Metro

Masjid Bersiap Gelar Salat Id

Edisi, 10 Mei 2021

Dewan Masjid khawatir jemaah salat Idul Fitri membeludak karena ada pelarangan mudik.

Jemaah mengikuti salat Idul Fitri 1441 H di sebuah masjid di Cengkareng, Jakarta, 24 Mei 2020. Tempo/Fajar Januarta

JAKARTA – Sejumlah masjid di Jakarta bersiap menggelar salat Idul Fitri pada tahun ini. Pengurus masjid telah membuat aturan agar tidak terjadi kerumunan dalam ibadah tersebut.

Kepala Sub-Bidang Zakat, Infak, Sodaqoh, dan Hubungan Masyarakat Masjid Raya, KH Hasyim Asyari, Muhammad Bahaudin, mengatakan salat Idul Fitri di masjid yang terletak di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, itu diprioritaskan untuk pengurus masjid dan warga sekitar. “Kami tidak menyebarkan informasi atau mengundang jemaah di luar lingkungan masjid,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan penyelenggaraan salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Pedoman itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M Saat Pandemi Covid-19.

Salat Idul Fitri dapat digelar di masjid dan lapangan yang daerahnya berstatus zona hijau (tidak ada penularan Covid-19) dan kuning (penyebaran virus corona sedang). Adapun salat Idul Fitri di zona merah (penularan Covid-19 tinggi) dan oranye (risiko penyebaran virus corona sedang) sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing.

Warga melakukan ibadah Solat Idul Fitri 1441H di Kawasan RT004 Cipulir, Jakarta, 24 Mei 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

Salat Idul Fitri di masjid dan lapangan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Misalnya, anggota jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid atau lapangan agar bisa menjaga jarak, jemaah melalui pemeriksaan suhu tubuh, dan wajib menggunakan masker selama berada di masjid atau lapangan.

Bahkan khotbah Idul Fitri dibatasi paling lama 20 menit. Mimbar yang digunakan saat khotbah juga dianjurkan dilengkapi dengan pembatas transparan.

Bahaudin menerangkan, dengan pembatasan itu, jemaah salat Idul Fitri di Masjid KH Hasyim Asyari bisa masuk ke bangunan masjid tanpa meluber keluar. Ia memperkirakan anggota jemaah salat Id di masjid raya itu sekitar seribuan orang. Padahal, dalam kondisi normal, masjid tersebut bisa menampung 5.000 sampai 10.000 anggota jemaah.

Bahaudin menjelaskan, jarak saf antar-anggota jemaah ialah 1 meter. Pengurus masjid juga melarang anggota jemaah yang tidak menggunakan masker untuk masuk. “Jadi, jemaah wajib menggunakan masker,” tuturnya.

Masjid Jami Al-Huriyah, yang beralamat di Jalan Mampang Prapatan IV/B, Tegal Parang, Jakarta Selatan, juga bersiap menyambut jemaah salat Idul Fitri. Pengurus masjid telah menyiapkan cara agar tidak terjadi penularan virus corona saat salat Id.

Anggota Remaja Pengurus Masjid Jami Al-Huriyah, Syahdan, menjelaskan bahwa pengurus masjid akan menyemprotkan hand sanitizer sebelum jemaah memasuki masjid. “Anggota jemaah yang tidak bawa masker nanti kami kasih masker,” tuturnya.

Syahdan memperkirakan anggota jemaah salat Idul Fitri akan meluber hingga luar masjid. Karena itu, pengurus masjid akan memberi batas saf agar anggota jemaah bisa menjaga jarak. “Nanti, sebelum Lebaran, kami kasih tanda atau batas saf,” ujar pria berusia 17 tahun tersebut.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Makmun Al Ayubbi, telah mensosialisasi panduan salat Idul Fitri yang diterbitkan Kementerian untuk masjid di Ibu Kota. “Pemerintah sudah memberikan kesempatan salat Id, tolong jangan sampai ada pelanggaran,” katanya.

Makmun mewanti-wanti pengurus masjid agar tegas dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya membatasi anggota jemaah sebanyak 50 persen dari kapasitas masjid. Ia khawatir anggota jemaah salat Idul Fitri membeludak lantaran adanya pelarangan mudik Lebaran tahun ini. “Jangan sampai ada lonjakan kasus Covid-19 setelah Lebaran,” ujarnya.

Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto telah meminta kepala kantor urusan agama kecamatan dan DMI Jakarta mensosialisasi panduan salat Idul Fitri kepada masjid di Jakarta Barat. Bahkan pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) juga sudah mengetahui edaran dari Kementerian Agama tersebut. Adapun pengawasan akan dilakukan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), petugas kecamatan/kelurahan, polisi, hingga tentara.

Warga menjalankan sholat ied berjamaah hanya terbatas dengan tetangga dekat rumah di gang sempit, di Kampung Baru I, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 24 Mei 2020. TEMPO/Imam Sukamto

Pelaksana tugas Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, akan meminta camat dan lurah mendata lokasi salat Idul Fitri. Sebab, data zona penularan Covid-19 berubah-ubah.

Data Pemerintah Kota Jakarta Selatan pada periode 4-10 Mei 2021 menyebutkan tidak ada RT yang berstatus zona merah dan empat RT berstatus zona oranye. Adapun RT zona kuning dan hijau masing-masing sebanyak 494 RT dan 5.575 RT. “Kami akan update dengan status terkini lokasi tersebut,” ujar Isnawa.

Masjid yang akan menggelar salat Idul Fitri, Isnawa melanjutkan, harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, termasuk membatasi anggota jemaah sebesar 50 persen dari kapasitas masjid. Panitia juga harus bertanggung jawab dalam menerapkan protokol kesehatan selama salat Idul Fitri.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertimbangkan penyelenggaraan salat Idul Fitri di area terbuka. “Kami mempertimbangkan salat Id di area terbuka karena mudah mengatur jaraknya,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

GANGSAR PARIKESIT

JAKARTA – Sejumlah masjid di Jakarta bersiap menggelar salat Idul Fitri pada tahun ini. Pengurus masjid telah membuat aturan agar tidak terjadi kerumunan dalam ibadah tersebut.

Kepala Sub-Bidang Zakat, Infak, Sodaqoh, dan Hubungan Masyarakat Masjid Raya, KH Hasyim Asyari, Muhammad Bahaudin, mengatakan salat Idul Fitri di masjid yang terletak di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, itu diprioritaskan untuk pengurus masjid dan warga

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB