cloudfront
Koran TEMPO
metro
Rabu, 18 November 2015

Puncak Musim Hujan Jakarta Terjadi pada Februari free

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan Jakarta akan terjadi pada Februari 2016. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Yunus Subagyo Swarinoto, mengingatkan agar masyarakat mengantisipasi banjir besar pada bulan tersebut. “Selama ini 80-90 persen banjir Jakarta terjadi pada Januari hingga Februari,” kata Yunus, Senin lalu.

Menurut dia, rata-rata curah hujan Jakarta pada musim hujan bisa mencapai lebih dari 400 milimeter per hari. Saat banjir beberapa tahun lalu, Yunus mencontohkan, curah hujan Jakarta pernah mencapai 340 milimeter dalam sehari. Sedangkan pada masa puncak, bisa 500 milimeter per hari.

Dua pekan terakhir, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi memasuki masa transisi ke musim hujan. Artinya, wilayah ini belum sepenuhnya terguyur hujan setiap hari. Yunus mengungkapkan, masa transisi musim hujan ini ditandai beberapa hal. Antara lain perpindahan suhu panas dari pagi ke siang yang sangat cepat, angin kencang, serta awan berbentuk bercak bukan terkumpul atau disebut awan masif.

BMKG mencatat pergerakan angin di Pulau Jawa masih bercampur antara angin timur dan angin utara. Saat musim hujan, angin akan bertiup dari utara melewati khatulistiwa ke arah selatan. Ini akan berpengaruh terhadap hujan yang melanda Jakarta dan sekitarnya.

Apabila hujan terjadi secara terus-menerus dalam intensitas besar dan merata, kata Yunus, akan mengakibatkan banjir. “Apalagi saat bulan sedang pasang, aliran air terhambat ke arah laut,” katanya. Dan curah hujan tinggi bukan satu-satunya penyebab banjir di beberapa titik di Ibu Kota, karena daya serap lahan juga ikut menentukan luapan air.

Belum sampai pada puncak hujan pun, beberapa daerah Jakarta sudah banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta mencatat sebanyak sembilan kelurahan di enam kecamatan di wilayah Jakarta Timur dan Selatan terendam banjir pada Ahad hingga Senin lalu. Banjir merendam permukiman yang ditempati 1.725 keluarga dengan 9.579 jiwa.

Untuk mengantisipasi banjir, Kepala Bidang Informasi Bambang Surya Putra mengatakan telah ada sistem yang menginformasikan banjir kepada penduduk melalui pesan seluler, alat peringatan bencana berupa sirene, serta peringatan dini melalui media sosial. PUTRI ADITYOWATI | VINDRY FLORENTIN

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?