• Piala Dunia

    Sapaan Tak Pandang Usia

    Di Indonesia, kita terbiasa menyapa orang yang lebih tua dengan sebutan "bapak" atau "ibu". Atau "mas" atau "mbak" untuk mereka yang sebaya atau masih muda. Namun, di Rusia, kesopanan itu tak berarti.

    Rabu, 4 Juli 2018
  • Piala Dunia

    Pejalan Kaki Adalah Raja

    Selama meliput Piala Dunia di Rusia, saya lebih banyak berjalan kaki untuk mencapai daerah tujuan. Tentu saja sistem transportasi umum bervariasi, dari bus, trem, taksi, hingga kereta bawah tanah. Tapi menjadi pedestrian di sini terasa lebih nikmat.

    Senin, 2 Juli 2018
  • Piala Dunia

    Sampaoli, Bilic, dan Ironi

    Apa filosofi permainan tim Argentina dalam Piala Dunia kali ini? Tak ada. Semua serba berantakan seperti tecermin dalam gaya berbusana Jorge Sampaoli, sang pelatih tim Tango.

    Senin, 2 Juli 2018
  • Piala Dunia

    Fan Fest Tak Sepi Protes

    Fan fest menjadi tempat alternatif bagi suporter untuk menikmati pertandingan Piala Dunia. Berdampak pada lingkungan dan sempat diprotes.

    Senin, 2 Juli 2018
  • Piala Dunia

    Main Keras

    Gareth Southgate meminta anak buahnya tak terpancing permainan keras Panama.

    Sabtu, 23 Juni 2018
  • Piala Dunia

    Jepang

    Sebuah sundulan Yuya Osako pada menit ke-73 seperti hujan yang bisa menghapus panas setahun.

    Sabtu, 23 Juni 2018
  • Piala Dunia

    Mudik

    Pulang ke kampung halaman alias mudik menjadi tradisi orang Indonesia.

    Sabtu, 23 Juni 2018
  • Piala Dunia

    Brasil

    Jair Marinho de Oliveira menebar senyum kepada semua orang yang ditemuinya.

    Jumat, 22 Juni 2018
  • Piala Dunia

    Duka Chiadiali

    Wasyim Chiadiali tak henti merutuki atau mengomeli kekalahan Maroko 0-1 dari Iran dalam laga perdana penyisihan grup B Piala Dunia 2018, Jumat pekan lalu.

    Kamis, 21 Juni 2018
  • Piala Dunia

    Penyesalan Samba

    Brasil menggelar Piala Dunia di rumah mereka dengan satu tujuan: menjadi juara. Namun, jangankan mencium trofi, merebut tempat ketiga saja mereka tidak sanggup.

    Selecao--julukan mereka--terbenam oleh tiga gol Belanda dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga di Stadion Nacional, Brasilia, kemarin dinihari. Kekalahan ini hanya berselang empat hari setelah dibantai 1-7 oleh Jerman di semifinal.

    Senin, 14 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Akhir Pahit Perjamuan Tuan Rumah

    Dalam empat hari, Brasil dipaksa menelan dua kekalahan, dengan kebobolan sepuluh dan hanya memasukkan satu gol. Pertama dari Jerman di semifinal, 1-7, dan dari Belanda, 0-3, di Brasilia, kemarin.

    Senin, 14 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Jangan Menangis, Brasil

    Toriq Hadad,
    Wartawan Tempo

    Piala Dunia Brasil 2014 terasa dekat dengan kita. Ada kesamaan penting. Pada bulan yang sama, lahir pemenang baru. Di Indonesia, sang pemenang tampil sebagai presiden baru. Dari Brasil, muncul juara dunia baru pengganti juara lama Spanyol--kendati sang juara bukan yang pertama kali merebut gelar itu.

    Sayangnya, kalau ada momen tak terlupakan sepanjang sejarah sepak bola, itu bukanlah final Jerman versus Argentina, melainkan pembantaian Jerman atas Brasil 7-1 di semifinal. Ini juga "rekor". Belum pernah semifinal Piala Dunia menghasilkan jumlah gol begitu besar, kecuali adu penalti. Belum pernah ada tim Brasil kalah sebesar itu. Yang lain, bumi Brasil seperti mengharamkan tuan rumah berjaya di atasnya. Dalam final Piala Dunia 1950, tuan rumah Brasil kalah oleh Uruguay.

    Senin, 14 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Semua Berpaling dari Selecao

    Pemandangan aneh terhampar di Stadion Nacional, Brasilia, kemarin dinihari. Lebih dari 60 ribu pendukung tuan rumah mengejek para pemain Brasil dan bersorak untuk Belanda, termasuk saat pasukan Oranje mencetak tiga gol dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga tersebut.

    "Saya mendukung Belanda karena tim kami sampah," kata Diogo Chaer, di sudut tribun. Pengusaha itu berpaling dari tim nasionalnya setelah Selecao--julukan timnas Brasil--dibantai 1-7 oleh Jerman di semifinal, Rabu lalu. Dia bahkan mengenakan seragam oranye Belanda saat hilir mudik di Ibu Kota Brasil tersebut.

    Senin, 14 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Rusia (2018)

    Hardimen Koto,
    Pemerhati Sepak Bola

    Drama di Maracana, Rio de Janeiro, Senin pagi tadi sudah menghasilkan kampiun: Argentina atau Jerman. Anda sudah tahu hasilnya. Brasil 2014 pun meninggalkan banyak cerita: Spanyol tersingkir pagi-pagi, tiki-taka mati, Suarez menggigit lagi, Cile-Kolombia-Kosta Rika tampil dengan energi tinggi, dan gelar heksa tuan rumah masih mimpi.

    Dan yang ini pasti sulit dilupakan: Jerman membantai Brasil di Belo Horizonte, 7-1! Skor terbesar dari semua 64 laga dan, ironisnya, muncul di semifinal. Mimpi buruk Selecao berlanjut dalam play-off, diblender Belanda 3-0 dan menjadikan Der Oranje, seperti Kosta Rika, pulang dengan kepala tegak: tak terkalahkan dalam tujuh laga. Belanda juara (3) tanpa mahkota!

    Senin, 14 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Bukti Van Gaal

    Louis van Gaal adalah salah satu pelatih yang tampil menonjol dalam Piala Dunia 2014. Ia punya prinsip dan konsisten menjalankannya tanpa takut akan kritikan. Di turnamen ini ia berani mengesampingkan pola 4-3-3 yang seperti sudah baku dipakai Belanda dan lebih mengandalkan formasi 5-3-2 yang dianggap lebih cenderung bertahan.

    Dengan formasi itu, De Oranje terbukti mampu melaju jauh hingga merebut posisi ketiga. Bagi Van Gaal, hasil itu menjadi pembuktian. "Mungkin ini akan membuka mata semua orang di Belanda dan menyadari bahwa ada banyak sistem yang bisa digunakan," kata pelatih 62 tahun itu.

    Senin, 14 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Saya pun Tak Sesak Napas Lagi

    Saya pun harus pulang. Itu pertanda, saya tidak akan merasa seperti orang sesak napas lagi. Udara di Rio de Janeiro--sejak Mei, ketika saya pertama kali datang--memang sangat dingin dan sempat membuat saya terkena flu berat. Tapi bukan itu yang membuat saya sesak napas.

    Orang-orang di Brasil memiliki pengucapan huruf yang berbeda dengan kebanyakan orang, termasuk dengan orang-orang Indonesia.

    Senin, 14 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Robben Tolak Rayuan Van Gaal

    BRASILIA -- Louis van Gaal berjalan menghampiri Arjen Robben setelah Belanda menekuk Brasil 3-0 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia di Estadio Nacional, kemarin dinihari. Pelatih tim nasional Belanda itu, dengan gayanya yang to the point, langsung merayu Robben untuk mengikuti jejaknya ke Manchester United, klub asal Inggris yang akan dibesutnya mulai Agustus nanti.

    "Memang, setelah pertandingan selesai, Van Gaal datang kepada saya dan meminta saya bergabung dengan Manchester United," kata Robben kepada stasiun TV Belanda, NOS.

    Senin, 14 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Melepaskan Diri dari Bayang-bayang Maradona

    Pangeran Siahaan
    Pengamat dan penulis olahraga

    Apa persamaan antara Ariel Ortega, Marcello Gallardo, Pablo Aimar, Juan Roman Riquelme, Andres D'Alessandro, Javier Saviola, dan Carlos Tevez? Ada satu titik dalam karier mereka sebagai pemain sepak bola di mana mereka dilabeli sebagai The Next Maradona. Postur boncel, dribble ciamik, plus kecepatan tinggi membuat deretan para pemain Argentina tersebut dianggap sebagai titisan dari Sang Tangan Tuhan.

    Minggu, 13 Juli 2014
  • Piala Dunia

    #Ger

    Raju Febrian
    Wartawan Tempo

    Setelah Jerman dan Argentina memastikan tiket ke partai final Piala Dunia 2014, saya melakukan survei kecil-kecilan. Pertanyaannya, siapa pemenang partai puncak yang akan digelar di Estádio do Maracanã, Rio de Janeiro, Senin dinihari nanti. Responden adalah tetangga di sekitar rumah, teman-teman di kantor, ada sekitar 20 orang yang saya ajukan pertanyaan ini. Hasil quick count-nya-istilah yang sedang tren di ajang copras-capres saat ini-lebih banyak yang memenangkan Jerman. Alasannya, permainan Jerman lebih bagus daripada Argentina.

    Minggu, 13 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Puncak Jogi

    Memasuki usia 54 tahun sejak 3 Februari lalu, Joachim Loew menikmati karier terbaiknya sebagai pelatih tim nasional Jerman. Loew membawa tim Panser ini mencapai final Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1990. Mereka akan berhadapan dengan Argentina di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, dinihari nanti.

    Minggu, 13 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Menikmati Partai Puncak

    Akhirnya, dinihari nanti, turnamen yang sudah berlangsung sejak bulan lalu ini mencapai pertandingan penghabisan. Puluhan ribu suporter Argentina sudah menyerbu Rio de Janeiro. Mereka akan memberikan dukungan habis-habisan untuk negerinya dalam pertandingan final melawan Jerman.

    Minggu, 13 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Saatnya Move On, Teman

    Sebuah pesan mampir di ponpin alias telepon pintar saya. Seorang teman Brasil yang tinggal di kawasan lain di Rio de Janeiro "curhat" setelah mereka dibantai Jerman dengan skor 7-1.

    Sabtu, 12 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Neymar Dukung Argentina

    RIO DE JANEIRO - Persahabatan ternyata mengalahkan sinisme. Inilah yang terjadi antara Neymar dan Lionel Messi. Neymar berasal dari Brasil dan Messi dari Argentina. Dalam sepak bola, kedua negara ini bisa dibilang musuh bebuyutan.

    Sabtu, 12 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Hantu Penalti

    Burhan Sholihin
    Wartawan Tempo

    Misteri itu bernama tendangan penalti. Pemain paling pintar pun sering frustrasi bila harus melakukan penalti. Pele, Zico, Diego Maradona, dan Lionel Messi pun kerap gagal menjebol gawang lewat tendangan 12 pas itu.

    Sabtu, 12 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Brasil di Atas Angin

    Rahmad Darmawan,
    Mantan Pelatih Tim Nasional, Pelatih Persebaya Surabaya

    Pertandingan ini adalah pertemuan dua tim yang sama-sama berada dalam posisi tak menguntungkan secara psikologis. Brasil terpukul setelah kalah telak 1-7 dari Jerman, sedangkan Belanda terpukul setelah kalah adu penalti dengan Argentina.

    Sabtu, 12 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Adu Gengsi Setengah Hati

    Brasil butuh ramuan ajaib untuk menyembuhkan sakit akibat kekalahan 1-7 oleh Jerman, Kamis lalu. Obat tersebut ada di Stadion Nacional, Brasilia. Sabtu waktu setempat atau Ahad dinihari waktu Indonesia, Selecao--julukan mereka--menghadapi Belanda dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2014.

    Sabtu, 12 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Bunga Penyejuk

    Pertandingan perebutan posisi ketiga, tuan rumah Brasil melawan Belanda, yang akan berlangsung dinihari nanti, dianggap banyak pihak tak lagi menjanjikan banyak ketegangan. Tapi bukan berarti tak ada yang layak dinikmati dari laga ini. Kita setidaknya bisa berpaling ke tribun stadion. Di sana akan kita temukan wajah-wajah jelita nan menawan.

    Sabtu, 12 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Sejenak Melupakan Piala Dunia

    Fan Fest yang digelar FIFA di Copacabana menjadi kurang asyik lagi. Suasananya menurut saya terlalu riuh, tak keruan, dan semua berfokus pada Piala Dunia. Orang datang ke sana kebanyakan karena ingin menonton bareng pertandingan Piala Dunia yang disemprotkan ke sebuah layar yang lebar dan luas.

    Jumat, 11 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Kejutan Murid Van Gaal

    SAO PAULO - Sergio Romero meninggalkan lapangan dengan senyum lebar. Penjaga gawang tim nasional Argentina ini menjadi pahlawan setelah menepis dua tendangan pemain Belanda dalam drama adu penalti dalam partai semifinal Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Arena Corinthians, São Paulo, kemarin dinihari.

    Jumat, 11 Juli 2014
  • Piala Dunia

    #BRA71L #RESPEK

    Hardimen Koto
    Pemerhati Sepak Bola

    Lengkap sudah. Total 32 tim, yang datang dari lima benua dan tersebar di delapan grup, sudah memainkan 62 pertandingan di 12 kota di Brasil selama 30 hari. Kini, Piala Dunia edisi ke-20 bersisa dua hari, dua partai dengan penantian klasik: siapa juara, pemain terbaik, top scorer, kiper terbaik, pemain muda terbaik, dan tim fair play?

    Jumat, 11 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Garrincha dan Kutukan Brasil

    Yos Rizal Suriaji,
    Wartawan Tempo

    Seperti apa rasanya kalah? Garrincha, salah satu legenda sepak bola Brasil, tak pernah bisa menggambarkan betapa sakitnya tersingkir dari Piala Dunia. Karier sepak bolanya penuh dengan kegemilangan. Ia bahkan bersama Pele saat mengisi periode emas sepak bola Brasil. Ia mengantarkan Negeri Samba ke juara dunia pertama kali pada 1958, lalu berulang empat tahun kemudian. Praktis, yang ia rasakan adalah puja-puji kemenangan.

    Jumat, 11 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Kembali ke Partai Puncak

    Ketegangan memuncak di Stadion Arena Corinthians, Sao Paulo, kemarin dinihari. Ratusan pasang mata menumpahkan tangisan saat Lionel Messi dan kawan-kawan harus menempuh adu penalti saat untuk melewati hadangan Belanda. Ezequiel Lavezzi, penyerang Argentina, yang duduk di bangku cadangan, tidak kuasa melihat ke lapangan dan terus merapal doa.

    Jumat, 11 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Penakluk Robben

    SAO PAULO - Arjen Robben menjadi pemain paling berbahaya sepanjang Piala Dunia 2014. Pemain sayap tim nasional Belanda ini mampu berlari hingga 35 kilometer per jam-memecahkan rekor pemain tercepat-dan telah mengoleksi 3 gol.

    Jumat, 11 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Brasil yang Tertib Aturan

    Setelah dua pekan berada di Rio de Janeiro, akhirnya saya tepar alias tumbang. Flu tidak saja membuat hidung mampat, tapi tulang-tulang di sekujur tubuh juga terasa ngilu. Hawa dingin yang masih meliputi Rio-yang katanya masih masuk musim dingin, dengan suhu dalam kisaran 16 derajat Celsius dan pola makan yang berubah plus akibat perjalanan selama 26 jam di udara-membuat tubuh mudah dihajar virus.

    Kamis, 10 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Tangisan Samba

    Para pendukung Brasil datang untuk berpesta. Mengenakan pakaian bernuansa kuning, warna kebesaran tim samba, mereka bersorak mendukung David Luiz dan kawan-kawan melawan Jerman di babak semifinal, kemarin dinihari.

    Kamis, 10 Juli 2014
  • Piala Dunia

    Thomas Mueller dan Sepatu Emas

    Bicara soal konsistensi, Thomas Mueller jagonya. Pada Piala Dunia 2010, ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan lima gol. Kini, di Brasil, ia juga sudah menceploskan lima gol.

    Kamis, 10 Juli 2014

Edisi Sebelumnya

Kamis, 22 April 2021
Rabu, 21 April 2021
Selasa, 20 April 2021
Senin, 19 April 2021
Minggu, 18 April 2021
Sabtu, 17 April 2021
Jumat, 16 April 2021
Kamis, 15 April 2021