maaf email atau password anda salah


Ditjen EBTKE

PLTS Atap Mengakselerasi Energi Terbarukan

Indonesia menjadi negara tropis dengan energi surya melimpah.

arsip tempo : 172189276694.

Ilustrasi pemasangan pembangkit listrik tenaga surya. Pexels.com. tempo : 172189276694.

JAKARTA – Direktur Pusat Riset Energi Terbarukan Universitas Indonesia Eko Adhi Setiawan mengatakan Indonesia seharusnya memiliki peran strategis di ASEAN untuk mengakselerasi energi terbarukan. Pencapaian penambahan porsi energi terbarukan menjadi indikator utama mendorong  ekonomi berkelanjutan.

Menurut Eko, peningkatan porsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga stakeholder terkait. Indonesia menjadi negara tropis dengan energi surya melimpah. “Teknologi (energi surya) mudah untuk dipasang dan dioperasikan serta harganya semakin ekonomis,” ujarnya.

PLTS atap, kata Eko, adalah salah satu bentuk penerapan teknologi energi surya untuk mempercepat penetrasi energi terbarukan. Pengembangan pembangkit surya atap ini akan meningkatkan peran aktif masyarakat atau individu menyediakan energi ke sistem jaringan listrik.

Eko mengatakan partisipasi masyarakat adalah bukti proses transisi energi tumbuh dan berkembang. Konsep ini selaras dengan konsep kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. 

Menurut dia, peran PLN sangat sentral dalam pengembangan PLTS atap yang aman dan andal. Eko menambahkan negara di ASEAN seperti seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam lebih dulu mengajak masyarakat berpatisipasi dalam pengembangan pembangkit listrik surya atap. “Mereka terlihat lebih siap dan lebih cepat dalam merespon perubahan yang merupakan sebuah keniscayaan,” kata Kepala Program Studi Sistem Teknik Energi Fakultas Teknis Universitas Indonesia.

Eko menilai PLTS atap adalah pilihan terbaik bagi bangsa ini karena keuntungan yang akan dirasakan masyarakat, pelaku bisnis dan industri. Adapun adanya potensi kerugian PLN, dia menyarankan semua pihak meninjau kembali segala macam bentuk kontrak yang memberatkan keuangan perusahaan listrik negara. “Misalnya kontrak PLN dengan penyedia/pembangkit listrik swasta berbasis batu bara yang listriknya wajib dibayar walau tidak digunakan, dengan skema take or pay,” ujarnya.

PLN juga harus mengubah model kelistrikan yang tidak lagi menyandarkan kepada rantai pasokan listrik konvensional. Perusahaan pelat merah ini harus mencari peluang bisnis baru yang akan muncul. “Ke depan, keberhasilan bisnis kelistrikan akan ditentukan dari bagaimana kemampuan penguasaan teknologi pembangkit terbarukan, penyimpanan energi, pengusaaan teknologi informasi dan digitalisasi,” kata dia.

Konten Eksklusif Lainnya

  • 25 Juli 2024

  • 24 Juli 2024

  • 23 Juli 2024

  • 22 Juli 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan