maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Google

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Pahlawan Bernada

Minggu, 10 November 2013

Bandung Mawardi,
Pengelola Jagat Abjad Solo

Agenda upacara atau berziarah dengan tabur bunga di taman makam pahlawan sering memperdengarkan alunan lagu sendu, lagu bagi para pahlawan. Lagu itu berjudul Mengheningkan Cipta gubahan Prawit. Kita simak lirik lagu merujuk ke buku Indonesia Djaja (1951), berisi lagu-lagu gubahan Prawit. "Dengan seluruh, angkasa raja memudja pahlawan negara, nan gugur remadja di ribaan bendera, bela nusa bangsa, kau kukenang wahai bunga putra bangsa, harga djasa, kau tjahja pelita bagi Indonesia merdeka." Lagu bisa mengantar memori para pendamba kemerdekaan, penggerak Indonesia. Mereka berjulukan pahlawan, tokoh berkorban harta, tubuh, jiwa. Pahlawan "tercipta" berkonteks negara-bangsa.

Penghormatan atas pahlawan tak cuma dengan cara memasang gambar-gambar mereka di dinding kelas. Tak melulu ingatan dengan pidato kenegaraan atau upacara. Narasi tentang pahlawan tak selalu berwujud buku-buku berstempel "milik negara" yang diedarkan di perpustakaan sekolah dan daerah sebagai bacaan indoktrinasi. Pahlawan tak selesai dimaknai dengan lencana dan nisan. Di Indonesia, memori dan pemaknaan pahlawan juga disemaikan dengan nada dan kata. Lagu-lagu digubah dan diperdengarkan ke publik sebagai rujukan mengenang tokoh dan peristiwa-peristiwa bersejarah.

. tempo : 167030716157

Bandung Mawardi,
Pengelola Jagat Abjad Solo

Agenda upacara atau berziarah dengan tabur bunga di taman makam pahlawan sering memperdengarkan alunan lagu sendu, lagu bagi para pahlawan. Lagu itu berjudul Mengheningkan Cipta gubahan Prawit. Kita simak lirik lagu merujuk ke buku Indonesia Djaja (1951), berisi lagu-lagu gubahan Prawit. "Dengan seluruh, angkasa raja memudja pahlawan negara, nan gugur remadja di ribaan bendera, bela nusa bangsa, kau kuke

...
Kuota Artikel Gratis Anda Sudah Habis

Silahkan berlangganan untuk menikmati akses penuh artikel eksklusif Tempo sejak tahun 1971

PAKET TERPOPULER

12 BULAN

696.000

Rp 594.000

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Pilihan Terbaik

Berlangganan

1 BULAN

Rp 54.945

  • *GRATIS untuk bulan pertama menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Daftar Tempo ID . Sudah punya akun? Klik Disini

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 6 Desember 2022

  • 5 Desember 2022

  • 4 Desember 2022

  • 3 Desember 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan