Ekonomi dan Bisnis

Tarif Kargo Dongkrak Biaya Kurir

Edisi, 24 Januari 2019

Perusahaan pengiriman ekspres menaikkan tarif hingga beralih ke moda darat.

Pengiriman paket di Jasa Pengiriman Paket JNE Express, Jakarta, 22 Januari 2019. Tempo/Tony Hartawan

JAKARTA - Lonjakan harga layanan kargo udara secara beruntun dalam beberapa bulan terakhir memaksa perusahaan jasa kurir menaikkan ongkos pengiriman pada awal tahun. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) bahkan sepakat bakal memboikot layanan pengiriman jika pemerintah tak kunjung merespons surat yang dikirim asosiasi tentang persoalan ini.

Ketua Umum Asperindo, Mohamad Feriadi, mengatakan kenaikan tarif kargo udara pada hampir semua maskapai telah memberatkan biaya operasional industri distribusi logistik. "Industri ini merupakan perusahaan padat karya. Banyak yang mengalami kerugian dan akan melakukan pengurangan karyawan, bahkan berpotensi mengalami kebangkrutan," katanya kepada Tempo, Selasa lalu.

Feriadi menuturkan Asosiasi telah membentuk kelompok kerja untuk mendorong penyesuaian tarif pengiriman dan mengubah moda transportasi. "Jadi, bagi yang pengirimannya melalui udara diinstruksikan melakukan penyesuaian tarif paling lambat Januari. Kalau tidak, mereka pasti menanggung kerugian," ujar Feriadi, yang juga Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Menurut dia, JNE telah menaikkan tarif jasa sebesar 10-40 persenbergantung pada destinasi sejak Selasa pekan lalu untuk pengiriman yang menggunakan kargo udara. 

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) sekaligus co-founder Paxel, Zaldy Ilham Masita, menilai, cepat atau lambat, pelaku usaha pengiriman ekspres bakal menyesuaikan harga karena kenaikan bertahap surat muatan udara (SMU) sejak akhir tahun lalu. Apalagi, kata dia, kenaikan harga kargo udara tergolong tinggi. Di sisi lain, pelaku usaha harus menanggung biaya lain, seperti regulated agent dan gudang di bandara, yang juga telah melonjak sejak tiga tahun lalu. "Kenaikan biaya kirim pasti akan terjadi," ucapnya. 

Zaldy berharap kebijakan pemerintah pro-penurunan biaya. Hingga saat ini, kata dia, Paxel masih menghitung besaran kenaikan tarif untuk merespons lonjakan harga kargo udara. "Akan beda dengan perusahaan kurir lainnya. Harus lebih inovatif," tuturnya.

Menaikkan tarif pengiriman juga dilakukan PT Pos Indonesia. Vice President Pengembangan Bisnis dan Kurir Logistik PT Pos Indonesia, Djoko Suhartanto, mengatakan tarif pengiriman perusahaannya telah naik rata-rata 30 persen sejak awal bulan ini. Kenaikan tarif logistik Pos Indonesia, kata dia, telah direncanakan sejak September tahun lalu, ketika biaya kargo udara mulai meningkat. "Kenaikan SMU ini sudah berkali-kali, bahkan ada yang sampai 2-3 tiga kali lipat, sehingga cukup memukul industri ini," ujarnya.

Menurut Djoko, perseroan tengah berupaya merekayasa ulang operasi pengiriman, yang semula menggunakan jalur udara menjadi beralih ke jalur darat, untuk menekan biaya. Sejauh ini, kenaikan tarif pengiriman telah menyebabkan produksi menurun hingga 3 persen. "Kami berharap, sebelum terjadi boikot, sudah ada negosiasi yang bisa mencari titik tengah untuk mencari win -win solution dengan semua pihak," kata dia.

Managing Director PT Citra Van Titipan kilat (TIKI), Tomy Sofhian, menuturkan kenaikan tarif kargo udara berpengaruh besar terhadap jasa kurir lantaran menjadi komponen biaya terbesar. Kenaikan tarif pengiriman, kata Tomy, merupakan hal yang tidak dapat dihindari kendati hingga kini TIKI belum menaikkan tarif jasa secara nasional. "Hanya tarif kiriman di kota-kota tertentu saja yang mengalami kenaikan karena tidak ada opsi lain. Besaran kenaikannya sekitar 5-10 persen dan berlaku mulai 1 Januari lalu," ucapnya.

Selebihnya, TIKI melakukan langkah efisiensi internal terhadap jenis biaya tidak langsung. Selain itu, menurut Tomy, perusahaan telah memilih opsi moda darat dan mengevaluasi tarif di sejumlah destinasi.

Direktur Utama PT Satria Antaran Prima (SAP Express), Budiyanto Darmastono, menuturkan tarif jasa perusahaannya juga naik sejak awal tahun. Budi tidak menutup kemungkinan akan kembali menaikkan tarif pada Februari lantaran harga kargo udara di sejumlah destinasi kembali naik pekan lalu. "Kalau tarif SMU tidak bisa turun, kami berharap biaya lain yang membebani biaya pengiriman bisa dihilangkan, seperti biaya gudang dan lainnya yang ada di bandara," tuturnya. LARISSA HUDA


Berlomba Kerek Harga

JAKARTA - Lonjakan harga layanan kargo udara secara beruntun dalam beberapa bulan terakhir memaksa perusahaan jasa kurir menaikkan ongkos pengiriman pada awal tahun. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) bahkan sepakat bakal memboikot layanan pengiriman jika pemerintah tak kunjung merespons surat yang dikirim asosiasi tentang persoalan ini.

Ketua Umum Asperindo, Mohamad Feriadi, mengatakan kenaikan

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami:

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB