iTempo

Gencar Dekati Pengembang Lokal

Edisi, 15 Desember 2012

Selain mengadakan kompetisi, Nokia secara aktif mendekati pengembang dengan menggelar pelatihan.

Sebuah sistem operasi tak bisa hanya mengandalkan fitur miliknya. Keberadaan aplikasi pihak ketiga sangatlah penting. Sistem operasi Windows Phone saat ini baru memiliki 120 ribu koleksi aplikasi. Bandingkan dengan Android, yang memiliki 700 ribu aplikasi, atau iOS dengan 1 juta aplikasi.

Nokia tidak membiarkan Microsoft berjalan sendiri menyediakan aplikasi untuk Windows 8, terutama yang berasal dari pengembang lokal. Bekerja sama dengan Microsoft Indonesia, Nokia pada bulan ini menggelar Lumia Apps Olympiad-lomba membuat aplikasi berbasis Windows Phone 7,5 dan 8.

"Ada 20 kategori yang dilombakan dan 420 tim dari seluruh Indonesia sudah mendaftar," ujar Narendra Wicaksono, Development Manager Ecosystem and Developer Experience.

Semua aplikasi pemenang akan memperoleh bantuan promosi dari Nokia dan Microsoft Indonesia. Universitas yang paling banyak mengumpulkan medali akan mendapatkan Nokia Innovation Lab dalam bentuk kurikulum, workshop, dan puluhan ponsel Nokia.

Sebagai tambahan, staf pengajar yang meraih medali akan mendapat rekomendasi untuk mengikuti program App Campus, yang memberikan dana riset sebesar 20-70 ribu euro atau Rp 251-881 juta.

Peserta dari kalangan mahasiswa dan umum pun mempersiapkan diri secara khusus, antara lain Creacle Game Studio-komunitas developer yang beranggotakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Dengan dukungan Jurusan Ilmu Komputer UGM serta Pusat Sistem dan Sumber Daya Informasi UGM-bekerja sama dengan Nokia Developer dan Intelligent Technology Initiatives (InTech)-digelar workshop teknik dasar pembuatan aplikasi untuk Nokia Lumia selama dua hari, yang diikuti oleh 70 peserta.

Workshop ini dilakukan karena sosialisasi Lumia Apps Olympiad, yang hanya bersifat pemberitahuan, tidak akan memantik keinginan pengembang untuk menelurkan aplikasi Windows Phone.

"Kebetulan ini juga sejalan dengan proyek jurusan yang mulai semester ini merintis komunitas game dan komunitas lomba untuk mendorong mahasiswa agar mampu membuat aplikasi unggulan," ujar Gathot Fajar, anggota Creacle Studio yang juga mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA UGM angkatan 2008.

Peserta workshop diberikan materi menyeluruh dari hulu hingga hilir dalam membangun aplikasi Windows Phone, mulai pengenalan sistem operasi, navigasi, XAML, pengetahuan data untuk pengisi aplikasi, pengenalan Application Programming Interface (API), hingga cara mengintegrasikan data dengan API.

Selain mengadakan kompetisi, Nokia secara aktif mendekati pengembang dengan menggelar pelatihan. "Nokia Developer telah mendukung lebih dari 12 ribu pengembang aplikasi lokal melalui 60 pelatihan yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia," ujar Maretha Dewi, Head of Developer Experience Nokia Indonesia.

Narendra mengatakan hal ini dilakukan karena pengembang lokal merupakan salah satu mitra potensial bagi Nokia dalam menyediakan aplikasi, terutama pada Nokia Store-toko aplikasi milik Nokia. "Saat ini, sudah ada 5.000 aplikasi lokal di Nokia Store," katanya.

Narendra menyatakan konsumen bisa dikatakan antusias karena ada aplikasi yang mampu menembus angka unduhan hingga ratusan ribu. Contohnya, game Potret Hantu dari Bhinneka.com, yang dikeluarkan Bhinneka, telah menembus angka 300 ribu unduhan.

"Unduhan terutama datang dari perangkat Asha, yang jumlah perangkatnya telah beredar mencapai jutaan unit," kata Narendra.

Narendra mengatakan, membangun ekosistem tidak hanya dilakukan lewat penyediaan konten, tapi juga secara menyeluruh. Salah satunya terkait dengan pembayaran di Nokia Store, yang bisa dilakukan dengan cara memotong pulsa-bekerja sama dengan Telkomsel, Indosat, dan XL. "Ini untuk mempermudah konsumen karena tidak semua orang punya kartu kredit," tutur dia. RATNANING ASIH


Ambil Kesempatan dari Minimnya Pesaing

Berbeda dengan sistem operasi Android atau iOS milik Apple, pangsa pasar sistem operasi Windows Phone masih kecil. Akibatnya, sebagian besar pengembang enggan membuat aplikasi atau game untuk sistem operasi ini.

Namun minimnya pesaing justru ditangkap sebagai peluang oleh pengembang asal Bandung, Radya Lab. "Di Indonesia pesaingnya belum banyak," ujar Tito Daniswara, Chief Executive Officer Radya Labs, ketika dihubungi via telepon.

Hanya, karena jumlah pengguna telepon seluler Windows Phone masih sedikit, Tito menyatakan pihaknya sedikit menahan diri untuk langsung terjun ke pasar konsumen.

"Kita lebih banyak membuat aplikasi untuk keperluan perusahaan," katanya. Beberapa klien Radya Lab adalah Daily Social dan Mindtalk.

Radya Labs, ujar Tito, didirikan oleh enam mahasiswa lulusan Institut Teknologi Bandung, yang memiliki ketertarikan mengutak-atik sistem operasi buatan Microsoft ini.

Hobi itu bahkan mengantar Tito memenangi Microsoft Imagine Cup Competition pada 2010. Sejak dibentuk pada April 2011, perusahaan start-up ini telah membuat 92 aplikasi.

Salah satu aplikasi yang paling populer adalah Banzai Nihongo, yaitu aplikasi untuk belajar bahasa Jepang. Aplikasi ini telah diunduh 14 ribu kali.

Menurut Tito, aplikasi ini mendapat angka unduhan yang cukup besar karena dilempar untuk pasar internasional. "Aplikasi yang ditargetkan untuk pasar lokal unduhannya mungkin hanya 1.000-2.000 kali."

Ke depan, Tito berharap Radya Labs tetap konsisten mendesain aplikasi untuk sistem operasi Windows Phone. "Ini karena sumber daya manusia kami sudah terbiasa membuat aplikasi dengan platform ini." RATNANING ASIH

Sebuah sistem operasi tak bisa hanya mengandalkan fitur miliknya. Keberadaan aplikasi pihak ketiga sangatlah penting. Sistem operasi Windows Phone saat ini baru memiliki 120 ribu koleksi aplikasi. Bandingkan dengan Android, yang memiliki 700 ribu aplikasi, atau iOS dengan 1 juta aplikasi.

Nokia tidak membiarkan Microsoft berjalan sendiri menyediakan aplikasi untuk Windows 8, terutama yang berasal dari pengembang lokal. Bekerja sama dengan Micros

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB