cloudfront
Koran TEMPO
Laporan Utama
Sabtu, 31 Desember 2016

Polda Metro Usut Dugaan Pelanggaran Pembantaran Ramlan free

JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menyelidiki dugaan adanya kelalaian anggota Kepolisian Resor Depok dalam pengawasan saat penangguhan penahanan atau pembantaran Ramlan Butarbutar. Saat itu Ramlan menjadi tersangka kasus perampokan di rumah Wang Shu Lin di Tapos, Depok, Agustus 2015. Dalam proses pembantaran itu, Ramlan kabur dan merampok rumah Dodi Triyono di Pulomas, Jakarta Timur. "Kami akan dalami lagi informasi itu," kata Iriawan saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis lalu.

Ramlan tahun lalu merampok bersama tiga rekannya, Jhony Sitorus, Posman H. Andi alias Sihombing, dan Pendi Rajagukguk. Jhony dan Posman telah divonis hukuman 7 tahun penjara dan 6 tahun penjara. Namun berkas Ramlan sempat dipisah karena dia menderita sakit ginjal serius. Adapun Pendi masih buron. "Kapolres (Jakarta) Pusat bekas Kapolres Depok mengatakan demikian," ujar Iriawan.

Kepala Sub-Bagian Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus mengakui polisi kurang mengawasi Ramlan, setelah dipindah dari Rumah Sakit Kramatjati dan menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Selama penundaan penahanan itu, Ramlan wajib lapor sepekan dua kali, Senin dan Kamis. Pada pekan pertama Oktober 2015, Ramlan melarikan diri. "Kami memang tidak melakukan penjagaan selama status penahanannya ditangguhkan," ujar Firdaus.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Depok Priatmaji mengatakan berkas kasus Ramlan Butarbutar sebenarnya telah P21 atau lengkap. Namun Reskrim Polresta Depok meminta penundaan pelimpahan karena Ramlan butuh pembantaran. Permohonan pembantaran dilakukan Kepala Satreskrim Polresta Depok dengan nomor B/1530/IX/2015, seiring dengan berjalannya penyidikan.

"Jadi, berkas Ramlan kami kembalikan lagi setelah P21 (hasil penyidikan lengkap), tapi tidak ada tindak lanjut lagi," ujar Priatmaji. Menurut dia, kejaksaan pernah mengirim ulang pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap—formulir perkara P21A—tapi polisi belum juga melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada mereka. IMAM HAMDI | EGI ADYATAMA | AFRILIA SURYANIS

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?