maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Dosen Ideal

Minggu, 30 Maret 2014

Ahmad Sahidah,
Dosen Filsafat dan Etika Universitas Utara Malaysia

Dalam sebuah status Facebook, seorang mahasiswa mengeluh karena dosennya hanya membacakan tulisan yang diunggah ke lembaran Power Point. Selain membosankan, cara penyampaian seperti ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Kalau sekadar dibaca, mungkin lembaran itu bisa dicetak dan difotokopi, sehingga kelas tidak menjadi neraka bagi mahasiswa. Tentu, kritik terbuka seperti ini tak akan dilakukan oleh mahasiswa dulu, namun sekarang mereka tak lagi merasa sungkan untuk mengungkapkan protes secara terbuka.

Sebenarnya, seorang pengajar bisa menjadikan proses mengajar sebagai ruang interaksi yang menarik. Ken Bain dalam What the Best College Teacher Do (2004) mengurai apa yang harus dilakukan oleh seorang dosen sebelum memasuki kelas. Tentu, syarat pertama yang perlu dipastikan adalah pengajar mengetahui dengan baik mata pelajaran yang diajarkan. Namun, mengingat tenaga pengajar yang terbatas, terkadang satu orang dosen bisa mengajar pelbagai subyek, sehingga proses pembelajaran sekadar untuk memenuhi jadwal perkuliahan.

. tempo : 167039525544

Ahmad Sahidah,
Dosen Filsafat dan Etika Universitas Utara Malaysia

Dalam sebuah status Facebook, seorang mahasiswa mengeluh karena dosennya hanya membacakan tulisan yang diunggah ke lembaran Power Point. Selain membosankan, cara penyampaian seperti ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Kalau sekadar dibaca, mungkin lembaran itu bisa dicetak dan difotokopi, sehingga kelas tidak menjadi neraka bagi mahasiswa. Tentu, kritik terbuka seperti ini tak aka

...
Kuota Artikel Gratis Anda Sudah Habis

Silahkan berlangganan untuk menikmati akses penuh artikel eksklusif Tempo sejak tahun 1971

PAKET TERPOPULER

12 BULAN

696.000

Rp 594.000

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Pilihan Terbaik

Berlangganan

1 BULAN

Rp 54.945

  • *GRATIS untuk bulan pertama menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Daftar Tempo ID . Sudah punya akun? Klik Disini

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 7 Desember 2022

  • 6 Desember 2022

  • 5 Desember 2022

  • 4 Desember 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan