Koran TEMPO
metro
Jum at, 17 Februari 2017

Libur Yes, Nyoblos No free

Rendahnya partisipasi warga Kabupaten Bekasi untuk menggunakan hak pilihnya, Rabu lalu, menjadi perhatian Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar. Berdasarkan pantauannya, angka partisipasi pilkada Kabupaten Bekasi tak sampai 60 persen.

Dedi meminta penyelenggara pilkada di Kabupaten Bekasi mencari tahu penyebab hal itu. Menurut dia, angka itu berjarak cukup lebar dengan Tasikmalaya, yang juga menggelar pilkada di wilayah Jawa Barat. Angka partisipasi pemilih di daerah itu mencapai lebih dari 81 persen. "Apa karena hari libur, kemudian piknik? Tapi jika tak libur, bilangnya kerja," kata dia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bekasi Idham Holik menyatakan pihaknya belum bisa mengetahui jumlah partisipasi pemilih secara pasti sebelum rekapitulasi rampung seluruhnya. Namun ia mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih di wilayahnya. "Sosialisasi sudah maksimal," ucapnya.

Pengamat politik dari Universitas Islam 45 Bekasi, Adi Susila, mengatakan partisipasi pemilih dalam pilkada Kabupaten Bekasi selalu rendah. Pilkada lima tahun lalu, misalnya, hanya didatangi sekitar 52 persen warga. "Partisipasi pemilih lebih besar di pemilihan legislatif," kata Adi.

Mereka yang berpartisipasi pun, menurut dia, sebagian besar masyarakat tradisional di pedesaan. Sebab, sejak awal tahapan pilkada, masyarakat tersebut dianggapnya sudah mempunyai rujukan. "Berbeda dengan masyarakat perkotaan yang tinggal di perumahan, cenderung banyak mikir," kata dia. "Ketika waktunya tiba, lebih memilih liburan." ADI WARSONO | AHMAD FIKRI

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?