cloudfront
Koran TEMPO
Gaya Hidup
Rabu, 11 Januari 2017

Justine Widjojo, Direktur Operasi HuntStreet: Derma bagi Bisnis free

 Justine Widjojo, Direktur Operasi HuntStreet: Derma bagi Bisnis

Justine Widjojo tengah merapikan baju-baju yang dipajang di gerai HuntStreet di lantai 4 Plaza Indonesia, Jakarta, akhir November lalu. Rambut hitamnya yang panjang dikucir satu sedikit menempel ke leher belakang. Hari itu adalah awal dari serangkaian acara lelang dan donasi HuntStreet.com—situs penjualan barang-barang mewah tapi bekas alias preloved.

Sekitar 15 menit kemudian, Justine keluar dari gerai dan merapikan diri. Ia mengurai rambutnya, tapi tak berganti pakaian—tetap terusan hitam pendek. Hanya, kini ia didampingi juru bicara HuntStreet, Merlin. Justine memulai konferensi pers. Wajahnya sedikit dipoles riasan, tanpa perona bibir mencolok. Kepada wartawan dan tamu lainnya, ia menjelaskan program lelang dan donasi HuntStreet dalam bahasa Inggris.

Perempuan kelahiran 16 Oktober 1989 ini menuturkan, kegiatan serupa dilakukan pada tahun lalu. Namun ada perbedaan dalam konsep donasi. "Tahun lalu, kami mendonasikan uang beberapa puluh juta rupiah ke Yayasan Kanker Indonesia lewat program breast cancer awareness," kata dia. Justine enggan menyebutkan angka persis donasi itu ketika diwawancara Tempo di workshop HuntStreet pada 10 November lalu.

Dalam kegiatan kali ini, HuntStreet menyumbangkan lebih dari dua kali lipat donasi tahun sebelumnya kepada Pansophia, WeCare.id, dan Kkottongnae—lembaga sosial asal Korea Selatan. Mereka melelang tas Hermes Birkin, Hermes Kelly, Fendi Peek a Boo Black, Faure Le Page, Celine, Givency Antigona, dan dompet Chanel yang harganya berkisar Rp 4 juta-115 juta.

"Donasi tidak hanya soal uang, tetapi juga membantu dengan cinta. Ketiga lembaga yang kami pilih itu telah menunjukkan motivasi mereka untuk membangun dan secara sukarela membantu orang," kata Justine dalam surat elektroniknya kepada Tempo pada 23 Desember 2016. Ketika mengirim e-mail itu, Justine sedang berlibur di Amerika Serikat.

Menurut dia, pemberian sumbangan setahun sekali menjadi nilai penting bagi bisnis yang dirintis bersama tiga rekannya tersebut. "Kami percaya bahwa kegiatan ini menjadi tanggung jawab etik dan moral kami untuk memberi kembali kepada masyarakat, terutama mereka yang kurang beruntung," dia menjelaskan.

Justine mulai mencintai kegiatan derma saat duduk di bangku sekolah menengah atas di Jakarta International School (JIS). Dia menyatakan jiwa sosialnya tumbuh karena kerap menyaksikan ibunya, Sandra Widjojo, menyumbang untuk berbagai kegiatan sosial. "Meskipun Ibu tak pernah meminta saya untuk turut membantu," kata dia.

Tak mengherankan, ketika memulai bisnis, ia dan ketiga rekannya sesama alumnus JIS berinisiatif rutin menggelar kegiatan amal. Adapun HuntStreet diluncurkan pada Juli 2015 dalam bentuk online, lalu workshop-nya dibuka di Jalan Panarukan, Menteng, pada Mei 2016. "Kami baru dekat lagi setelah lulus kuliah," kata Justine, yang kembali ke Tanah Air pada 2013.

Dari JIS, Justine melanjutkan studi ke University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat. Lulus dari jurusan international relations pada 2011, dia mengambil program master bidang intellectual property law di John Marshall Law School, Chicago, Amerika Serikat, dan lulus setahun kemudian.

"Saya pulang ke Indonesia karena keluarga saya ada di sini semua," kata sulung dari empat bersaudara ini.

Memegang gelar master di bidang hukum tidak membuatnya menggeluti dunia hukum seperti ayahnya, George Widjojo. Justine merasa lebih tertarik ke dunia fashion dan seni. Dan, baginya, lebih dari sekadar seni, fashion merupakan kebutuhan. "Itulah sebabnya saya menyukai bekerja di industri ini," ucap dia.

Cita-citanya adalah memajukan bisnis HuntStreet. Kini, HuntStreet sudah memiliki 5.000 barang yang terdiri atas tas, baju, sepatu, dan aksesori. Jumlah tersebut sudah berbiak lima kali lipat dibanding koleksi awal HuntStreet. Begitu HuntStreet mulai bersinar, Justine menatap cita-cita keduanya. Bersama tunangannya, dia ingin membentuk keluarga yang harmonis serta selalu menginspirasi banyak orang. MARTHA WARTA SILABAN

BIODATA

Tempat dan tanggal lahir: Jakarta, 16 Oktober 1989


Pekerjaan: Chief Operating Officer HuntStreet.com


Pendidikan:


- Bachelor International Relations University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat (2011)


- Master Intellectual Property Law John Marshall Law School, Chicago, Amerika Serikat (2012)

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?