cloudfront
Koran TEMPO
Hobi
Minggu, 04 Januari 2015

Sensasi Jatuh dari Langit free

 Sensasi Jatuh dari Langit

Tubuh Fatwa Ramadan melenting ke udara dan berputar. Lalu kedua kakinya menjejak tanah tanpa menimbulkan suara. Ia melakukan gerakan itu berulang kali. Melompat dan berputar-putar. "Ini salah satu contoh teknik tendangan dari taekwondo," kata pemuda berusia 20 tahun itu ketika ditemui saat sedang berlatih di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Senin pekan lalu.

Fatwa serius menggeluti gerakan seni bela diri ini sejak Maret lalu. Satu gerakan yang dilakukannya itu disebut tricking. Memiliki hobi sama dengan teman sebayanya, Ken William, mereka pun mendirikan komunitas Tricking Jakarta.

Tricking bermakna menipu atau melakukan trik. Definisi itu terus berubah ketika tricking berkembang di Eropa dan Amerika. Intinya, gerakan bela diri ini memasukkan unsur wushu, capoeira, dan taekwondo.

Konsep tricking telah ada untuk waktu yang lama, tetapi tidak memiliki nama. Di Indonesia, komunitas tricking tumbuh pesat di Yogyakarta lewat komunitas Skywalker sebagai pelopor.

Dalam demonstrasinya, kata Ken, para tricker biasanya melakukan front flip, moon kick, butterfly twist, round of back flip, round Arabian, 360 kick atau narabong, dan banyak lagi. "Gerakan salto dan tendangannya lebih akrobatik," kata Fatwa.

Ada dua macam tricker. Orang dengan latar belakang seni bela diri dan orang biasa tanpa latar belakang seni bela diri. Fatwa sendiri mengaku awalnya tertarik dengan tricking dari video di YouTube.

Tidak ada orang yang mengajarinya. Ia hanya menonton dan mencoba untuk meniru apa yang dilihatnya. Karena ia menggeluti olahraga taekwondo, Fatwa mengaku tidak kesulitan menguasai gerakan tricking.

Begitu juga Ken, mahasiswa semester V di sebuah kampus swasta di Jakarta. Penggemar capoeira ini memulai hobinya itu dengan bereksperimen mengulangi gerakan salto ke depan, ke belakang, juga moon kick, teknik tendangan setengah salto.

Ia mengatakan, pada awalnya melakukan beberapa gerakan tricking tersebut, membuat otot-ototnya terasa sakit. Bahkan, kata dia, Fatwa sempat mengalami patah kaki kanan ketika berlatih.

Menurut Ken, tidak ada kriteria khusus dalam bentuk fisik yang dibutuhkan untuk belajar tricking. Namun, ketika bermanuver di udara untuk membalik dan memutar itu perlu kaki yang kuat serta fleksibilitas.

Yang penting lagi adalah menikmati gerakan akrobatik di udara yang menantang gravitasi. "Rasanya seperti jatuh dari langit," kata Fatwa, yang juga merupakan figuran di sinetron.

Jay, personel Tricking Jakarta yang baru belajar, mengatakan bahwa melakukan trik seperti back flip harus mengalahkan rasa takut. Secara umum memang orang akan takut ketika melompat di udara.

Rasa takut itu perlahan hilang seiring kesadaran mengendalikan tubuh muncul dan seseorang akan bisa melakukan apa yang diinginkan. "Peregangan sangat penting," kata Jay, pelajar berusia 17 tahun.

Menurut Jay, sebagai seorang pemula, tricker harus siap merasa sakit di tempat-tempat yang belum pernah terasa sebelumnya. Misalnya, otot paha bagian belakang, betis, juga leher dan tangan.

"Ini hanya soal ketekunan berlatih dan keberanian," kata Fatwa. Jay sendiri butuh sebulan untuk bisa melakukan gerakan salto ke belakang dan ke depan.

Diakui Ken, masalah utama komunitasnya adalah kurangnya ruang untuk melakukan tricking di Jakarta. Lantaran minim lahan lapang, akhirnya mereka memilih Senayan sebagai tempat berlatih.

Waktu berlatih biasanya dilakukan setiap Minggu mulai pukul 19.00 selama 1-2 jam. Komunitas itu untuk saat ini beranggotakan 20 orang. Usianya bervariasi, dari usia anak sekolah menengah atas sampai yang sudah kerja. "Perempuannya hanya satu," ujar Ken.

Sebelumnya, pada 2012, pernah terbentuk komunitas tricking di Jakarta Utara bernama T-Rex. Hanya, komunitas ini minim kegiatan. Akibatnya, sekarang sudah tak lagi aktif.

Di mata Fatwa, tricking menjadi hobi yang memicu adrenalin sekaligus terlihat keren. "Dari beberapa kali latihan tak hanya badan yang bugar, tetapi juga gaya," katanya.

Terbukti, gaya tricking mereka bertiga, Fatwa, Jay, dan Ken, mengundang rasa penasaran pengunjung di sekitar Taman Suropati. Beberapa orang berseragam mengerubungi dan bertanya-tanya soal tricking ini.

"Tuh, benar kan gue keren," kata Fatwa, tertawa lepas. HERU TRIYONO

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?