang) dari Mayapada Hospital Kuningan, dr. Putu Bagus Didiet, SpOT(K)Spine, menambahkan, teknologi BESS ini sangat menguntungkan pasien. "Tingkat keberhasilan yang tinggi dengan sayatan minimal dan durasi perawatan singkat dapat membuat pasien terbebas dari keluhannya sehingga dapat segera beraktifitas kembali pasca tindakan," kata dia. (*)

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 28 Januari 2023

  • 27 Januari 2023

  • 26 Januari 2023

  • 25 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan