cloudfront
Koran TEMPO
Ekonomi dan bisnis
Rabu, 17 Juli 2013

Hingga Juni, PT PP Raih Kontrak Rp 9,5 Triliun free

JAKARTA - Badan usaha milik negara sektor konstruksi, properti, dan infrastruktur, PT PP (Persero) Tbk (PTPP), meraih kontrak baru hingga Juni 2013 sebesar Rp 9,5 triliun. Sekretaris Perusahaan PT PP, Betty Ariana, mengatakan perolehan itu naik 2,5 kali lipat dibanding periode yang sama pada 2012. "Perolehan kontrak baru di semester I merepresentasi hampir 50 persen dari target hingga akhir 2013 sebesar Rp 19,7 triliun," katanya dalam keterangan tertulis kemarin.

Dia menjelaskan, beberapa proyek yang sudah didapatkan perseroan di antaranya pelabuhan Krakatau Bandar Samudra di Cilegon, jalan tol Cikampek-Palimanan, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, dan rel kereta api di Sumatera Selatan oleh PT KAI.

Kemudian pembangkit listrik tenaga gas dengan daya 160 megawatt di Bangkanai dan CNG Muara Tawar, juga pembuatan infrastruktur pembangkit listrik tenaga uap 300 megawatt di Sarula, Sumatera Utara. Sedangkan untuk luar negeri, PT PP mendapatkan proyek pembangunan jalan Gleno Road di Tibar, Timor Leste. "Nilainya Rp 264 miliar," ujar Betty.

Perusahaan pelat merah di sektor konstruksi ini juga akan memulai proyek besar di sektor properti pada akhir tahun. Proyek tersebut adalah pembangunan mixed-use di atas lahan seluas 4 hektare di Surabaya, juga lahan seluas 20 hektare di Jakarta. "Ini pengembangan land bank perseroan, akan bidik target pasar kalangan menengah ke atas," katanya.

Dengan perolehan kontrak baru tersebut, perseroan mendapatkan pemesanan sebesar Rp 25,3 triliun pada semester I 2013. Tahun ini, PT PP menargetkan penjualan sebesar Rp 10,2 triliun dan laba bersih Rp 370 miliar.

BUMN lainnya yang juga di sektor konstruksi, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 17,9 triliun tahun ini. Dengan target itu, total kontrak yang akan ditangani tahun ini Rp 26,7 triliun, di mana selisihnya merupakan kontrak carry-over dari tahun lalu sebesar Rp 8,8 triliun.

"Angka itu didapat 65 persen dari proyek infrastruktur, 35 persen dari properti, dan sisanya lain-lain," ujar Direktur Utama Waskita, M. Choliq. Pada kuartal I tahun ini, perseroan telah memperoleh kontrak baru senilai Rp 3,5 triliun. ANANDA PUTRI | RIRIN AGUSTIA

TEMPO ID




Forgot your password?

Forgot your username?