cloudfront
Koran TEMPO
Ilmu dan Teknologi
Rabu, 18 November 2015

PESAWAT PERINTIS BUATAN BANDUNG free

 PESAWAT PERINTIS BUATAN BANDUNG

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara In - donesia (PTDI), Andi Alisjahbana, tahu pasti sejumlah tantangan yang dihadapi pesawat yang bakal digunakan untuk transportasi rakyat di wilayah Indonesia timur. Di antaranya kondisi geografis yang bergunung-gunung dan bandar udara perintis yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat memiliki landasan pacu yang pendek, tidak beraspal, bertanah lembek, dan bahkan berumput.

“Perlu pesawat yang cukup tenaga untuk melewati gunung-gunung, yang landasannya dibuat dengan tangan dan unit pendukung daratnya terkadang tidak ada,” kata Andi kepada Tempo beberapa waktu lalu.

Tidak hanya pendek, bandara-bandara perintis jarang dilengkapi unit pendukung di darat (ground support unit). Walhasil, pesawat diharapkan dapat mendarat dan lepas landas tanpa mengandalkan panduan menara pengawas atau sistem instrumen pendaratan.

Sadar akan keperluan tersebut, ditambah dengan adanya program Presiden Joko Widodo untuk memudahkan transportasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, PT Dirgantara Indonesia merancang se - buah pesawat yang pas dengan kebutuhan rakyat.

“Pesawat N-219 dirancang dengan teknologi digital,” kata Direktur Utama PTDI Budi Santoso saat ditemui Tempo di kantornya beberapa waktu lalu.

Selain murni buatan putra-putri Indonesia, N-219 diharapkan da - pat menjadi landasan regenerasi pembuatan pe - sawat di PTDI. Pesawat dengan kapasitas 19 penumpang ini mulai dirancang pada 2007. Jika sesuai dengan jadwal, pesawat ini akan terbang perdana pada Agustus 2016, saat PTDI berulang tahun.

Menurut Andi, N-219 adalah generasi baru pe - sawat multifungsi yang mudah dioperasikan di wilayah terpencil sebagai pesawat angkut ringan yang cocok di berbagai medan. Pesawat N-219 juga bakal menjadi pesawat tercepat di kelasnya. Pesaing N-219 antara lain DHC-6 Twin Otter buatan Viking Air, Kanada; Y-12 buatan Harbin Aircraft Manufacturing,Cina: dan 208 Grand Caravan buatan Cessna, Amerika Serikat.

Selain dapat lepas landas dalam jarak yang pendek (600 meter), N-219 bisa dihidupkan tanpa bantuan unit pendukung di daratan serta beroperasi dengan peralatan pendukung darat yang mi - nimum. Menurut data Kementerian Perhubungan 2014, terdapat 90 bandara perintis. Sebanyak 62 di antaranya hanya dapat didarati pesawat turboprop ringan. Sisanya bisa didarati pesawat turboprop menengah

Selain itu, sesuai dengan kebutuhan sebagai pesawat yang mengangkut barang, N-219 memiliki sistem pintu yang unik dan fleksibel mengakomodasi misi multifungsi baik se - bagai pesawat penumpang maupun kargo. Tidak adanya pintu belakang seperti pada CN-212 membuat N-219 bisa membawa muatan lebih banyak dalam berbagai ukuran. Kabin pun dibuat leluasa—terlebar di kelasnya—demi kenyamanan penumpang. Soal kabin luas ini, Budi merujuk pada pepatah penumpang adalah raja.

Sistem avionik pesawat menggunakan Garmin 1000 (G1000), yang direkomendasikan para pilot maupun pembuat pesawat. Menurut situs Jet Advisor, G1000 adalah sistem avionik terintegrasi yang memenuhi standar terlengkap, termasuk navigasi radio, komunikasi, dan global positioning system. G1000 memiliki program unik Safe Taxi yang bisa memandu pilot melakukan navigasi di bandara tidak dikenal.

Dua mesin turboprop buatan Pratt & Whitney PT6A-42 (850 tenaga kuda) menopang N-219. Mesin turboprop buatan perusahaan Kanada ini paling populer. Sedangkan untuk baling-baling, N- 219 menggunakan 4-blade metal propeller buatan Hartzell. Sejumlah pesawat yang menggunakan pro peller ini antara lain Beechcraft, yang memakainya selama lebih dari 15 tahun terakhir, serta Cessna, Piper, dan Mooney.

Roda pendaratan dibuat permanen (fixed) agar perawatan lebih murah. Biaya pengoperasian pun relatif rendah dengan harga yang bersaing dibanding pesawat sekelasnya. Me nurut Budi, N-219 akan dipasarkan dengan harga US$ 5- 6 juta, atau lebih murah daripada kompetitornya yang dihargai sekitar US$ 7 juta.

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?